Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 15


__ADS_3

Rumah Sakit Internasional


Di depan sebuah ruangan Instalasi Gawat Darurat tampak seorang gadis yang berjalan mondar mandir dengan tangan yang gemetar dan wajah pucat pasi. Sejak dari dalam ambulans yang membawa mereka dari resto tak henti hentinya ia menangis ketakutan meskipun sudah di tenangkan oleh petugas kesehatan berkali kali.


"Apakah anda walinya?!" tanya seorang suster


"Bukan. Ada keperluan apa ya Sus?!" tanyanya balik


"Bisa kah anda menghubungi walinya? Karena saya butuh data pasien untuk melakukan pendaftaran" jelas suster tersebut


"Baik lah saya akan menghubungi walinya untuk langsung ke meja pendaftaran apabila telah tiba. Mohon menunggu sebentar ya suster" Rania berusaha menjelaskan situasinya


"Baik, jika begitu saya permisi Nona" dan suster itu pun berlalu meninggalkannya


Rania yang masih bingung dan ketakutan langsung menghubungi nomor ponsel Asisten Jeff.


"Asisten Jeff cepat lah ke Rumah Sakit Internasional sekarang karena saat ini Tuan Vero sedang tak sadarkan diri" Rania berkata cepat setelah orang di seberang sana mengangkat teleponnya dan dengan cepat pula ia menutupnya tanpa menunggu jawaban dari orang tersebut.


Sementara Jeff menatap telponnya dengan bingung dan mulai mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar di telpon. Dia pun langsung bergegas pergi begitu mengerti situasi yang sedang terjadi. Tak berselang lama sampai lah Ia di ruang IGD dan melihat Rania yang sedang menunggu dengan khawatir.


"Apa yang sebenarnya terjadi?!" tanya Jeff sambil mengatur nafasnya yang tersenggal karena ia setengah berlari menuju ke IGD.


"Aku tidak tahu karena Tuan langsung pingsan ketika sedang makan dan saat ini masih di tangani oleh dokter" jelas Rania dengan nada yang cemas. "Bisakah anda ke meja pendaftaran terlebih dahulu?" tanyanya kemudian "Suster ingin meminta data Tuan Vero agar bisa di masuk ke ruang rawat inap" jelasnya lebih lanjut.


"Baiklah. Tunggu saja di sini, aku akan segera kembali" ujar Jeff sambil berlalu menuju meja pendaftaran.


Tak berselang lama, dokter yang menangani Vero pun keluar dari ruang IGD. Dengan segera Rania dan Jeff menghampiri untuk mengetahui bagaimana kondisi CEO mereka.


"Tuan Vero mengalami alergi makanan seafood terutama kerang, mungkin ada di dalam makanan yang di konsumsi terakhir kalinya. Walaupun cuma sedikit tapi itu tetap bisa memicu alerginya, untung saja ia cepat di larikan ke rumah sakit sehingga nyawanya bisa segera tertolong. Saat ini Tuan Vero sedang di pindahkan ke ruang perawatan dan masih dalam pengaruh obat tidur" jelas sang dokter

__ADS_1


"Terima Kasih banyak dokter atas pertolongannya" ujar Rania lega sambil memegang tangan sang dokter


"Tidak perlu berterima kasih karena itu sudah tugas saya" balasnya sambil tersenyum "jika begitu saya permisi dahulu" lanjutnya sambil menganggukkan kepala dan berlalu.


"Ayo kita segera ke ruangan Tuan Vero" ajak asisten Jeff


...****************...


Di sebuah kamar VIP, terlihat seorang pasien yang sedang tertidur dengan selang infus di tangannya. Rania pun mendekati ranjang pasien tersebut hanya untuk melihat keadaan Vero dari dekat. Ia merasa trenyuh ketika melihat wajah tampan yang biasa dingin itu tampak pucat tak berdaya.


"Bisa kah kau jelas kan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jeff yang masih belum sepenuhnya mengerti bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi pada Bossnya.


"Eheeemmmm.... " ia berusaha untuk menetralisir perasaannya sebelum berbicara kepada asisten Jeff dan menjelaskan apa yang terjadi.


"Bagaimana mungkin koki di sana melakukan kesalahan fatal seperti ini?" Jeff bertanya tanya dalam hati "Baiklah aku akan ke sana untuk mencari tahu lebih lanjut" ujarnya kepada Rania


"Baiklah aku akan mengantarkan mobil ini ke apartemen sekaligus membawa beberapa kebutuhan Tuan Vero dari sana. Apakah tidak masalah jika kau menemaninya sampai aku datang?!" ujar Jeff


"Tidak masalah, aku akan tetap di sini hingga anda datang" ucap Rania.


"Baiklah.aku pergi dulu" sahut Jeff sambil berlalu keluar.


Setelah kepergian asisten Jeff, Rania merapihkan selimut yang menutupi tubuh pria tersebut kemudian ia pun menarik kursi ke dekat ranjang dan duduk terdiam sambil memandang wajah Sang CEO yang terlelap.


"Wajahnya sungguh tenang dan damai seperti anak kecil jika Ia sedang terlelap seperti ini. Apakah Ia hanya sendiri tinggal di sini? Karena tidak ada seorang pun yang menghubungi dan menjaganya. Apakah sungguh ia merasa kesepian?" begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di dalam fikiran Rania saat itu, hingga tanpa terasa ia pun tertidur di sisi ranjang tersebut karena tubuhnya sudah penat dan lelah akibat ketakutan dan kecemasan yang dirasakannya sepanjang malam.


Saat menjelang tengah malam, Vero pun tersadar dari tidurnya. Ia merasakan kehadiran seseorang, saat ia menoleh terlihat pemandangan yang sungguh menyenangkan hatinya. Ia melihat Rania sedang terlelap tidur di kursi sisi pembaringannya dengan kepala yang bertumpu kepada kedua lengannya. Melihat pemandangan yang indah itu Vero pun tersenyum sambil tangannya membelai rambut panjang Rania yang terurai hampir menutupi wajahnya.


Vero lalu mengambil handphone yang ada di meja sebelahnya untuk kemudian menghubungi Sang asisten.

__ADS_1


"Kau sedang berada di mana?" tanya Vero berbisik agar tidak mengganggu tidur Rania


"Apa anda sudah sadar Tuan?" sahut Jeff terkejut saat menerima telepon "Syukur lah anda baik baik saja Tuan" ujar Jeff lega


"Iya aku baik baik saja, sedang di mana kau sekarang?" mengulang pertanyaan yang belum di jawab.


"Ooooo... sekarang saya sedang berada di apartemen anda setelah mengambil mobil dan mencari tahu apa yang terjadi. Sebentar lagi saya akan kembali ke rumah sakit setelah mengambil baju ganti dan beberapa kebutuhan pribadi anda Tuan" jawab Jeff.


"Baiklah malam ini kau menginap saja di apartemenku dan bawa pakaian ganti ku besok pagi saja. Tidak perlu terburu buru" sahut Vero sambil tetap berbisik


"Tapi kenapa Tuan? Siapa nanti yang akan menjaga anda?" tanya Jeff bingung


"Sudah ikuti saja perintah ku atau ku potong gaji mu!" seru Vero sambil menahan kekesalannya.


"Baik Tuan, saya mengerti" sahut Jeff lesu dan panggilan telepon pun langsung di tutup dari seberang sana.


"Aku ingin menghabiskan malam ini berdua saja dengan mu" gumamnya dalam hati saat memandang wajah cantik yang telah meluluhkan hatinya yang dingin dengan senyuman indahnya.


🌸🌸🌸


Happy Monday All.... Semangat beraktivitas lagi guys... πŸ˜‰


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🀩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih πŸ™


Love Love Love buat kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2