Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 23


__ADS_3

"Karena aku...aku...aku adalah atasan mu" ucap Vero tergagap dan bingung harus menjawab bagaimana.


"Ia itu memang faktanya bahwa Tuan adalah atasan saya, tapi hubungannya apa dengan apa yang anda ucapkan tadi?" tanya Rania bingung.


"Karena itu adalah perintah dari saya jadi harus kamu ikuti. Sudahlah kita lupakan saja peristiwa tak menyenangkan tadi. Tapi kamu harus selalu ingat perintah saya tadi!" lanjut Vero tegas sambil mengancungkan telunjuknya ke arah Rania dan mencoba mengalihkan pembicaraan yang telah membuatnya menjadi serba salah.


"Tidak bisa seperti itu Tuan!" protesnya lagi karena tidak bisa menerima perintah aneh lain lagi dari Sang Boss.


"Kenapa tidak bisa?! Itu sudah menjadi salah satu peraturan yang saya buat untuk kamu!" lanjut Vero yang tak ingin di bantah lagi.


"Tapi kan manusia di bumi ini terdiri dari pria serta wanita Tuan dan pria di dunia ini bukan hanya anda seorang. Lagi pula saya nanti pasti akan berinteraksi dengan pria lain selama saya bekerja. Contohnya saja Asisten Jeff, bukan kah dia juga seorang pria Tuan?" jelas Rania mencoba mencerna perintah atasannya yang cukup aneh untuk di buat menjadi sebuah peraturan. (di suatu tempat Asisten Jeff pasti merasakan hidungnya gatal dan bersin bersin karena dirinya masuk ke dalam pembicaraan unfaedah mereka 😁).


Vero pun hanya bisa terdiam memandang danau sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bagaimana jika saya berpapasan dengan seorang pria yang saya kenal? Selain itu bukan kah kita juga akan sering melakukan pertemuan dengan klien atau investor Tuan? Dan sebagian dari mereka lebih banyak adalah seorang pria, jika saya tidak boleh tersenyum nanti saya akan di anggap sekertaris yang sombong. Cukup Tuan dan Asisten Jeff saja yang seperti itu" lanjutnya sambil menahan tawa saat melihat Vero terdiam.


"Maksud kamu apa?!" tanya Vero kembali geram saat mendengar perkataan terakhirnya.


"Hahahahaha" Rania pun tertawa "Tidak ada maksud apa apa Tuan" lanjutnya saat mendapatkan tatapan tajam dari Vero. Ia pun tidak melanjutkan tawanya saat melihat apa yang menjadi bahan tertawanya tampak buas bak macan yang akan menerkam mangsanya.


Setelah terdiam cukup lama menatap danau tanpa sengaja tatapan Vero menangkap sebuah siluet indah dari seorang gadis yang berdiri di sampingnya. Dengan latar belakang langit senja, siluet tubuhnya nyaris sempurna dengan wajah cantik dan semilir angin sore yang berhembus memainkan rambutnya yang telah tergerai indah. Ketika Vero sedang menikmati indahnya pemandangan makhluk ciptaan tuhan, tiba tiba Rania pun memutar arah kepalanya dan tatapan mata mereka pun bertemu dalam pandangan yang sulit di artikan.


Akhirnya Sang Sekertaris lah yang memutus kontak mata terlebih dahulu. "Kenapa ia memandang ku begitu intens? Apakah ada yang salah dengan ku? Jika berlama lama memandangnya bisa bisa hilang jantung ku nanti" seperti itu lah isi fikiran Rania sambil menenangkan hatinya yang sedikit berdebar.


"Eheeemmm... Ayo aku antar kau pulang" ucap Vero berusaha menetralisir hatinya yang juga berdebar lebih cepat saat netranya menatap ke dalam netra Rania.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan" balas Rania sambil berjalan mengikuti Vero ke arah mobil mereka terparkir.


"Lalu bagaimana hasil keputusan peraturan yang anda buat tadi Tuan?" Rania mencoba memberanikan diri untuk bertanya karena ia masih bingung harus bersikap seperti apa.


Akan tetapi Vero hanya terdiam memikirkan pernyataannya yang membuat ia sendiri pun bingung harus bagaimana menangani hatinya yang seolah terbakar setiap melihat Rania tersenyum kepada pria lain di depannya. Akhirnya permasalahan aturan itu pun masih belum bisa di selesaikan karena Vero tetap diam hingga ia selesai mengantar Rania pulang.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Sementara di tempat lain, tepatnya di ruang santai sebuah apartemen mewah tampak seorang wanita dan pria sedang berdebat mempermasalahkan sesuatu.


"Bagaimana kau bisa bertemu dan akrab seperti itu dengannya" tanya Sang wanita menyelidik.


"Aku bertemu dia tanpa sengaja selama beberapa kali. Tadi pun aku tak sengaja menabraknya" jawab Sang pria.


"Bagus, berarti kau bisa mengikuti rencana ku dengan sempurna" balas wanita tersebut dengan semangat.


"Rencana ku adalah kau harus bisa membuatnya jatuh ke dalam pelukan mu sehingga aku tidak perlu bersusah payah mengusir sekertaris sialan tersebut dari kantor Vero. Aku hanya tinggal mencari cara untuk menjauhkan seorang gadis manja lain yang menempel seperti lintah pada Vero. Jika mereka semua sudah menjauh darinya, maka aku dengan mudahnya bisa masuk ke dalam kehidupan dan hatinya" jelas wanita tersebut yang tak lain adalah Olivia.


"Bagaimana bisa aku melakukannya Olie!" serunya tak percaya "Hati dan perasaan itu tidak bisa di paksakan" tegas Sang pria tersebut.


"Tentu saja mana bisa perasaan di paksakan, karena nanti pada akhirnya seiring berjalannya waktu kau pun akan menyukainya" lanjut Olivia


Sang pria hanya bisa mengusap wajah dengan frustasi "Bagaimana lagi aku harus menjelaskannya Olie" ucapnya geram.


"Kau tak perlu menjelaskan apa pun, kau hanya tinggal mengikuti saja rencana yang sudah ku buat" ucap Olivia berusaha menyakinkannya.

__ADS_1


"Tapi ia telah membantu ku beberapa kali dan memang ia cukup cantik tapi aku belum mengenal sifatnya seperti apa" ucapnya lagi "Aku pun sudah memiliki wanita yang aku cintai, yaitu Kau! Apa kau tak pernah bisa merasakan ketulusan cinta ku?" gumam pria tersebut dalam hati.


"Oleh karena itu kau harus mencoba mendekatinya untuk mengetahui sifat sifatnya. Siapa tau nanti kau benar benar jatuh cinta padanya dan anggap saja kau balas budi untuk kebaikannya yang telah menolong mu beberapa waktu lalu" ucap Olivia masih tetap pada rencananya dan terus berusaha meyakinkan pria tersebut.


Pria tersebut tampak mengurut pelipisnya tanda frustasi atas sifat keras kepala Olivia, yang apa pun keputusan telah di buatnya harus di jalankan tanpa melihat apa kah ada orang yang terluka atau tidak selama keinginannya tercapai.


"Ayo lah Figo, kau kan sudah janji untuk membantuku" ucap Olivia sambil bergelayut di lengannya dengan manja, berusaha untuk membujuknya.


"Tapi aku fikir bukan bantuan seperti ini yang kau harapkan" ucap Figo sendu.


"Tapi tidak ada cara lain, maka aku harus mencobanya. Dan hanya kau yang bisa membantu ku karena kau sudah sedikit mengenalnya tanpa sengaja. Itu menjadi nilai plus bagi mu" lanjut Olivia sambil tersenyum manis.


"Baik lah aku akan mencobanya untuk mu" ucap Figo menyerah kepada sang wanita pujaannya.


Olivia pun tersenyum penuh kemenangan karena ia sudah berhasil menjalankan rencana yang sudah di aturnya.


...❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣...


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🀩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Terima Kasih πŸ™


Love Love Love buat kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... β™‘Thanks!...


__ADS_2