Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 59


__ADS_3

Setelah waktu yang di tunggu tiba, akhirnya mereka semua berkumpul di sebuah ruangan di kantor polisi. Olivia saat itu di dampingi oleh pengacara dan juga ayahnya sedangkan pihak Vero hanya di hadiri oleh tim kuasa hukum dengan Jeff saja.


Ayahnya sudah berkata kepada Olivia sebelumnya, membujuk agar ia menerima semua konsekuensi atas perbuatannya.


"Pulang lah Nak, kembali lah bersama Daddy ke luar negeri. Karir mu pun tidak akan terganggu jika kau pergi ke sana. Jika kau tetap di sini kau tidak akan mendapatkan apa apa, bahkan karir yang sudah susah payah kau bangun akan runtuh dalam sekejap. Biar lah kontrak di sini menjadi urusan agensi mu" nasehat ayahnya kala itu.


"Tapi impian ku ada di sini Daddy. Impian ku ingin selalu bersama Vero. Jika aku kembali ke sana, Vero akan semakin melupakan ku Daddy" ucap Olivia sambil mulai menitik kan air mata saat mengingat jika ia akan berpisah jauh dengan cintanya.


"Daddy mohon lupakan lah Vero nak. Ia dari dulu hanya menganggap mu sebagai sahabatnya. Apa kau tak menyadarinya? Ia telah memilih seorang gadis sebagai kekasihnya saat ini. Daddy yakin suatu saat nanti kau pun akan menemukan seseorang yang bisa mencintai dan menerima mu apa adanya sayang" ucap Ayahnya agar Olivia bisa mengerti.


"Tapi Daddy......" ucap Olivia tertahan dan mulai berurai air mata.


"Percaya lah pada Daddy, kau perlahan akan melupakan Vero bila sudah menemukan orang yang tepat. Apa kau ingin menghabiskan masa muda mu di penjara?" tanya ayahnya.


Olivia hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir cukup deras. Ayahnya yang iba pun memeluk sang putri untuk meluapkan semua kesedihannya. Ia pun memberikan bahunya sebagai sandaran Olivia yang merasa hancur.


Biar lah ia hancur karena patah hati saat ini, daripada ia harus tersiksa bersama pria yang tidak mencintainya dan hanya menganggapnya teman. Daddy yakin akan tiba saatnya kau di terima oleh seseorang yang tepat suatu hari nanti, batinnya.


"Ya sudah, sekarang kau persiapan diri mu untuk bertemu dengan pengacara Vero. Tunjukkan bahwa kau menyesal telah melakukan perbuatan tersebut, Daddy yakin mereka bisa melihat ketulusan mu" ucap ayahnya.


"Baik Daddy" jawab Olivia sambil beranjak ke kamar mandi dan menghapus air matanya.


Di sini lah mereka sekarang berkumpul, di sebuah ruangan meeting di kantor kepolisian. Jeff hanya menatap Olivia dengan wajah datar tanpa ekspresi, sedikit pun ia tak merasa iba melihat Olivia yang seakan terpuruk dengan wajah yang sembab dan tubuh yang sedikit mulai kurus tak terawat.

__ADS_1


"Ini silahkan di baca Nona. Apabila anda sudah setuju, silahkan tanda tangani di sini" ucap kuasa hukum Vero menyerah kan sebuah map yang berisi perjanjian tertulis kedua pihak yang akan di tanda tangani di atas materai.


Pengacara Olivia pun mengambilnya dan menyodorkannya ke arah Olivia agar di baca olehnya lebih dahulu sebelum kesepakatan tersebut di setujui. Olivia pun melihat dan membaca isi kontrak tersebut dengan hati yang hancur berkeping-keping.


Segitu bencinya kah kau pada ku Vero? Hingga kau tak ingin aku kembali ke sisi mu lagi. Aku sungguh menyesal karena bertindak gegabah. Biar lah ini menjadi pelajaran hidup ku agar kelak aku bisa berfikir dengan baik dan tidak mengikuti amarah ku, batin Olivia ketika membaca poin demi poin isi perjanjian tersebut.


"Apa kah semua kontrak saya di indo akan di batalkan Pak?" tanya Olivia karena melihat poin pemutusan hubungan kontrak kerja.


"Klien kami sudah membicarakan dengan pihak agensi anda untuk masalah kontrak kerja dan juga penalti. Anda akan bisa memulai karir anda di luar negeri, karena saat anda menandatangani perjanjian kesepakatan ini maka klien kami akan mencabut semua tuntutan dan akan menutup rapat kejadian ini agar tak tersebar ke media massa" jawab kuasa hukum Vero.


"Baiklah" ucap Olivia dan langsung menandatangi perjanjian kesepakatan tersebut.


"Terima kasih atas kerjasamanya Nona, saya harap anda akan baik baik saja di sana sehingga kita tidak bertemu lagi" ucap kuasa hukum Vero menjabat tangan Olivia dan hanya di balas senyum sendu olehnya.


"Baik Pak, akan saya tunggu segera" ucap pengacara tersebut.


Kemudian detektif yang mengurusi kejadian ini pun mengembalikan semua barang pribadi milik Olivia yang di jadikan barang bukti. Karena kedua belah pihak sudah sepakat berdamai, maka penyelidikan kasus kecelakaan ini pun di hentikan dan kasus pun di tutup tanpa di lanjutkan ke persidangan.


Setelah semua selesai, mereka pun meninggalkan ruangan meeting tersebut dengan fikiran masing masing.


Akhirnya selesai sudah semuanya. Aku harap ini yang terbaik untuk semuanya dan Nona Olivia tidak lagi bertindak gegabah karena emosinya. Aku juga berharap semoga Nona Putri segera sadar agar semua bisa kembali tenang, Jeff


Mulai detik ini aku harus bisa melupakan cinta ku atau lebih tepatnya obsesi ku semata kepada Vero untuk selamanya. Sementara ini aku akan fokus meniti karir ku agar semakin sukses, Olivia

__ADS_1


Aku harus lebih memperhatikan Olivia dari sekarang agar ia tidak larut dalam kesedihan patah hatinya. Daddy yakin kamu bisa sukses di mana pun kamu berada Olivia. Daddy akan selalu mendukung mu apa pun yang terjadi karena kamu adalah putri kesayangan Daddy, dokter Frans.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Rania yang sudah di lepas infusnya pun, berjalan keluar karena ingin melihat keadaan Ale. Ia pun berjalan sendiri karena Vero sedang keluar untuk mengantar keluarganya pulang dan beristirahat. Saat tiba di ruang ICU, Rania menatap sendu sahabatnya yang masih terbaring dengan banyaknya peralatan yang ada di tubuhnya.


Cepat lah bangun Ale, kami semua di sini merindukan senyuman mu, batin Rania sambil menyentuh kaca yang menjadi pemisah mereka. Ia tak bisa masuk ke dalam karena sudah lewat jam berkunjung.


Harusnya aku yang berada di sana, kenapa kau menyelamatkan ku dengan mendorong ku menjauh? Padahal kau tahu bahwa kau sendiri tidak bisa menghindar. Begitu mulia dan baik hati mu Ale. Semua doa selalu ku ucapkan agar kau segera tersadar, agar aku bisa meminta maaf langsung kepada mu, Rania berucap dalam hati. Ia pun kemudian berdoa untuk kesembuhan sahabat terbaiknya itu.


Kemudian ia pun berjalan kembali menuju kamar perawatannya, karena dokter masih menganjurkannya untuk beristirahat semalam lagi. Ia berjalan menyusuri lorong yang sunyi seorang diri.


"Saya sedang berada di mana?" terdengar suara seorang pria paruh baya dari dalam sebuah kamar di lorong tersebut.


Ayah? , batin Rania terkejut saat mendengar suara tersebut.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2