
Mereka berdua pun berjalan menuju rumah sambil bergandengan tangan dan tersenyum. Setibanya di rumah mereka langsung di sambut oleh Oma.
"Nia masuk lah, sudah lama Oma tidak melihat mu berkunjung" ucap Oma.
"Maaf Oma selama ini aku jarang pulang karena sibuk bekerja" jawab Rania sambil mencium tangan wanita tersebut.
"Tidak masalah, yang penting pekerjaan mu lancar" ucapnya lagi sambil menepuk pundak Nia.
Nia pun hanya membalas dengan senyuman lalu berkata "Ale di mana sekarang Oma?" tanyanya.
"Dia sedang ada di kamarnya, entah ada masalah apa dari kemarin sore ia mengurung diri di kamar" jawab Oma sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"Ya sudah Nia temui Ale dulu ya Oma" ucap Rania permisi untuk masuk ke kamar sahabatnya itu. Sementara Vero pun ke dapur untuk meminta di buat kan minum oleh pelayan yang sedang berada di sana.
Tok... Tok... Tok...
Kriiieeettt...
Rania pun membuka pintu kamar Ale karena tak mendengar jawaban dari dalam. Benar saja dugaannya bahwa Ale sedang bergelung di bawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Ale... " panggilnya lembut sambil duduk di tepi ranjang, tapi tak ada pergerakan di bawah sana.
"Maaf kan aku" ucapnya lagi sambil membelai tubuh yang ada di bawah selimut tersebut. Akan tetapi bukan jawaban yang di dapatnya,malah isak tangis yang terdengar di bawah sana. Rania pun langsung memeluk sahabatnya itu dan mereka menangis bersama.
"Aku minta maaf jika kemarin aku membentak mu. Aku hanya merasa kecewa dan frustasi karena berfikir bahwa kalian sudah mempermainkan perasaan ku. Tapi kakak sudah menjelaskan bahwa kau benar benar tidak mengetahui apa pun, bahwa kau tidak pernah mengkhianati atau pun membohongi ku" ucap Rania di sela isak tangisnya.
"Lepaskan aku!" seru Ale dari bawah selimut.
Rania pun yang terkejut langsung melepaskan pelukannya, kemudian Ale pun membuka selimutnya.
"Kau tahu, aku jadi tidak bisa bernafas jika kau memeluk erat seperti tadi... Haaah... Haaah... Haaah" ucap Ale mengatur nafasnya yang terasa sesak karena di dekap di bawah selimut.
"Hehehehehe... Kau mau memaafkan aku kan?" tanya Rania sambil menahan tawanya.
"Tentu saja, kau kan sahabat ku selamanya!" seru Ale sambil berlari memeluk Rania. Mereka pun berpelukan sambil tersenyum karena telah mengungkap kan isi hati masing masing. Sementara itu seseorang yang melihat kejadian tersebut pun ikut tersenyum dan bisa bernafas lega karena semua masalah telah terselesaikan.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Saat sore hari Rania dan Vero pun berpamitan kepada semuanya untuk segera kembali ke Ibu kota, karena mereka harus bekerja pada esok hari. Sementara itu Ale tetap tinggal di sana sesuai rencana awalnya yang ingin menghabiskan liburan semesternya.
__ADS_1
"Nia.... " panggil Vero saat mereka mulai berkendara.
"Ia Tuan" jawab Rania otomatis sambil menengok.
"Bisakah kau ganti panggilan tersebut jika kita hanya berdua?" ucap Vero kesal.
"Maaf Kak, sepertinya aku telah terbiasa dengan panggilan itu" jawab Rania sambil tersenyum.
"Hah... Baiklah tapi kau harus mencoba untuk panggilan lain saat di luar jam kerja" ucap Vero sambil menghela nafas pasrah.
"Baik lah Tuan" jawab Rania sambil tertawa melihat wajah Vero yang masam seperti jeruk lemon.
Mereka pun berkendara sambil bercerita tentang banyak hal yang terlewatkan, hingga tak terasa mereka pun telah sampai di Ibu Kota. Sebelum mengantar Rania pulang ke mess karyawan, mereka pun mampir ke sebuah resto untuk makan malam yang terlambat.
Vero pun yang telah tiba di apartemennya bergegas masuk ke dalam bathroom untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Beberapa saat kemudian ia telah berdiri di depan jendela apartemennya dengan segelas coklat hangat di tangannya. Ia pun memandang langit malam yang terlihat lebih indah sambil tersenyum memikirkan semuanya.
Malam terasa indah.....Sejak ku mengenalmu
Pagi semakin cerah.....Bila ku mengingatmu
Apa kah yang ku rasa benar jatuh cinta?
Mungkin kah aku jatuh hati padanya?
Hati ku terasa semakin rindu
Rindu ini hanya untuk dirinya...Sayang ini hanya untuk dirinya
Tuhan...aku jatuh cinta
Mungkin hanya cintamu.....Meluluhkan hatiku
(Lirik by Dygta - Jatuh Cinta)
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Tower STAR Grup
Pagi hari ini di mulai seperti biasanya, seakan tidak pernah terjadi sesuatu yang menggemparkan. Ketika Vero akan keluar untuk rapat dengan para direktur, ia pun meletakkan sebuah dokumen di meja Rania. Ketika sang Boss telah berlalu, Rania pun membuka dokumen tersebut dan terkejut karena di dalamnya terdapat sebuah memo yang di tulis tangan 'Siap kan makan siang seperti biasa, aku ingin menikmatinya dengan mu', isi pesan tersebut.
__ADS_1
Rania pun tersenyum saat membacanya.
Ternyata ia romantis juga, batinnya.
Saat sedang merapikan meja untuk makan siang mereka, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka.
Kriiieeet.....
Rania pun terkejut saat di lihatnya Olivia masuk ke dalam ruangan kerja tersebut dengan marah. Senyum Rania pun menghilang saat ia salah mengira bahwa yang datang adalah Vero.
"Sedang apa kau di sini?" seru Olivia marah kepada sekretaris Vero tersebut. "Lancang sekali kau masuk ke dalam bahkan berniat ingin makan siang dengannya! Kau selalu melarang ku untuk masuk, apa kau memang bermaksud untuk menggodanya selama ini?" ucap Olivia dengan berapi api karena apa yang di lihatnya membuatnya bertambah kesal.
"Maaf Nona, tapi bukan maksud saya untuk melarang nona selama ini. Saya hanya melakukan apa yang Tuan Vero perintah kan saja" ucap Rania menjelaskan dengan tenang.
"Berani sekali kau mengatakan hal itu! Mana mungkin Vero melakukannya kepada ku!" seru Olivia tidak percaya. "Makan siang apa ini? Sungguh tidak berkelas" ucapnya lagi sambil membalikkan nampan berisi makanan yang belum sempat di susun oleh Rania.
Praaangggg....!
Bunyi piring pecah yang berhamburan di lantai.
"Nona apa yang anda lakukan?" ucap Rania sambil menutup mulutnya karena terkejut dengan tindakan Olivia yang di luar dugaan.
"Aku hanya membantu mu untuk menyingkirkan semua makanan yang tidak layak untuk orang sekelas Vero" ucap Olivia sambil memandang Rania dengan sinis.
"Tapi anda tidak perlu sampai menumpahkannya seperti ini nona. Apakah anda tidak tahu bahwa para pekerja di kantin telah berusaha keras untuk membuat semua makanan ini. Lagi pula Tuan Vero juga menyukai makanan ini Nona" ucap Rania yang sedih melihat semua usaha staff dapur jadi terbuang sia sia.
"Sekarang kau mulai berani menjawab ku ya!" seru Olivia tambah marah, ia pun mengangkat tangannya berniat untuk menampar Rania.
Sementara Rania yang menduga akan hal tersebut pun hanya bisa menutup matanya, bersiap menerima pukulan tersebut.
"Apa yang coba kau lakukan?" seru seseorang sambil menahan tangan Olivia di udara.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
__ADS_1