
Benar, Ibu Dion malah banyak bertanya bagaimana konsep untuk lamaran yang aku inginkan. Pakaian yang akan aku gunakan, dan mau di adakan di rumah atau di hotel.
Ah, aku bingung harus bereaksi bagaimana, karena sejujurnya itu hanya fiktif belaka, karena aku tidak menerima lamaran Dion.
"sayang nya kamu gak libur ya Bian, kalau gak kita bisa ke mal, hahahhaa" ucap Ibu Dion
" Maaf tante, selama ada event ini kami gak bisa libur. Pulang pun setelah acara selesai boleh nya. Ya sekitar jam 10-11 malam" jelas ku
" Kos kamu jauh dari sini ? kamu pakai apa ke kantor?"
" Gak tante, cuma satu kali bus, tapi biasanya bian nebeng teman, kalau pulang malam di antar driver tante"
" Ya sudah, kalau kamu mau kerja kembali silahkan, tante mau kembali ke kamar dulu, sehat-sehat ya Bi, sampai ketemu lagi, kalau ada waktu besok kita masih ketemu kan"
" Iya tante, tante istirahat saja dulu" aku menyalami nya, mencium pipi kiri dan kanan, dan lalu pergi menuju ke lobby kembali.
Rupanya Nando melihat adegan tersebut, aku meliriknya, dia hanya tersenyum sangat manis. Ini tidak seperti kemarin. Syukurlah pikir ku.
Kembali ke lobby dan karena aku lihat tidak terlalu ramai, aku kembali ke kantor ku. Aku mengerjakan pekerjaan untuk persiapan check out besok. Aku juga di minta Nando membuat semua resume dari complaint yang terjadi selama event. Mengingat aku akan cuti setelah event ini selesai, aku mengangsur nya dengan segera. Biar besok aku tidak terlalu sibuk.
Tidak lama kemudian, Risna menelpon ngajak makan siang bareng. Aku langsung beranjak meninggalkan kursi ku. Saat sampai di depan pintu, rupanya Nando juga di pintu ingin masuk ke kantor nya.
Bisa-bisa nya sambil sisihan si Pak Bos mesum mencium bibirku. Aku mengernyitkan alis mata ku, tapi dia malah tersenyum konyol seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Aku lalu izin untuk makan siang, dan di kode dengan mengangkat jempolnya, yang artinya "oke".
Saat makan siang seperti biasa, kami tertawa cekikikan, entah apa yang kami bicarakan. Aku juga tidak lupa menitipkan surat cuti ku ke Risna. Aku sih cuti, gak tau status Nando nanti apa. Karena sebenernya Asisten dan manager gak boleh mengambil cuti bersamaan.
Nando juga belum memberi tahukan ku, apakah dia di kota ku sampai 15 hari atau hanya di awal saja. Nanti aku akan tanyakan langsung, mengingat aku juga harus memesan tiket pesawat.
Hampir satu jam kami mengobrol dan akhirnya aku meninggalkan Risna and the gank, karena aku pikir lobby akan mulai ramai, karena acara akan break sampai pukul 3 saja.
Aku kembali ke kantor untuk memperbaiki penampilan ku. Setelah terlihat rapi kembali, aku langsung ke lobby. Benar saja, karena jam istirahat yang lumayan panjang, banyak peserta yang menyempatkan diri keluar hotel. Saat ini mereka baru masuk kembali ke hotel.
Walaupun agak letih aku tetap berdiri di depan, dan menunggu sampai benar-benar sepi, baru aku beristirahat kembali ke kantor. Aku meluruskan kembali kaki ku, juga melanjutkan pekerjaan kembali.
Nando yang hilir mudik sesekali memandang ke arah ku dan tersenyum. Aku juga mendapat Informasi, bahwa acara malam ini hanya sampai makan malam saja, dah tidak ada pertemuan, artinya aku bisa pulang lebih cepat. Lebih baik nya lagi, aku bisa pacaran dulu.
Aku pun langsung chat Nando, untuk menyampaikan pulang malam ini aku mau jalan-jalan dulu, aku rindu. ternyata balasan Nando di luar dugaan, dia letih sekali, kalau mau di unit saja, Nonton. Aku terima tawaran nya. Tapi aku harus singgah ke kos untuk mengambil pakaian.
Kode kilat, yang artinya di tunggu di mobil, hahahahaaa, aku pun bergegas mengganti pakaian dan menuju mobil.
" Besok kita gak bisa keluar ya, pulang kerja aku mau packing" ucap ku sesampainya dimobil.
"Oh ya, jumat udah berangkat? atau jadi sabtu pagi?" tanya Nando
" Bagus nya pagi aja yank, kalau malam, aku gak mungkin lagi bawa kamu ke rumah.. waktunya pendek"
__ADS_1
" Oke, "
" Terus kamu mau berapa hari di sana? karena kalau aku rencana nya 15 hari, gak mungkin kita dua dua nya cuti sepanjang itu"
" Siapa yang bilang? kalau kamu 15 hari, aku 15 hari juga,,, kalau kamu 5 hari, aku 5 hari juga"
" Ya gak enak aja aku sama teman-teman di kantor, masa kita berdua libur sepanjang itu"
" Yang bilang aku mau libur siapa?"
" Lah terus? "
" Aku mau kerja sayang, aku di tugaskan ke proyek hotel baru, oleh Ibu owner, gitu kok, kalau kamu iya cuti"
Aku langsung menggeleng-gelengkan kepala. Gak habis pikir, rupanya seperti ini rasa nya pacaran sama owner, dia bisa melakukan apa aja, kapan saja, dimana saja, aneh nya yang tau cuma bisa diam. Kata Risna dia gak pernah ambil kesempatan sebagai owner, terus ini apa? Risna penyebar info yang gak pasti.
Kami senpatkan melewati kos dulu, untuk mengambil baju ganti ku. Lalu seperti biasa langsung menuju unit, dan mandi. Selesai mandi mengambil posisi ternyaman, untuk menonton TV. Kami menonton sambil memakan makanan yang tadi di beli di jalan.
Kalau biasanya Nando yang berbaring di paha ku, hari ini kebalikannya. Nando pun lantas membelai-belai rambutku. Kali ini film yang di tonton film romatis, hingga aku bisa merasakan si dedek ikutan bangun, mungkin mau nonton. Nando mulai gelisah, aku langaung ingin menyelamatkan diri, tapi di tahan nya. Untuk pertama kali aku diminta Nando menyentuhnya, Nando menangkap tangan ku, dan meletakkan nya tepat diatas si dedek. Aku terdiam, lalu menarik kembali tangan ku.
Nando juga tidak memaksa kembali. Dia lalu diam, aku pun diam. Setelah film selesai, aku membalikan wajah ke arah Nando, dan Nando mengakat kepala ku, kami kembali berciuman, sangat lama, Nando kembali meletakan tangan ku untuk merasakan si dedek yang sudah kembali on point.
Aku mengikuti pola permainan Nando, tangan nya mulai piknik, yang awal nya di luar, sekarang sudah mulai masuk ke dalam pakaian ku. Aku biarkan, mungkin ini rapelan untuk selama 15 hati gak bakal bisa sepanas ini kalau pacaran.
__ADS_1
Tanpa sadar kaos yang aku gunakan tadi, entah kemana terlempar, menyisakan dalaman saja, Nando juga.
Entah berapa lama kami berdua dalam situasi yang di inginkan, akhirnya kelelahan, dan Nando menyuruhku masuk kamar untuk tidur. Nando pun beranjak kekamar nya. Tidak lupa kunpungut kaos yang ternyata sudah terlempar ke di meja TV.