
Kembali ke masa kini, Edwin yang terkenang akan kejadian di masa lalu pun menangis. Ia amat sangat menyesal karena lebih memilih ego nya di bandingkan dengan keutuhan rumah tangganya dahulu. Ia menyesal karena tak menemani sang istri di saat ia merasa kesakitan. Ia juga menyesal karena tidak bisa menemani Rania dalam masa tumbuh kembangnya, hingga sekarang sudah beranjak dewasa.
Ia bahkan menyesal karena telah ikut dalam rencana Fery yang telah menjebaknya sebagai seorang tersangka. Jika ia dahulu tidak mengaku mungkin ia kini bisa membangun kembali perusahaannya dan juga rumah tangganya. Namun sekarang semua sudah terlambat karena istri yang telah menemaninya saat merintis usaha kini telah berpulang ke pangkuan ilahi.
"Yanti, kenapa kau pergi lebih dahulu. Kenapa kau tak memberikan ku kesempatan untuk meminta maaf. Semoga kau tenang di sana Sayang, karena aku di sini telah mendapat kan hukuman karena mengkhianati mu yang setia mendampingi ku" ucap Edwin sambil menangis tersedu sedu. Ia kemudian pun berdoa untuk sang istri yang ternyata masih sangat di cintainya.
'Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar. Aamiin yaa rabbal ’aalamiin'
Artinya: "Ya Allah, ampuni lah, rahmatilah, bebaskan lah dan lepaskan lah dia. Dan muliakan lah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakan lah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cuci lah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan ganti lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang di tinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang di tinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang di tinggalkannya pula. Masukkan lah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya dan dari siksa api neraka. Kabulkanlah Ya Allah Kabulkanlah"
Istriku, aku berdoa semoga lelahmu jadi ibadah. Semoga semua hal yang kau lakukan untuk kami membawamu ke surga. Semoga engkau bahagia di alam sana. Aku menangis tersedu membayangkan wajahmu yang tak pernah mengeluh lelah, tak pernah meminta hal yang tak bisa kupenuhi. Kau sabar dalam menghadapiku yang sering kasar, bahkan tak peduli pada keluarga kita. Kau adalah ibu yang luar biasa, kesedihan terlihat menyelimuti wajah putri kita saat ia teringat bahwa kau telah tiada. Ia masih sering memanggil nama mu, sambil menangis karena merindukan mu. Kini ku sadar betapa berartinya diri mu bagi ku. Aku merasakan cinta yang menggebu ketika kau sudah tak lagi di sisiku. Istriku, sungguh maafkan lah aku yang bodoh ini. Yang menyadari cintaku padamu, ketika kau telah berbaring tenang di pusara mu, doa Edwin dalam hati sambil menangis.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Sementara itu di sebuah kamar apartemen mewah, tampak seorang lelaki yang tidak bisa memejamkan matanya. Ia hanya berguling guling di atas kasur ukuran king size. Fikirannya pun jauh berjalan mengingat ke masa lalu.
__ADS_1
FLASHBACK ON
Setelah selesai pemakaman Papinya, mereka sekeluarga pun kembali ke kediaman masing masing. Putra cukup bersedih karena hanya ia yang bisa menemani Papi ke peristirahatan terakhir, sementara Mami dan adiknya masih di rawat di rumah sakit. Ia pun harus membuat keputusan yang amat berat untuk di tanggung oleh anak seusianya.
Ruang keluarga di rumah keluarga Wijaya.
"Jadi apakah keputusan ini sudah mencapai kata sepakat oleh seluruh pihak keluarga Tuan Besar?" tanya pengacara keluarga mereka.
"Iya Pak sepertinya itu merupakan keputusan yang terbaik untuk semuanya" ucap Opa selaku orang yang paling tua di keluarga.
"Baik lah Tuan besar jika sudah final, maka segera akan saya kerjakan sesuai instruksi yang telah Tuan jelaskan. Untuk perusahaan saya akan segera melakukan rapat pemegang saham darurat untuk menentukan pemimpin sementara hingga Tuan Muda siap untuk mengelola perusahaan secara mandiri" jelas pengacara tersebut. "Saya juga akan segera mempersiapkan pesawat pribadi yang akan mengantar nyonya muda dan tuan muda ke luar negeri. Saya juga sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pengobatan nyonya muda juga pembelajaran Tuan Muda di sana nantinya. Saya sudah mencarikan orang orang profesional di sana" lanjut pengacara itu lagi.
"Baik Tuan Besar. Jika sudah selesai semua, saya permisi Tuan untuk membereskan semuanya" ucap pengacara tersebut sambil berdiri menundukkan kepala sebelum berjalan keluar. Opa pun hanya membalas dengan anggukan kepala.
Sekarang tinggal Putra dan Opa di ruangan tersebut, karena Oma sedang berjaga di rumah sakit. "Kemarilah Putra" ucap Opa lembut sambil menepuk pahanya agar cucunya mendekat.
__ADS_1
Putra pun berjalan menghampiri Opa dan duduk di pangkuaanya. Opa pun membelai dengan sayang rambut cucu lelakinya tersebut.
"Putra mulai sekarang harus bisa menjadi kuat, untuk menggantikan almarhum Papi menjaga Mami dan Putri. Nanti jika sudah tiba di luar negeri, Putra harus rajin belajar agar bisa tetap meneruskan dan membangun perusahaan Papi agar semakin besar. Tapi Putra juga harus tetap bisa menjaga Mami dan membantu Mami agar segera sembuh. Untuk Putri biar sementara ini Opa dan Oma yang akan menjaganya. Saat Putra sudah siap dan dewasa, maka Putra pun bisa menjaga adik" ucap Opa memberi wejangan kepada cucunya tersebut.
"Kenapa Putri tidak bisa ikut bersama Putra dan Mami saja Opa?" tanya Putra yang bingung.
"Itu karena Putri masih tidur panjang dan kita tidak bisa tahu pasti kapan ia bangun dari mimpi indahnya. Sementara Mami membutuhkan perawatan di luar negeri segera dan Putra menemani Mami agar ia tidak merasa sendiri di tempat baru. Apa Putra mengerti?" ucap Opa memberikan penjelasan kepada cucunya tersebut.
"Baik Opa" jawab Putra sambil tertunduk.
Selamanya aku akan membenci pembunuh itu! Karena dia aku kehilangan Papi! Bahkan sekarang aku harus terpisah jauh dari adik yang ku sayangi! Aku akan membalas semua ini jika sudah tiba saatnya! Ketika aku sudah besar dan kuat serta memegang kendali atas perusahaan Papi! Kau tunggu saja waktu itu PEMBUNUH!, batin Putra penuh amarah di dalam hatinya.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
__ADS_1
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏