Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 7


__ADS_3

"Kaaauuu.....!" seru Vero sambil menatap dengan tajam dan dingin


"Maaf kan saya Tuan. Saya tidak sengaja, tadi saya hanya terkejut" sahut nya sambil merapikan alat tulis yang berserak dan mengembalikan nya kembali ke atas meja, lalu menunduk kan kepala kepada Vero.


"Berani kau membalas ucapan ku!? Cepat kau keluar dari ruangan ku sekarang juga!" tegas Vero kembali


"Baik Tuan. Sekali lagi maaf kan saya Tuan" ujar nya sambil mengundur kan diri dan bergegas keluar dan menutup pintu. Ia bahkan setengah berlari menuju lift agar cepat sampai di meja nya lagi.


"Sungguh menyeramkan tatapan mata nya" gumam nya bergidik ngeri di dalam lift.


Sementara itu di ruangan nya Vero terlihat sedikit kesal, dia mengurut pelipis nya saat duduk di bangku kebesaran nya.


"Kau segera lah cari tau tentang nya sekarang" perintah nya pada Jeff


"Baik Tuan" sahut Jeff sambil menunduk kan kepala dan langsung keluar untuk melakukan pekerjaan nya.


Sementara Vero masih berkutat dengan fikiran nya sambil menatap wallpaper pada ponsel nya.


Beberapa saat kemudian


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" perintah Vero


"Permisi Tuan" Jeff masuk sambil menutup pintu


"Ada apa? Apa kah ada hal yang penting?" tanya nya lagi


"Ini laporan mengenai karyawati tadi Tuan" balas nya


"Jelas kan lah" sahut Vero yang langsung mengalihkan perhatian dari dokumen yang sedang di baca dan menatap Jeff.


"Namanya Rania Sanjaya dan dia baru bekerja di bagian administrasi beberapa bulan ini Tuan" jelas Jeff


"Apa hanya itu yang info yang kau dapat?" tanya nya lagi


"Tidak Tuan. dia selama ini tinggal dan besar di Panti asuhan Bintang Harapan dari sejak usia 8 tahun dan saat ini tinggal di fasilitas mess karyawan yang di siap kan oleh perusahaan. Sejak lulus dari sekolah menengah ia langsung bekerja di STAR Grup bahkan ia sudah mulai bekerja part time sejak masih sekolah dulu." jelas Jeff lagi


"Bagaimana hasil pekerjaan nya di sini?" Vero kembali bertanya


"Berdasarkan info yang saya dapat dari kepala tim kinerja nya sangat bagus hingga saat ini. Dia juga cepat beradaptasi dengan para karyawan yang ada Tuan"

__ADS_1


"Baik lah kau boleh pergi, nanti akan aku beritahu lagi selanjutnya dan tinggal kan berkas itu di sini" sahut Vero


"Baik Tuan jika begitu saya undur diri" balas Jeff sambil menunduk kan kepala dan kemudian berjalan keluar dari ruangan sang CEO.


Setelah sang asisten menutup pintu, Vero langsung mengambil dokumen yang berisi data diri Rania yang di tinggal kan Jeff.


"Kenapa nama Panti asuhan nya berbeda? Apakah Ia orang yang berbeda?" gumam nya sambil menatap foto Rania yang ada di lampiran tersebut.


Setelah lama berfikir, akhirnya Vero memutus kan solusi yang akan di ambil nya dan langsung memanggil Jeff.


"Jeff ke ruangan ku sekarang" perintah Vero melalui telpon internal


"Baik Tuan" jawab nya "ada apa lagi sekarang?" gumam Jeff sambil bergegas ke ruangan Boss nya tersebut.


"Permisi Tuan" Jeff berkata setelah mengetuk pintu


"Masuk lah Jeff. Aku punya tugas baru untuk mu" perintah Vero


"Tugas apa Tuan?" tanya Jeff


"Siap kan meja serta kursi dan perlengkapan lain nya yang di butuh kan untuk menempatkan sekertaris di depan ruangan ku!" perintah Vero


"Apa kah Tuan membutuh kan sekertaris saat ini? tapi aku kan masih bisa menghandle semua pekerjaan anda Tuan" tanya Jeff bingung


"Maaf Tuan tapi saya benar benar tidak mengerti?!" sahut Jeff bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Haaaah...." Vero menghela nafas nya "tentu saja kau pasti bisa menghandle semuanya, tapi sekertaris ini juga akan bisa membantu mu untuk mengurus dokumen, telpon dan yang paling penting ia bisa menjaga ruangan ku saat kita tidak ada. Jadi tidak ada lagi yang bisa sembarangan masuk ke dalam ruangan ku. Siapa pun bisa meninggal kan dokumen di meja sekertaris untuk kemudian di serah kan kepada ku. Dia juga bisa mencatat panggilan masuk untuk ku selama kita keluar. Dan mungkin nanti ia juga bisa membantu mu menghandle pekerjaan yang lain. Bukan kah itu ide yang bagus" Jelas Vero panjang lebar sambil tersenyum.


"Baik Tuan saya mengerti. akan saya siap kan semua hal yang di butuhkan serta saya juga akan mencari kandidat yang tepat untuk posisi tersebut" sahut Jeff setelah mengerti.


"Untuk kandidat saya sudah memilihnya dan kau tinggal urus dokumen untuk perpindahan bagian departemen saja" sahut Vero sambil tersenyum.


"Jika saya boleh tau siapa orang tersebut Tuan?" tanya Jeff penasaran


"Dia orang nya" sahut Vero sambil menunjuk dokumen yang ada di meja nya.


Jeff lalu melihat berkas tersebut dan terkejut "Tuan yakin akan memilih nya sebagai sekertaris anda?" tanya nya tidak percaya


"Iya saya yakin. Apa kah ada masalah?" tanya Vero dengan sungguh sungguh


"Tapi pendidikan dan riwayat kerja nya tidak sesuai kualifikasi seorang sekertaris Tuan!" tegas sang asisten

__ADS_1


"Itu tugas mu untuk membantu ia bisa mencapai standar yang di butuhkan perusahaan" balas Vero sambil tersenyum


"Tapi Tuan..... "


"Apa kau tahu keuntungan menjadi seorang CEO?" sela Vero sebelum sang asisten menyelesaikan perkataannya lagi


"Maaf saya tidak tau Tuan" balas Jeff


"Hmmm karena aku CEO maka aku tidak perlu menjelaskan semua hal mengenai keputusan ku kepada mu" sahut Vero dengan nada dingin


" Maaf kan saya Tuan. Saya akan segera melaksanakan perintah Tuan dengan segera" balas Jeff sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah telah mempertanyakan keputusan sang Boss.


"Baik lah tidak apa apa. Perintahkan Ia mulai bekerja besok pagi di sini"


"Baik Tuan. Saya permisi jika tidak ada lagi yang Tuan butuhkan" Jeff berkata sambil pamit undur diri


"Baik lah" sambil melambaikan tangannya agar sangat asisten segera keluar dan melanjutkan tugas nya segera.


...****************...


Sementara itu di ruang HR


"Permisi apakah Ibu memanggil saya?" tanya Rania saat telah sampai di meja kepala HR


"Iya. Tunggu sebentar ya" sahut Bu Dewi sambil menunjuk kursi di hadapannya agar Rania bisa menunggu di situ.


Ia pun duduk sambil menunggu Bu Dewi selesai bicara ditelepon.


"Baik lah Rania ada ingin saya bicarakan dengan mu terkait pemindahan divisi tempat kamu bekerja" Bu Dewi mulai menjelaskan maksudnya memanggil Rania ke ruangannya.


"Maksud Ibu bagaimana?" tanya nya


"Mulai besok kamu akan bekerja sebagai sekertaris CEO" jelas Bu Dewi


"APAAA......!!!" seru Rania terkejut.


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩


Mohon beri dukungan Vote dan Likenya ya semua...😊 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2