Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 19


__ADS_3

"Kenapa sudah beberapa kali weekend ini kau tidak pernah olahraga pagi lagi bersamaku?" tanya Ale melalui sambungan telepon.


"Haaah... kau tau sendiri gimana Boss macan ku satu itu kan?!" balas Rania sambil merebahkan dirinya yang lelah sehabis pulang kerja.


"Memang apa lagi yang di lakukannya setelah menyuruh mu membeli bunga setiap pagi. Eh... tapi kau masih belum mengetahui siapa pengirim bunga itu? mungkin ia penggemar rahasiamu?" ucap Ale sambil menahan senyum di ujung sana.


"Mana mungkin ada penggemar rahasia ku, di ibu kota ini kan aku tidak mengenal siapa pun selain kau dan karyawan kantor. Lebih mungkin jika itu di kirim oleh seseorang yang menyukai Boss ku, mungkin dia takut dengan macan itu sehingga tidak berani menulis namanya di sebuah kartu" jelasnya lagi.


"Mungkin juga ya" fikir Ale mencoba memahami kemungkinan itu "Tapi kenapa akhir akhir ini weekend mu selalu sibuk?!" kembali ke pertanyaan awalnya.


"Akhir akhir ini aku weekend selalu bersama Boss macan ku itu" jelas Rania sambil memejamkan matanya.


"Apa kau berkencan dengannya?!" tanya Ale tak percaya.


"Hei... Bukan seperti itu!" seru Rania sambil menegakkan badannya karena terkejut dengan pemikiran sahabatnya itu.


"Lalu apa...?" lanjut Ale


"Aku hanya berlatih mengemudi dengannya setiap weekend, agar nanti saat kami ada pertemuan keluar bisa aku yang menyetirinya" jelas Rania


"Hahahaha...bagus juga ide Boss macan mu itu" sahut Ale sambil tertawa


"Maksud mu apa? Bagus bahwa aku juga bisa menjadi supirnya sekaligus gitu?! Sampai saat ini saja Dia masih belum mengatakan aku lulus apa tidak" balas Rania sedikit kesal sambil mencebik kan bibirnya.


"Bukan itu maksud ku. Ku fikir itu hanya lah ide konyol darinya agar bisa bersama mu setiap weekend. Buktinya sampai sekarang kau masih harus berlatih bersamanya, karena jika hanya bersama instruktur profesional hanya butuh empat kali pertemuan saja. Jadi untuk apa membuang waktunya yang berharga jika ia tidak menyukai mu?" jelas Ale panjang kali lebar.


"Aaah...mana mungkin ia memiliki perasaan konyol seperti itu padaku" sahut Rania heran pada Ale "Sudah lah aku ingin mandi untuk menyegarkan badan ku setelah lelah bekerja seharian ini" lanjutnya lagi dan langsung menutup telepon setelah ada jawaban dari seberang sana. Rania pun mencoba mencerna apa yang menjadi pemikiran sahabatnya itu, akan tetapi walaupun hatinya sedikit berbunga tapi otak cerdasnya melarangnya untuk menerima hal konyol tersebut.


...****************...


Di sebuah kampus ternama di Ibu kota, tampak sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang baru keluar dari kelas. Mereka pun berkumpul di taman sekitar kampus seusai perkuliahan.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga kuliah hari ini" ucap Ale kepada teman temannya


"Untung kuliah sore di tiadakan karena ada pertemuan jadi kita bebas dech" balas temannya.


"Enaknya kita jalan ke mana ya?" tanya temannya yang lain.


"Bagaimana jika kita karaoke di Mall terus jalan jalan dech kan lumayan buat melepas penat dan cuci mata biar nggak boring" usul salah satu temannya.


"Boleh juga tuch! Tapi kita makan dulu di kantin ya soalnya udah laper berat" ucap temannya sambil memegang perutnya yang lapar.


"Kuy lah" sahut Ale bersemangat.


Dan akhirnya mereka pun berjalan ke arah kantin yang mulai ramai saat menjelang makan siang sebelum ke tempat tujuan mereka selanjutnya.


Setelah selesai menikmati makan siang mereka masing masing di kantin, maka sekumpulan anak anak muda tersebut pun bergegas menuju tujuan mereka selanjutnya. Mereka pun berjalan ke arah gerbang depan kampus untuk menunggu taksi online yang sudah mereka pesan melalui aplikasi hijau. Sebagian dari mereka ada yang membawa kendaraan roda dua pun sudah lebih dulu pergi untuk menunggu di lobi Mall.


Ketika mereka semua sudah berkumpul di lobi Mall, maka mereka pun segera menuju ke lantai di mana banyak terdapat tempat karaoke yang sudah terkenal di ibu kota.


"Kita sekarang mau karaoke di mana nich?" tanya Ale kepada teman temannya sambil melihat lihat sekeliling.


"Boleh juga tuch, kita bisa pesan ruang VIP biar cukup untuk semua" sahut temannya yang lain.


"Iya kebetulan aku ada voucher diskon satu jam di sana" ucap temannya lagi.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk karaoke di tempat tersebut. Setelah menghabiskan waktu selama tiga jam, mereka pun keluar dari sana dan mulai lah mereka berkeliling sekadar melihat lihat saja dari satu toko ke toko yang lain. Mereka pun akhirnya berhenti di area food court karena sudah mulai merasakan tenggorokan kering akibat banyak bercanda selama berkeliling Mall.


"Setelah ini apa kah kau langsung pulang?" tanya teman satu kosan Ale.


"Sepertinya aku mau bertemu dengan kakak ku dahulu sekedar memberikan kejutan untuknya" balas Ale sambil meminum milkshake strawberry kesukaannya.


"Baiklah jika begitu aku bisa pulang bareng mereka" jawab temannya lagi.

__ADS_1


"Memang kantor kakak mu di mana?!" tanya temannya yang lain.


"Kantornya ada di dekat sini" jawab Ale tanpa memberitahu lebih rinci.


Akhirnya mereka pun berpisah setelah menghabiskan minuman masing masing. Ale pun bergegas pergi ke lobi kantor STAR grup sebelum jam pulang kerja berakhir, karena jika ia terlambat maka sia sia kejutan dadakan yang sudah di rencanakannya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Saat sudah jam pulang kerja, maka Rania pun bergegas membereskan mejanya dan tak lupa mematikan komputer yang di gunakannya. Tak berselang lama Sang CEO pun keluar di ikuti oleh Sang Asisten yang selalu setia menemani.


"Mari kita pulang bersama" ucap Vero tiba tiba saat sudah di depan meja Sang Sekertaris.


Rania yang saat itu sedang menundukkan kepala memberikan hormat seperti biasa ketika Boss nya itu akan pulang, langsung menegakkan kepala dan terheran menatap Sang CEO dengan bingung.


"Maksud Tuan saya?!" tanyanya heran untuk memastikannya lagi.


Tidak hanya Rania yang heran dengan sikap ajaib Sang Boss tetapi Jeff pun merasa aneh dengan perubahan sikap Tuannya yang seperti itu.


"Iya kamu, memang ada orang lain di sini selain kamu?!" balas Vero sambil menatapnya tajam.


"Baik Tuan" balas Rania dengan heran dan bergegas mengikuti mereka setelah sebelumnya mengambil tas tangannya.


Mereka pun memasuki lift dalam diam menuju ke lantai bawah.


"Kakak.....!" teriak Putri yang membuat semua perhatian orang orang di lobi tertuju kepadanya. Tanpa terkecuali Vero yang terkejut pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


🌸🌸🌸


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🀩...

__ADS_1


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih πŸ™


Love Love Love buat kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2