Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Liburan


__ADS_3

Judul nya mendadak liburan atau liburan mendadak. Apa pun itu, terimakasih bapak bos, Pak Bro, Bapak Owner, terserahlah.


Berharap semua nya seru. Karena ternyata kami gak menuju Singapura. Tapi Johor, menurut Nando, biar bisa menikmati wisata kuliner. Beneran dengan tujuan itu atau dia ingin berhemat. Hari pertama kami seharian main di Johor, sejak mata melek, sampai matahari terbenam. Walau di kesankan ini permainan anak-anak, tapi banyak juga wahana juga menguji nyali. 


Malam di Johor tidak jauh beda dengan Indonesia, tapi memang di banding Singapura makanan nya lebih cocok dengan lidah kami yang memang pemburu food street. 


Setelah puas berburu makanan, kami kembali ke hotel, dan mengumpulkan tenaga, jangan ada yang nanya kami sekamar atau tidak, ya, kami sekamar. Ngapain aja? Dilarang bertanya, hahhhhaha, yang pasti gak cuma saling cari-carian kutu rambut aja…


Pagi, sesuai jadwal, bus yang akan mengantarkan kami ke studio negara sebelah nya lagi sudah datang. Satu harian kami bakal disana dan sore kembali lagi ke johor. Pesan Nando, jangan satu foto pun bocor di sosmed, karena alasan aku cuti pulang ke kota ku. Ya aku ikuti aja apa mau nya pak Bos.


Semua kegiatan liburan dua hari ini benar-benar membuat aku lupa apa yang terjadi sebelum nya. Besok kita sambung mikir nya, setelah balik ke dunia nyata. Sekarang mau jadi princess dulu.


Selama liburan Nando benar-benar memperlakukan aku bak princess. Semua yang aku mau di turutin. Usaha Nando untuk membuat aku tertawa sementara, sukses. Setiap di perjalanan pulang ke hotel, Nando selalu bertanya apakah hari ini aku bahagia. 


Aku selalu bahagia setiap bersama Nando. Besok, kami kembali ke kota C. Nando akan langsung masuk bekerja. Tapi aku masih punya cuti dan pengganti libur lainnya sekitar 10 hari lagi. 


Rencana yang sudah aku susun, aku akan pindahan ke apartemen. Setelah itu, aku akan menikmati liburan di rumah saja. Semoga Nando gak sibuk di kantor, jadi punya waktu untuk menemani aku selama cuti nanti.


Akhirnya kami menuju bandara lagi. Dalam minggu ini, aku rekor untuk jam terbang, karena dalam satu minggu ini, aku sudah naik pesawat 3 kali. 


" Apa rencana kamu buat membunuh waktu selama cuti yang masih terisa?"


" Pindahanlah, pindahan yang tertunda…" jawab ku


" Ajak Risna ke apartemen kalau aku lagi gak ada. Gpp kok..anggap aja kamu tinggal sendiri. Tapi kabarin ya kalau kamu lagi ada tamu, biar aku gak tiba-tiba jadi gila kalau ketahuan konyol di depan kamu terus keliatan mereka"

__ADS_1


Aku tertawa mendengar kata-kata Nando.


" Kalau lagi konyol gpp kaya nya Pak bro… yang susah itu kalau pak Bro lagi gerepeh-gerepeh hahahhaha …" Jawab ku mencoba becadain Nando. 


" Kalau mereka nanya itu apartemen siapa, kamu bilang ngotrak ya,, kalau mereka melanjutkan pertanyaan, bilang aku yang bantu bayarin, tambah-tambah" 


" Siap Pak Bos.." 


Kami pun mendarat, dan pulang ke habitat masing-masing. Aku pulang ke kos. dan beristirahat. Bukan nya pulang, Nando malah ikutan istirahat di kos ku.


" Kamu gak pulang? " tanyaku melihat Nando langsung membaringkan diri di kasur cantik ku. 


" kaya nya aku udah mulai gak bisa tidur kalau gak pakai guling yank" kata nya sambil mengedipkan mata genit nya kepada ku. 


" Emang dirumah gak pakai guling??" 


Aku gapai tangan Nando dan memeluknya. 


“ Nikah yukkk” kata Nando dan berhasil membuat aku mendorongnya sampai terpental ke lantai. 


“ Jangan latah deh Pak, mentang-mentang aku sedih gagal lamaran, langsung di ajak nikah…” Canda ku


“ Kenapa emang nya, biar bisa sama-sama terus… gak mau nikah sama aku? karena aku bukan anak walikota? “ 


“ Apaan ? anak walikota aja lagi patah hati disana “ 

__ADS_1


“ Hahaahahahaaa.. sedang apa dia kira-kira ? “ 


“ Gak tau lah, kalau aku jawab, karena aku tau, nanti yang ada HP ku di obok-obok… “ 


Nando langsung melemparkan bantal ke arah ku. 


“ Serius aku ngajak nikah ni, dah umur segini juga,, “ tanya Nando lagi


“ Becanda Pak, panjang urusan nya kita…” 


“ Ahhhhh…..” Nando langsung mengenggelamkan kepalanya ke dalam bantal. Seperti mengerti maksud dari kata-kata ku tadi. 


“ Buat anak aja, biar instan proses nya “ katanya lagi. 


“ Maap lahir batin Pak, Big No…, aku mau nikahan cantik, di tempat yang cantik, pakaian yang cantik, dan semua orang bahagia, bukan terpaksa” 


Nando lantas memalingkan mukanya ke arah ku, dan melihat ku dalam dengan muka serius. 


“ Sesulit itu Yank buat kita sama-sama?”


“ Sulit gimana? Kan udah sama-sama sekarang ? “ 


“ Gimana nanti ya, sekarang lagi pengen bahagia, gak di usik dengan pikiran-pikiran itu dulu, yang penting kita jalani dulu”  Nando benar-benar keliatan galau waktu bicara seperti itu. Dan jujur, aku menahan air mata liat ekspresinya. Dan sedikit aja kalau Nando bahas lagi, mungkin aku nangis. Gak mau kehilangan Nando sekarang. Walau mungkin makin lama makin sulit, tapi sekarang gak mau. Titik. 


Aku lantas mengecup bibir Nando, biar dia gak lanjut membahas itu. Nando tidak membalas. Malah langsung memejamkan mata, pura-pura tertidur.

__ADS_1


Aku coba mencari kesibukan dengan menyalin isi lemari ke kardus yang sudah aku siapkan sebelum aku berangkat pergi kemarin. Tidak ada barang-barang yang harus aku packing untuk pindahan, mata ku menatap lemari pakaian yang baru dua bulan ku beli, dan syukurnya sudah di booking oleh teman kos ku, di beli dengan harga jauh di bawah harga beli ku. Ya daripada gak jadi uang juga. 


Aku lalu menatap Nando yang benar-benar tertidur di tempat tidur ku, aku pun mengantuk, lelah liburan mulai menyerang. Semoga besok bisa bangun dengan lembaran yang lebih baik. Buat aku dan Nando. 


__ADS_2