Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 20


__ADS_3

"Kakak" ucap Putri sambil menghampiri Vero dan bergelayut manja di lengannya.


"Hei... kenapa di jam ini kau sudah ada di kantor ku?" tanya Vero sambil mengacak acak rambut Putri. "Apakah kau bolos kuliah?" tanyanya lagi sambil menatap heran dan tajam kepada adik kesayangannya.


"Mana mungkin aku bolos kak" balas Putri sambil mencebik kan bibir kesal. "Kuliah sore ku libur jadi aku ingin memberikan kakak kejutan. Siapa tau nanti aku dapat hadiah makan malam gratis" jelasnya sambil tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapi dan putih.


"Hahaha. Baiklah kau menang" ucap Vero sambil melihat ke belakang "Berikan kunci mobil ku biar aku yang menyetir karena aku akan makan malam dan pulang bersama putri. Kau pulang dan beristirahat lah" lanjutnya kepada Sang asisten.


"Baik Tuan" balas Jeff sambil menyerahkan kunci mobil tersebut.


Vero pun langsung membukakan pintu untuk Putri dan memutari mobil setelah memastikan adiknya duduk dengan nyaman. Mobil pun segera berlalu membelah jalanan ibu kota.


Rania masih sempat melihat mobil yang berlalu tersebut dengan penumpang gadis cantik di dalamnya.


"Asisten Jeff kenapa anda masih di sini?" tanya Rania yang baru saja datang setelah sebelumnya ia pergi ke toilet.


"Tuan sedang ada urusan mendadak jadi dia pergi mengendarai sendiri mobilnya dan menyuruh ku untuk pulang dan beristirahat" jelas Jeff dengan wajah datar.


"Ooooo begitu. Lalu bagaimana dengan ku Asisten Jeff?" tanya Rania yang sebenarnya masih bingung dengan sikap Bossnya yang semena mena itu.


"Jika itu terserah kau saja" balas Jeff dingin sambil berlalu meninggalkan Rania yang bingung sendirian di lobi.


"Asisten sama Boss itu sama saja, sama sama dingin dan membingungkan" gumam Rania seorang diri yang kemudian memutuskan untuk pulang ke tempat tinggalnya sendiri. "Tapi sebenarnya siapa gadis yang berada di dalam mobil bersamanya? Apakah itu gadis yang sama dengan yang aku lihat saat di mall tempo hari? Hari ini pun mereka pergi dengan bahagia terlihat dari wajah mereka masing masing. Kenapa Ia mengajak ku pulang bersama jika Ia akan meninggalkan ku seorang diri lagi seperti ini" Rania banyak berfikir sambil berjalan menuju arah pulang.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


'Maaf kan Aku karena ada urusan mendadak jadi aku tidak bisa bersama mu. Pulang dan beristirahat lah'

__ADS_1


Isi sebuah pesan yang baru saja terkirim ke ponsel Rania. Ia pun langsung terkejut dan bangkit dari rebahannya di sofa ketika mengetahui 'CEO Macan' lah yang mengirimnya.


"Urusan mendadak apa yang berhubungan dengan seorang gadis" gumamnya sambil melemparkan ponselnya ke arah tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.


Di tempat lain di sebuah resto ternama, seorang pria sedang melamun sambil menatap sendu pada ponselnya.


"Kakak...!" seru Putri yang melihatnya melamun.


"Ada masalah apa? Kenapa kau berteriak seperti itu!" ucap Vero yang terkejut.


"Habis kakak dari tadi melamun saja tidak mendengar apa yang aku katakan. Makanan kakak pun sudah menjadi dingin" jelas Putri.


"Haaah... sudah lah tidak perlu kau fikirkan" balas Vero sambil menghela nafas dan mulai memakan hidangan yang telah di pesan olehnya sebelum menjadi benar benar dingin.


Hingga malam pun pesan tersebut tidak pernah mendapat balasan dan semakin membuat Vero merasa bersalah kepada seorang gadis yang mulai meluluhkan hatinya sedikit demi sedikit.


Beberapa hari sudah berlalu semenjak insiden terakhir di mana ia meninggalkan Rania dan memilih pergi dengan Sang adik tersayang, Vero tidak pernah lagi mengajak Rania untuk pulang bersama. Bahkan ia terkadang pulang lebih awal agar Rania pun bisa pulang tanpa harus menunggunya lembur. Hanya Jeff yang merasa bingung dengan tingkah Bossnya yang aneh. Biasanya ia selalu lembur di kantor akan tetapi akhir akhir ini ia lebih sering membawa pekerjaannya pulang untuk di kerjakan di apartemennya. Sebagai asisten akhirnya Jeff lah yang harus mengikuti perubahan Tuannya tersebut, bahkan tak jarang hingga larut malam.


Suatu hari setelah lewat jam makan siang, tiba tiba seorang wanita cantik ingin menerobos masuk ke ruang CEO.


"Maaf Nona tapi Tuan Vero sedang tidak ada di ruangannya" ucap Rania berusaha menahan Olivia agar tidak masuk ke dalam.


"Aku tidak percaya padamu! Kau hanya ingin agar aku tidak bertemu dengan Vero kan!" seru Olivia sambil menyingkirkan tangan Rania yang menghalangi handle pintu.


"Tidak Nona, tapi Tuan Vero benar benar tidak ada di ruangannya. Beliau sedang ada pertemuan di luar bersama asisten Jeff" ucap Rania berusaha menjelaskan kepada Olivia.


"Sudah... menyingkir lah kau dari hadapan ku!" balasnya sambil membuka pintu ruangan CEO tersebut. Dan betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa apa yang dikatakan Rania benar dan ruangan itu kosong tanpa penghuni.

__ADS_1


"Kau jangan merasa menang dulu ya" ucap Olivia menahan kesal, apalagi saat ia tak sengaja melihat sedikit senyum Rania yang baginya seolah mengejek.


"Asal kau tahu saja, Vero itu sudah memiliki kekasih yang jauh lebih cantik daripada mu" lanjut Olivia "Bahkan Vero itu masih memikirkan cinta pertamanya walaupun ia tidak pernah bertemu dengannya selama bertahun tahun ini" ucapnya berapi api.


"Maaf Nona tapi itu bukan urusan saya. Karena tugas saya adalah menghandle pekerjaan Tuan Vero di kantor, sedangkan urusan pribadinya seperti itu bukan menjadi pekerjaan saya" ucap Rania santai.


"Dasar kau itu...... " ucap Olivia yang masih menahan amarahnya karena merasa tidak berhasil memancing amarah lawan bicaranya. Lalu ia pun bergegas pergi sambil menghentakkan kakinya kesal karena tujuannya kali ini pun belum berhasil.


"Haaah akhirnya orang itu pergi juga" ucap Rania lega karena berhasil mengusirnya pergi tanpa perlu melakukan tindakan kekerasan.


"Tapi apa maksudnya Nona Olivia mengatakan itu kepadaku? Aku kan tidak ada apa apa dengan Tuan Vero. Lagi pula aku juga masih memikirkan kakak cinta pertama ku" gumam Rania bingung.


"Tapi apakah gadis itu benar kekasih Tuan Vero? Tapi kenapa ia mau berhubungan dengan orang yang dingin dan aneh seperti itu? Apakah gadis itu juga cinta pertamanya atau bukan?" lanjutnya sambil berspekulasi mengenai hubungan Sang Boss.


"Aaahhh... sudah lah lebih baik aku lanjutkan pekerjaan ku saja dari pada aku harus pusing memikirkan urusan percintaan orang lain" ucap Rania sambil menggeleng geleng kan kepalanya berusaha mengusir semua fikiran fikiran yang ada di dalam benaknya itu.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Weekend..... 😉


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


...Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya...♡Thanks!...


__ADS_2