
Karena ia tidak bisa menghubungi Bossnya itu, maka ia pun mulai membuka surat yang di tulis oleh Ibunya. Ia pun masih bisa mencium aroma tubuh mendiang Ibunya, bahkan ia bisa merasakan kehangatan menyelimuti nya ketika ia memeluk surat tersebut. Dengan perlahan ia pun mengeluarkan surat tersebut, yang meskipun sudah terlihat lusuh tapi tulisan tangan ibunya masih bisa ia kenali.
✉️ Teruntuk anak ku tersayang, Rania.
Mungkin ketika kau membaca tulisan ini, ibu sudah tidak bisa mendampingi mu lagi. Maaf kan lah Ibu yang harus mengambil keputusan sulit dengan meninggalkan mu di sana, tapi itu karena ibu yakin mereka akan merawat mu dengan baik. Mungkin kau bertanya kenapa ibu menyembunyikan semua ini, itu karena ibu tidak mau kau merasakan penderitaan ibu. Kau adalah harapan ibu untuk terus berjuang dan bertahan selama ini, tapi maaf kan lah ibu sekali lagi karena ibu harus menyerah pada akhirnya.
Rania pun berhenti sejenak untuk menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
✉️ Ibu mohon satu hal pada mu, Maaf kan lah ayah mu Nia. Ibu tahu ia tidak pernah berniat menyakiti ibu atau pun dirimu. Karena bagi ayah mu kau adalah malaikat kecilnya. Ia mungkin saat itu sedang tersesat dalam sebuah godaan yang tidak bisa ia hindari. Cari tahu lah keberadaannya Nak, karena suatu saat kau pasti akan membutuhkannya. Ibu tidak ingin kau menyesal nanti pada akhirnya.
✉️ Ibu berharap terakhir kalinya semoga kau bahagia. Jangan lah kau Terus tenggelam dalam kesedihan dan kebencian akan sesuatu, lihat lah dari sisi positifnya. Terus lah tersenyum Nia, karena hidup itu indah dan ada banyak hal yang bisa kau di syukuri.
Peluk dan cium terhangat dari Ibu.
"Ibu ajarilah aku bagaimana caranya untuk ikhlas dan selalu tersenyum meskipun hati ku tengah terluka" gumam Rania sambil menangis dan mendekap surat tersebut seolah mendekap sang Ibu.
Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra putrinya
Oh ibuku engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
__ADS_1
Pengorbananmu tanpa balas jasa
Ya Allah ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan
Di dunia juga di akhirat
(Lirik by Sakha - Ibu)
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Sementara itu di Tower STAR Grup.
Vero pun bergegas masuk ke dalam ruangannya, seharian ini ia punya banyak jadwal tapi fikirannya tidak bisa fokus ke pekerjaannya. Ia menjalani semuanya karena tanggung jawabnya sebagai CEO yang memiliki banyak karyawan yang kehidupannya bergantung kepada perusahaannya. Hatinya lebih tidak tenang lagi saat mengetahui bahwa ponselnya pun tertinggal, ia ingin kembali tapi tidak mungkin karena sudah separuh perjalanan.
Begitu tiba di ruangannya, ia melihat ponselnya di atas meja. Yang lebih membuatnya bersemangat adalah lampu notif yang menyala. Ia melihat begitu banyak pesan notif dan panggilan dari beberapa orang koleganya, tapi kemudian ada satu notif yang membuatnya tersenyum. Ada sebuah panggilan tak terjawab dari sekretaris pujaannya. Ia pun langsung membuka pesan dari Rania tersebut.
"Apa! Dia hanya mengirim satu pesan dan satu panggilan? Apa dia tidak mencoba untuk menelepon ku lagi? Padahal aku puluhan kali meneleponnya meskipun hanya operator yang menjawabnya! Lagi pula kenapa baru sekarang ponselnya aktif? Ke mana saja ia seharian kemarin sampai tak sempat mencharger ponselnya?" begitu banyak pertanyaan yang meluntas di otak Vero melihat tingkah Rania yang membuatnya beralih dari khawatir menjadi kesal.
Ia pun akhirnya mendial nomor Rania untuk memastikan bahwa semuanya baik baik saja.
Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut...
'Ada apa lagi ini? Kenapa ia lama sekali menjawabnya?' batinnya kesal.
Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut...
Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut... Tuuut...
📞 'Halo Tuan' jawab Rania setelah panggilan ke tiga
📞 'Kenapa lama sekali menjawabnya? Kau sengaja membuat ku menunggu lama?' ucap Vero kesal karena sebenarnya ia khawatir.
📞 'Maaf Tuan, tadi saya sedang di kamar mandi' jawab Rania berbohong, karena sebenarnya ia tadi sedang berusaha menenangkan dirinya setelah membaca surat dari sang ibu.
__ADS_1
📞 'Sudah lah tak perlu di perpanjang lagi. Apa kau sedang sakit? Kenapa suara mu sedikit parau? Apa kau menangis?' tanya Vero yang mendengar suara Rania yang berbeda dari biasanya.
📞 'Tidak Tuan, saya sehat sehat saja jadi untuk apa saya menangis Tuan?' jawab Rania,
Bagaimana ia bisa tahu jika aku habis menangis, batinnya.
📞 'Baik lah. Sekarang kau berada di mana? Berapa lama kau akan mengambil cuti?' tanya Vero kembali ke masalah pekerjaan 'Jangan lama lama cuti nanti pekerjaan mu menumpuk, kasian Jeff jika kau pergi terlalu lama' lanjutnya lagi.
'Baru juga satu hari aku tidak kerja sudah mulai di marahi, apa lagi jika aku cuti seminggu. Untung saja besok akhir pekan yang memang merupakan waktu libur ku' ,batin Rania.
📞 'Saya hanya cuti hari ini saja, karena benar benar ada urusan mendesak Tuan. Jadi saya akan mulai masuk kembali awal minggu, Terima kasih atas pengertian anda Tuan' jawab Rania.
📞 'Baik lah, selamat menikmati akhir pekan mu' ucap Vero langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Kemudian ia pun tersenyum karena sedang menyusun sebuah rencana di dalam kepalanya.
Ia pun kemudian memanggil Jeff melalui telepon interkom untuk segera ke ruangannya.
"Apakah masih ada jadwal penting yang harus ku jalani?" tanya Vero langsung saat sang asisten telah berada di hadapannya.
"Tidak ada pertemuan yang penting lagi Tuan, hanya meeting dengan para direksi saja Tuan serta beberapa dokumen penting yang harus segera di tanda tangani. Semua sudah saya pilah di meja anda Tuan" ucap Jeff menjelaskan.
"Baik lah akan segera aku lihat dan batalkan meeting tersebut, silahkan kau atur ulang jadwalnya" perintah Vero lagi "Satu hal lagi, tolong pesan kan aku makanan yang ada di kantin" ucap Vero lagi yang baru menyadari bahwa tidak ada sedikit pun makanan yang di telannya semenjak kemarin. Ia hanya minum untuk menghilangkan kekhawatirannya dan juga agar tidak dehidrasi.
"Baik Tuan" ucap Jeff dan segera berlalu untuk melaksanakan perintah atasannya.
Vero pun memejamkan matanya berusaha untuk istirahat sejenak setelah hari yang begitu melelahkan di lewatinya sejak kemarin.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Happy Weekend..... 😉 Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...
Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰
__ADS_1