Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Azas Manfaat


__ADS_3

“ Kamu tidur atau gimana Bi? “ Tanya Nando, aku rasa bahu nya sudah pegal menopang ku. 


“ Gak, tapi udah gak nangis” aku beranjak dari bahu nya dan melepaskan tangan dari lengannya. 


“ Udah mulai dingin, udah jam 2, pulang yuk, “ 


“ Yuk..” 


Nando langsung berdiri, dan mengulurkan tangan untuk membantu ku berdiri. Membersihkan celana dan Nando pergi ke penjual jagung tadi untuk membayar semua pesanannya. Lalu menjemputku, dan menggandeng tangan ku kembali ke arah parkiran mobil. 


Didalam mobil, tangan nya pun terus menggenggam tangan ku, entah apa artinya. Dan aku juga aneh dengan perasaan ku, gak ada lagi sesak menusuk di dada seperti tadi saat mengingat Dion. Aku coba lagi sedikit mengingat Dion, barang kali aku jadi sedih lagi. Dan Woww gak euy, gak ada ngefek apa-apa. Gila sentuhan Nando menyembuhkan ku. 


Jujur aku saat ini berdebar-debar, apasih yang dilakukan Nando? menmberikan bahu? memberikan lengan berototnya, lalu mencium pucuk kepala ku? ah itu belum seberapa di bandingkan Dion. Tapi kenapa ini buat aku kembali berdebar? sudah lama aku gak merasa perasaan ini, bahkan Dion pun tidak, Justru perasaan ini aku dapat saat pertama kali ayah dan Ibu Dion mengundang aku makan malam bersama, dan mereka menyambut ku luar biasa baik, dan pulang nya aku serasa ingin menari-nari. Seperti sekarang. 


Aku yang memanfaatkan Nando menutupi rasa kehilangan dengan Dion? Atau Nando yang memanfaat kan situasi? terserahlah, yang pasti saat ini perasaan ku lebih baik. Terus ini mau di bawa kemana hubungannya, aku gak perduli. Untuk saat ini biarkan seperti ini saja.


Gak terasa sudah sejam lebih kami menuju kos, dan sampai. Aku turun pamit dengan Nando. 


“ Kamu masuk dulu, gak usah liat aku pergi, kalau kamu udah masuk kamar, baru aku pergi..” 


“ Oke, aku turun ya, hati-hati” 


lalu aku turun dari mobil, sebelum sempat menutup pintu mobil, Nando memanggilku. 


“ Bi…” 


“ Ya…”


“ Tidur, jangan nangis lagi, kalau besok aku bangun tidur, aku telpon kamu, kita cari lemari pakaian” 


“ Ya… “ Jawab ku terkekeh, ingat juga ini Bapak Bos janjinya nemenin cari lemari pakaian di hari libur. 


*


*


Jam 10 pagi aku baru bangun tidur, aku mengecek chat dan pesan. Aku keingat Ibu, aku coba menghubungi Ibu, pasti jam segini lagi masak, dan pasti kalau aku telpon dia akan mengobrol panjang, merangkum informasi yang terjadi sejak terakhir aku menelpon nya.


" Hallo Sena…" Ya, di keluarga ku, aku dipanggil Sena, rindu suara ibu yang memanggilku. Kalau dia tau aku baru bangun dan belum beranjak dari tempat tidur.


" Bu… sehat? lagi apa? "


" Sehat, Lusi tu yang sedang demam, bapak, ibu, Rori, sehat semua.. kamu gmn Nak"


" Sehat bu, Ibu lagi apa? "


" lagi masak nak, mau buat semur ayam, yang sakit minta semur ayam, eh kamu udah makan? udah sarapan? "


" Belum bu, aku baru bangun, ahahhahahaha "


" eh, dasar kamu ya, gak ada Ibu yang ngawasin, se enak enak nya bangun tidur ya, itu kamar di buka jendelanya, di ganti sprey nya, di sapu, pasti kalau hari kerja kamu gak bisa ngerjain "


" iya buuuu, gak usah ngomel-ngomel bu, anak nya jauh juga kena omel, ini mau bangkit, mandi, mau siap2 keluar cari makan, terus mau beli lemari "


" wah mau belanja, banyak duit nya masih nak? " canda ibu

__ADS_1


" udah habis, Ibu kan udah sena kirimin kemarin,, lemari nya gak ada bu, masih pakai koper, mumpung ada teman yang mau ngantarin cari cari "


" ya, gpp, nanti kalau pulang bisa di jual hahhhahaha, pergi sama siapa teman nya? cewek atau cowok? "


" hahahaha ibuk nanya nya ky mau introgasi aja "


" oh ya, kemarin Dion kesini, udah lama gak ketemu, kurusan dia haha, rindu kamu katanya, main sama Rori "


Agak kaget dengar Dion ke rumah ibu kemarin? berarti setelah malamnya perang besar, positifnya berarti dia baik-baik saja


" cerita apa dia bu?" tanya ku penasaran


" Gak ada, cuma main aja lama sama Rori, Ibu suruh VC sama kamu dia gak mau"


Syukurlah, dia gak cerita aneh-aneh sama ibu tentang aku pulang malam. 


" Ya lah bu, aku mau siap-siap dulu, takut teman ku datang jemput aku belum siap"


" ya nak, hati hati ya di kota orang, jaga diri, pandai-pandai pilih teman"


" Ya bu…"


Telpon langsung di tutup, aku bangkit, dan menuju ke kamar mandi, bersiap-siap, se gak nya mau sarapan dulu, sebelum Nando datang, karena mungkin manusia nya masih tidur.


*


*


keputusan ku membeli sarapan ku rasa tepat. Karena sampai pukul 1 siang, Nando belum ngabarin apa-apa. Mungkin benar-benar belum bangun. 


Panjang umur, tiba-tiba Risna mengirim pesan. 


" Sist.. lagi apa?"


" lagi nonton di kos, lg dmn sist?"


" Biasalah, jadwal ngapel..hahahaha"


" ih, mau pamer ya? "


" Gak, aq tu lupa sampaikan ke km, km tau mas Dean kan? anak marketing"


" Iyes, knp?"


" Dia titip salam sm km" chat Risna dengan emoticon love


" Oh ya? hahaha, salam kembali"


" Nanti malam dia ngajak kita double date, hahhaha, mau? "


" Gak deh kalau nanti malam sist, udah ada janji aku"


" Kamu? janjian sama siapa? dah ada teman ni sekarang, hahahhaa "


" hahahaha, kalau besok mungkin bisa, nantilah aku kabari lagi ya"

__ADS_1


" oke sist, berkabar aja, nanti aku sampaikan ke mas Dean, jadi ya, karena dia keren banget, cocok lah sama kamu"


"Siipppp"


Haduh, kok mendadak ada yang nyalamin ni, mana mas Dean keren banget memang. Liat besoklah.


Tiba-tiba pintu kamar ada yang ngetokin, dan aku bergegas membuka nya. 


"Eh kok gak ngabarin dulu? " saat aku buka pintu, ternyata Nando udah berdiri di depan nya. 


" Lupa, aku langsung berangkat aja tadi"


"yuk, mau langsung pergi?"


" hayuk, aku lapar, belum makan, "


ih, dia gak aja aku udah nunggu berapa lama, dan kalau gak makan dulu, mungkin dah kambuh magh ku.


Kami langsung berangkat makan, kali ini makan lotek, di tempat yang kata nya Nando lagi viral, dan dia pengen nyoba. Enak banget lotek nya. Dan pasti nya ruammmee banget. 


Setelah selesai makan, Nando langsung mengajak ku ke jalan yang kiri kanan nya penjual perabotan. Harga nya juga terjangkau, dan model-model nya juga banyak. 


Aku memilih lemari kayu polos warna putih, design minimalis dan tidak terlalu besar, aku pikir untuk kamar ku pas, gak buat kamar terlalu sempit. 


" Ini aja ya Ndo, " aku meminta pendapat Nando untuk pilihan ku


" Bagus sih, ini aja? langsung bayar? "


" Iyalah, dari pada lama-lama milih"


Aku dan Nando berjalan menuju kasir, Tapu Nando tiba-tiba mengeluarkan dompet nya. Melihat itu aku lantas buru-buru menolak.


"Ndo, No! aku bayar sendiri ya"


" Gpp, simpqn uang kamu buat yang lain, ini aku bayarin " 


" Gak lah, aku gak mau " aku langsung menahan tangan Nando dan mengambil dompet ku. Aku bayar ke kasir, dan Nando hanya terkekeh melihat ku.


"Aku bilang aku mau beli, uang nya udah aku sisihin dari kemaren. Simpan duit kamu, kalau suatu hari aku butuh, aku pinjam, okee" pesan ku pada Nando. 


" Baik Neng.."


Setelah membeli lemari, kami bergegas menuju kos, menunggu lemari sampai diantar oleh toko furniture. Kami berencana nonton saja di kos, karena gak ada TV kami nonton di laptop aja. Ide.Nando untuk membeli proyektor nonton yang kecil aja. Harga nya juga terhangkau kata nya. Aku menuruti nya saja.


Kami singgah di toko komputer, dan membeli proyektor tersebut. Setelah itu kami menuju kos.


Gak lama kami sampai, lemari ku juga sampai, dan Nando membatu untuk mengarahkan posisi lemari. Aku menyalin semua isi koper  yang tidak seberapa itu ke lemari baru, dan bersiap menonton TV bersama Nando.


" Aku mau makasih dulu sama lemari nya Bi"


"Loh Kok?"


" Gara-gara lemari aku ada alasan hari libur sama kamu hahahaha"


Nando tertawa, aku hanya keheranan sambil tersenyum melihat Nando. Aku membuka laptop, dan mencari aplikasi nonton ku. Nando membantu menyambungkan dengan proyektor baru, otomatis lampu harus di matikan.

__ADS_1


Pintu kos pun aku tutup. Kami menonto film action, yang dipilih Nando, karena Nando gak suka film drama katanya. 


__ADS_2