Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 14


__ADS_3

Setelah momen berbelanja yang membuat Rania harus membeli lemari extra untuk menyimpan semuanya. Maka hari ini pun ia mulai bekerja dengan pakaian dan sepatu baru tersebut, tidak lupa wajahnya di poles dengan sedikit make up tipis.


"Kau tampak berbeda hari ini Rani?!" ujar Jeff saat melihat dan memperhatikan Rania dengan seksama


"Apa maksud mu?!" seru Vero tidak suka melihat asistennya begitu memperhatikan Rania.


"Apa Tuan tidak menyadari bahwa hari ini Rani lebih cantik dan elegan dengan pakaian barunya itu?!" tanya Jeff lagi sambil memuji.


"Terima kasih Asisten Jeff atas pujian anda" sahut Rania tersipu malu


"Tidak bagi ku sama saja!" seru Vero kesal karena sang asisten memuji Rania sperti itu "Cepat buatkan aku sarapan sandwich seperti biasanya!" perintahnya sambil berlalu tanpa mendengar jawaban dari Rania dan segera masuk ke dalam ruangan di ikuti Jeff yang kebingungan dengan sikap Tuannya itu. Sementara Rania pun bergegas menuju pantry untuk membuatkannya sarapan sebelum Tuan macan nya itu mengamuk.


"Eheeemmm..... Tuan!" seru Rania sambil sedikit memukul meja


"Hei... apa gaji mu ingin ku potong?!" sahut Vero yang terkejut


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja" balas Rania sambil berusaha menyembunyikan senyumnya.


"Ada apa? kenapa kau tersenyum seperti itu? apa ada hal yang aneh?" rentetan pertanyaan Vero yang tak sengaja melihatnya tersenyum.


"Tidak Tuan, saya hanya berfikir apakah melamun itu menular. hahaha" ujar Rania tidak bisa lagi menyembunyikan tawanya.


"Hei apa maksud mu? kenapa kau malah tertawa?" tanya Vero semakin kesal.


"Biasanya Tuan yang mengingatkan saya agar tidak melamun saat bekerja. Tapi lihat lah sekarang anda yang melamun saat bekerja. hahaha" jelas Rania sambil tertawa kembali.


"Hei apa kau menertawakan ku?!Dengar ya Rani, saya itu tidak sedang melamun tapi sedang berfikir keras. Jadi jangan sama kan saya dengan kamu" ujar Vero semakin kesal karena terus ditertawakan.


"Baik lah, maafkan saya Tuan" Rania meminta maaf sambil menundukkan kepalanya kemudian meletakkan dokumen di atas meja dan beranjak pergi.


"Haaaah.... apa yang telah aku lakukan" gumam Vero sambil memijat pangkal hidungnya. "Tapi Ia terlihat cantik dan menggemaskan saat tertawa seperti itu" fikir Vero sambil tersenyum membayangkan wajah Rania yang tertawa bersamanya tadi.


Hari hari pun berlalu dengan cepat dan beberapa kali Rania pun diajak oleh Sang CEO untuk ikut pertemuan saat asisten Jeff sedang melakukan tugas lainnya.


...****************...


Pada suatu malam tiba tiba telepon Rania berdering dan dia terkejut saat melihat nama 'CEO Macan' yang tertera di layar ponsel.

__ADS_1


"Hallo" Ia pun mengangkat dengan kebingungan.


"Saat ini saya ada di parkiran. Cepat lah ke bawah jangan membuat ku menunggu lama!" perintah Vero dan langsung menutup telpon sebelum ada jawaban. Rania pun semakin bingung, tapi ia bergegas ke bawah setelah mengambil cardingan dan menutup pintu.


"Kenapa lama sekali! Apa kau sengaja membuat ku menunggu di cuaca dingin ini?!" seru Vero saat melihat Rania keluar dari gedung tersebut.


"Hosh... Hosh...Hosh... Maaf Tuan tadi saya..... " Rania berusaha menjelaskan sambil mengatur nafasnya yang tersenggal senggal karena setengah berlari menuruni tangga.


"Sudah lah cepat masuk ke dalam mobil!" perintah Vero tanpa menunggu penjelasan Rania lebih lanjut.


"Hei! Apa saya ini supir mu?!" seru Vero kesal saat melihat Rania lebih memilih duduk di kursi penumpang bagian belakang. "Cepat kau pindah ke depan!" ujarnya gusar


"Baik Tuan" balas Rania sambil beranjak pindah ke kursi depan.


Setelah Rania duduk dan memakai seatbelt, maka Vero pun melajukan mobilnya di tengah keramaian ibu kota di malam hari.


"Apa kau bisa mengendarai mobil?!" tanya Vero tiba tiba dalam keheningan


"Maaf Tuan tapi saya tidak bisa. Saya hanya bisa mengendarai sepeda saja" sahut Rania jujur


"Baik lah mulai sekarang setiap weekend saya akan mengajari mu cara mengemudikan mobil. Jadi persiapkan dirimu" perintah Vero.


"Ya karena weekend kamu libur maka banyak waktu luang untuk belajar mengemudi. Jika nanti kita pergi kau bisa mengendarai mobil perusahaan jadi kita tidak butuh jasa supir" jelas Vero meyakinkan Rania


"Baik lah mana mungkin saya bisa menentang perintah anda Tuan" sahut Rania lesu dan langsung terdiam.


"Maaf Tuan, sebenarnya kita akan pergi ke mana?" tanya Rania karena mereka hanya berkendara dalam diam.


"Temani aku makan malam" sahut Vero


"Maksud anda apa Tuan?!" balasnya bingung


"Tidak ada maksud apa apa. Saya hanya bosan makan sendiri di apartemen. Apa kau sudah makan malam?!" jelas Vero sambil bertanya


"Ini masih terlalu cepat untuk jam makan malam saya Tuan" balas Rania yang melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 7 malam


"Biasa kau makan malam jam berapa jika bukan jam segini?!" tanya Vero heran

__ADS_1


"Saya biasa makan jika sudah lapar Tuan" balas Rania sambil tersenyum "Tapi saya terkadang makan jam 8 atau 9" lanjutnya saat melihat tatapan tajam dari Sang CEO.


"Jika begitu hari ini jam makan malam mu lebih cepat dari pada biasanya" sahut Vero lagi "Kau ingin makan apa?!" saat tak mendengar jawaban dari orang di sampingnya itu.


"Terserah Tuan saja kan anda yang mengajak saya makan, jadi saya ikut saja ke mana Tuan ingin makan. Sekedar informasi bahwa saya bisa makan apa pun Tuan" sahut Rania sambil tersenyum lagi.


"Baik lah kita makan pasta saja" tegas Vero "Jangan tersenyum seperti itu kepada orang lain" lanjutnya


"Memang kenapa Tuan?" tanya Rania bingung akan ucapan bossnya itu


"Tidak apa apa" sahut Vero dengan ekspresi yang sulit di mengerti.


Akhirnya setelah berkendara cukup lama sampai lah mereka di sebuah resto yang menjual berbagai jenis pasta.


"Kau ingin pesan apa?" tanya Vero saat pelayan memberikan menu kepada mereka


"Saya tidak mengerti jenis makanan apa pun yang tertera di sini Tuan" sahut Rania bingung


"Baik lah aku pesan kan saja spaghetti carbonara ya" balas Vero sambil menyebutkan pesanan mereka kepada pelayan.


Tak berselang lama pesanan mereka pun tiba, saat sedang menikmati makan malam mereka tiba tiba Vero mulai merasakan sesak nafas.


Rania yang menyadari perubahan pada Bossnya pun bertanya "Anda tidak apa apa Tuan?!" sambil mendekati Vero


"A... a... a... ku.... " sahut Vero terbata dan tak lama kemudian pingsan di pelukan Rania.


Rania pun terkejut melihatnya pingsan "Tuan... Tuan... sadarlah...." ujar Rania sambil menepuk nepuk pipi Vero.


"Tolong....!" teriak Rania panik


Happy Weekend..... 😉


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2