
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa. Aku mulai disibukan dengan semua pekerjaan ku di kantor. Nando pun begitu, Nando ingin mengambil cuti, jadi saat ini dia mulai memborong pekerjaan agar hotel smooth saat di tinggal cuti.
Tujuan cuti adalah ingin menemui papa nya, terkait rencana pernikahan kami. Tiap hari kami deg degan menunggu waktu itu datang, ah, sesulit itu kah untuk kami bersama? Terlalu panjang, tapi aku dan Nando siap menerima semua nya. Nando bilang dia akan meninggalkan semua nya jika ayah nya tidak setuju.
Lalu aku?
Apabila posisi itu di balik, apakah aku sanggup melakukan se-ekstrem yang dilakukan Nando nanti? aku mencintai Nando bukan karena uang, dan aku siap jika harus hidup hasil dari gaji yang kami punya saja. Tapi aku lupa, Nando sudah terbiasa hidup berada sejak kecil, walau pun dia pekerja keras, pasti gak mudah bagi Nando melewati proses itu.
Komunikasi kami di kantor tidak seperti dulu lagi. Paling saat jam makan siang Nando meminta ku memesan makanan, dan kami makan bersama di kantor ku atau kantor nya. Saat itulah yang aku manfaatkan untuk melakukan evaluasi hasil kerja ku selama di tinggal Nando. Sedangkan saat di perjalanan pulang, dan kadang Nando singgah di apartemen, kami membahas masalah pernikahan dan resiko nya lagi. Entah bagaimana terbentuk nya kebiasaan itu, aku dan Nando bisa di bilang sama sekali tidak membahas masalah pribadi kami di kantor.
*
*
Malam ini Nando menginap di apartemen, karena lusa dia sudah berangkat ke kota tempat papa dan mama nya berada. Mama nya berjanji akan membantu Nando untuk meyakinkan papa nya.
Aku lihat Nando sangat kelelahan akhir-akhir ini. Setelah kerja, dia tertidur lebih cepat, kadang pun lupa untuk menelpon ku. Malam ini pun demikian. Wajah nya capek, walau pun Nando tetaplah Nando, berusaha untuk tetap ceria, dapat bercanda, dan memanjakan ku.
" Kamu akhir-akhir ini letih banget yank,,, gak usah di paksain kerjaan nya.. Masih ada waktu juga" Ucap ku pada Nando. Nando langsung menyandarkan diri ke sofa, dan melihat ke arah ku yang duduk di samping nya.
" Aku takut aja, gak tau kan kapan bisa balik, nanti semua ini itu urgent, aku nya juga gak nyaman cuti. Sedangkan kamu tau lah, aku berangkat besok, belum tau hari itu juga aku bisa ketemu papa dan mama"
Benar juga, dengan kesibukan ayah nya, Nando bisa bertemu ayah nya mungkin dua sampai 3 hari kemudian.
" Ya, masih ada besok kan buat siap-siap. Jangan di paksain, nama nya kerjaan pasti tiap hari ada. Terus operasional juga pasti akan tetap berjalan walau gak ada kamu"
Aku mencoba memberi semangat ke Nando, karena Nando yang biasanya bekerja lebih santai dan teratur, akhir-akhir ini malah jadi terlihat terburu-buru dan stress. Mungkin karena posisi baru nya, Nando jadi masih butuh penyesuaian lagi untuk ritme kerja.
Nando memeluk ku. Dari sini aku merasakan pasti ada sesuatu.
__ADS_1
" Atau, sebenernya kamu cuma mau mengalihkan pikiran mu ke pekerjaan Ndo? Kamu stress karena mau bertemu papa kamu?" Ya, bisa jadi. Nando menyibukan diri karena stress masalah ini.
Nando hanya diam, gak menjawab atau bereaksi. Mata nya menatap televisi, dan aku tau, kalau aku tanyain dia juga gak bakal tau apa yang dintonton nya sekarang.
" Ndoooo" Panggilku
Nando masih diam termenung..
" Nando...." Panggilku lagi dengan suara lebih keras. Padahal aku masih di samping nya dalam posisi masih di peluk.
" Eh,,,, ya yank" jawab nya sambil memalingkan wajah ke arah ku.
" Kamu kenapa? Kamu siap gak? Atau kita tunda aja waktu nya sampai kamu siap? Aku bingung liat kamu seperti ini? "
" Siap,, mau di simpan sampai kapan, walau gak sekarang suatu hari aku dan kamu juga bakal hadapi ini lagi. Cuma masalah waktu. Kita selesaikan aja lebih cepat lebih baik"
" Ya baik, apa pun itu, kamu tetap kabari aku ya. Ayah mu setuju atau gak, kamu kabari aku"
*
*
Pagi pun datang, hari ini terakhir Nando bekerja sebelum cuti nya. Kami pun berangkat lebih pagi, untuk sarapan dulu. Nando terlihat lebih cerah dan gak setegang kemarin.
" Enakan tidur nya bos? " tanya ku.
" Lumayan, agak seger, Besok aku berangkat pagi, kamu aja yang antar ke bandara ya, izin gak ikut briefing"
" Kok?"
__ADS_1
" Biar mobil bisa kamu pakai, nanti kamu butuh kemana-mana saat aku gak ada repot"
" Gak lah, masih ada ojek online juga Ndo, gak enaklah kalau mobil kamu aku pakai. Sampai di Ibu owner nanti ceritanya"
" Gpp, mama aku juga udah tau hubungan kita"
Aku anggukan kepala ku. Bukan berarti aku iyakan. Aku hanya menjaga mood nya hari ini. Gak mau berdebat dulu. Toh aku bisa tinggalkan saja mobil itu terparkir di apartemen, dan menggunakan ojek online ke hotel. Sesimple itu.
Kami pun melanjutkan perjalanan ke hotel. Dan berpisah menuju kantor masing-masing.
Di briefing juga aku lihat Nando lebih selooow dari pada kemarin. Hanya memberi mandat bahwa selama dia gak ada, Pak Thomson akan menggantikannya dalam pelakasanaan operasional hotel. Selebihnya yang menyangkut biaya, mohon untuk membicarakannya lewat chat atau telepon.
Briefing selesai. Dan aku kembali ke kantor. Karena pekerjaan yang tidak terlalu banyak terkait laporan, aku menemani anak-anak receptionist berdiri di counter.
Suasana lobby agak sepi. Karena tidak ada event beberapa hari kedepan. Hanya tamu-tamu walk in yang ingin berakhir pekan. Kebanyakan keluarga.
" Pak Nando mau cuti ya mba?" tanya salah satu receptionist pada ku.
" Iyes.. Mulai besok. Kenapa tu?" tanya ku balik
" Gak, keliatan bapak sibuk banget akhir-akhir ini. Sampai udah jarang banget singgah di FO"
" Hahahahaaa... Gpp, dia lagi banyak penyesuaian dengan ritme kerja nya GM. Tapi gak berubah kan? Masih ramah sama kalian?"
" Ya iyalah,, dia mana pernah sombong mba..."
" Syukur lah.. "
Lalu kami bercerita tentang hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini. Hambatan yang mereka rasajan setelah tidak ada asisten manager lagi, dimana supervisor aku upgrade pekerjaan nya untuk menggantikan pekerjaan asisten.
__ADS_1
Jawaban dari mereka cukup postif, karena memang hotel sudah berjalan operasional dengan baik saat masih ada Nando dan aku, jadi hanya mungkin si supervisor yang agak menyesuaikan dengan pekerjaan baru nya seperti aku saat ini.
Aku sedang suka suka nya dengan team ku saat ini. Semoga turn over karyawan ku gak tinggi, sehingga mereka yang sudah kenal aku, dan aku tau karakter mereka, bisa bekerja sama lebih lama lagi.