
Ketika petugas kepolisian membawa Olivia dengan mobil patroli, beberapa detektif dan anak buah kepercayaan Jeff pun menggeledah apartemen untuk mencari barang bukti yang mungkin di tinggalkan. Tapi sayang mereka tak menemukan apa pun atau bukti bukti tersebut telah di hancurkan oleh sang pemilik apartemen itu sendiri.
Mereka kemudian pun menuju basement untuk memeriksa kendaraan Olivia setelah sebelumnya membawa kunci mobil tersebut dari apartemen. Mereka pun bertanya kepada penjaga keamanan untuk menunjukkan di mana letak mobil tersebut di parkir. Mereka pun tak lupa untuk melihat CCTV pada saat kejadian.
Tampak pada CCTV bahwa mobil tersebut telah pergi sejak pagi hari dan tak kembali cukup lama. Menjelang sore baru terlihat mobil tersebut masuk ke dalam dengan tidak mengurangi kecepatan, yang terlihat seperti sedang di kejar kejar oleh sesuatu. Setelah melihat itu mereka pun beranjak untuk melihat kondisi mobil tersebut, tanpa mereka sadari bahwa tak berselang lama dari rekaman pengawas CCTV mobil itu terlihat keluar lagi.
Ketika mereka melihat kondisi mobil secara langsung, tidak terlihat hal yang mencurigakan. Mereka pun kemudian menggeledah bagian dalam mobil dan mengambil kamera dashboard yang ada. Ketika mereka melihat lebih teliti terdapat seperti noda darah di dekat kap mobil tersebut. Dan cat pada bagian depan mobil pun tampak berbeda dengan body mobil, hal ini menimbulkan kecurigaan mereka bahwa mobil ini baru saja di bawa ke bengkel. Akhirnya mobil tersebut pun di bawa ke kantor polisi sebagai barang bukti.
Sementara itu di kantor polisi, Olivia masih saja menyangkal semua tuduhan yang di berikan kepadanya.
"Hari ini anda pergi ke mana saja Nona? Bisa anda ceritakan?" tanya petugas yang menginterogasi nya.
"Hari ini saya keluar untuk pergi ke agensi saya" jawab Olivia menjelaskan.
"Apa kah selama satu hari ini anda hanya berada di sana?" tanya detektif lagi.
"Tidak. Saya pergi jalan jalan ke luar sebelum kembali ke apartemen" jawab Olivia.
"Bisa jelas kan anda jalan jalan ke luar itu ke mana tepatnya?" tanya detektif yang ingin tahu lebih rincinya lagi.
"Ya saya hanya berputar putar untuk menghilangkan penat saya. Apa tidak boleh?" jawabnya kesal.
"Tentu saja boleh, karena itu hak anda. Tapi saya ingin penjelasan yang lebih detail ke arah mana saja anda berputar putar itu?!" detektif pun memberikan penekanan.
"Tentu saja saya tidak ingat" jawab Olivia asal.
"Baiklah, jadi saat anda berputar putar sekitar pukul satu siang anda berada di daerah mana?" tanya detektif mencoba mengganti pertanyaan.
"Sudah saya katakan saya tidak ingat!" seru Olivia.
Sepertinya ini akan berlangsung lama dan panjang, batin detektif tersebut sambil menghela nafas.
"Saya tidak akan menjawab pertanyaan Anda lagi sebelum pengacara saya datang!" ucap Olivia dengan kesal.
__ADS_1
"Baik lah, silahkan anda menelepon pengacara anda" jawab sangat detektif sambil menunjuk ke arah telepon yang berada di atas meja.
"Apa saya tidak bisa menggunakan ponsel saya?" tanya Olivia yang ingin pembicaraannya tidak terdengar.
Sang detektif pun hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menunjuk ke arah telepon tersebut. Dengan kesal Olivia pun akhirnya menekan nomor untuk menghubungi seseorang.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Tak berselang lama, Figo pun datang ke kantor polisi dan bertanya di mana keberadaan Olivia pada salah seorang petugas. Kemudian ia menunjuk ke arah salah satu detektif di sana yang menangani kasus Olivia. Ia pun segera menuju ke meja detektif tersebut.
"Pak di mana Olivia?" tanyanya dengan nafas yang tersengal sengal habis berlari.
"Mari ikut saya" jawab detektif tersebut sambil berdiri. Mereka pun berjalan ke arah penjara yang berada di lorong tersebut.
"Olie!" seru Figo tak percaya.
"Figo" ucap Olivia sambil berdiri menghampiri sahabatnya tersebut.
"Maaf Pak tidak bisa, karena di khawatirkan tersangka akan melarikan diri. Jadi silahkan bapak berbicara di sini" jawab sangat detektif sambil berlalu meninggalkan mereka.
Tersangka? Apa yang sebenarnya telah di lakukan olehnya?, batin Figo mulai bertanya tanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Jelaskan kepada ku Olie" tanya Figo yang ingin mendengar penjelasan langsung darinya.
"Aku tidak sengaja menabrak seseorang" jawab Olivia dengan berbisik.
"Ya ampun Olie! Bagaimana bisa? Siapa orang yang kau tabrak?" tanya Figo dengan keterkejutan yang besar mendengarnya.
"Ini semua gara gara sekretaris sialan itu!" seru Olivia geram "Aku ingin membuatnya menghilang dari sisi Vero, tapi ternyata gadis manja itu malah mendorongnya. Lihat lah akibatnya, ia yang akhirnya tertabrak oleh mobil ku" lanjutnya semakin kesal.
Aku tidak menyangka ia akan senekat ini hanya demi merebut Vero. Kenapa kau tidak melepasnya saja dan melihat aku yang selalu menunggu mu, Figo berkata dalam hati dengan sedih.
"Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk mu?" tanya Figo.
__ADS_1
"Cari kan aku pengacara terbaik untuk membela dan membantu ku keluar dari tempat menjijikkan ini" jawab Olivia sambil menatap sekelilingnya dengan raut wajah tidak suka.
"Baik lah aku akan mencari kan seorang pengacara terbaik yang akan membela mu. Tapi untuk sementara aku akan bertanya kepada detektif tersebut, apa kah kau bisa keluar dengan jaminan saat ini" ucap Figo.
"Aku mohon tolong aku. Aku benar benar tidak ingin berakhir di penjara Figo" ucap Olivia sambil menggenggam tangan Figo, matanya pun mulai berkaca kaca seperti akan menangis.
"Baik lah, kau tunggu di sini aku akan berbicara kepada detektif" ucap Figo sambil membalas genggaman tangan Olivia dan kemudian pergi untuk berbicara kepada detektif tersebut.
Namun sayang meskipun Figo sudah berusaha semampunya, Olivia tidak bisa di bebaskan dengan jaminan. Hal ini di khawatirkan bahwa Olivia sebagai tersangka bisa menghilangkan bukti bukti yang masih mereka cari. Akhirnya dengan terpaksa Figo pun meninggalkan Olivia di kantor polisi dan kembali pulang.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Ketika sedang menemani Rania makan siang di kamar rumah sakit, tiba tiba ponsel Vero berdering. Ia pun pamit ke luar untuk menerima telepon yang ternyata adalah dari sang Ibu.
📞 'Halo Mami, apa ada masalah di sana?' tanya Vero langsung saat mengangkat panggilan tersebut.
📞 'Tidak ada masalah Nak, Mami hanya ingin memberikan kabar kepadamu saja' jawab dari seberang telepon.
📞 'Kabar apa Mami?' tanyanya lagi.
Apa kah Mami sudah tahu keadaan Putri di sini, batinnya.
📞 'Entah lah kenapa Mami tiba tiba ingin bertemu Putri, jadi sekarang Mami sedang ada di bandara untuk perjalanan menuju Indo. Nanti jemput Mami ya nak' jawaban dari seberang sana yang membuat Vero terkejut dan langsung terdiam.
Bagaimana ini? Apakah karena ikatan batin antara keduanya kuat sehingga Mami mempunyai firasat? Tapi Mami pasti akan terkejut mengetahui kondisi Putri saat ini, batin Vero cemas.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Happy Weekend..... 😉Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
__ADS_1