
Paginya aku terbangun, ku lihat Nando tertidur di sofa. Satu tangan nya masih memegang Hp. Aku yakin Nando tertidur saat sedang bermain game. Sampai tidak bisa berjalan lagi ke kamar.
Aku menuju dapur, aku cek kulkas, wokgeeh, ini real unit milik cowok, isi kulkas cuma air mineral coyy. Di frezeer pun hanya ada sebungkus nugget, tapi gak ada minyak goreng nya. Untung ada tea dan kopi di atas meja makan. Yang aku gak tau expired nya tanggal berapa. Aku buatkan saja untuk Nando juga. Kalau keracunan, paling mati berdua.
Aku bangun kan Nando, Nando hanya bergumam. Aku ulangi lagi, dia malah pindah ke pangkuan ku, dan memeluk pinggang ku..
Karena ku lihat gak ada niat baik dari Nando untuk bangun, aku putuskan untuk main HP lagi. Lanjut drama korea lagi. Belum selesai satu episode Nando bergumam lagi. Seperti nya dia udah bangun.
" Bangun wooyy, itu aku buat kan kopi" ucapku.
" Kamu beli? "
" Gak, yang ada d atas meja dalam toples"
" Ih itu gak tau udah berapa lama, udah expired mungkin" jawab Nando sambil bangkit duduk, tapi tetap meneguk kopinya.
" Udah aku minum kok ini, liat, aku masih hidup, gpp" kata ku sambil menyeruput kopi ku lagi.
" Gak lucu aja, masa nanti di temukan dua sejoli, mati di identifikasi karena minum kopi kadaluarsa" canda Nando.
" Sarapan yuk? keluar, " ajak nya lagi.
" abis sarapan antar aku pulang ke kos ya…" pinta ku
" Gak jadi deh, online aja" jawab Nando dan langsung tidur lagi di pangkuan ku.
" Biaaaannn…. " teriak nya
" Ya…"
"sore ajaaaa" ucap Nando sok manja.
Aku menggelengkan kepala heran, lalu memesan sarapan lewat aplikasi lagi.
Saat menunggu makanan datang, aku menyampaikan ke Nando, aku menerima tawaran nya untuk pindah ke apartemen ini. Ya, setidaknya setelah ini aku bisa mengirim Ibu dan Ayah uang lebih dari biasanya.
Nando senang mendengarnya, alasan nya akhirnya unit ini tidak kosong lagi. Tak lama kemudian, sarapan kami pun datang. Setelah makan, aku dan Nando memutuskan untuk mandi. Untungnya kemarin aku bawa baju lebih saat berkemah. Jadi bisa untuk ku gunakan hari ini.
" Kira-kira, kalau kamu kenalkan aku ke ayah Ibu mu, mereka reaksinya gimana ya Bi,," tanya Nando, setelah mandi dan sambil ngemil, lalu nonton di ruang TV.
" Gak tau, gak kebayang… kaget pasti, karena mereka tau nya kan aku masih sama Dion" jawab ku enteng
__ADS_1
" Dia kenapa ya? aneh, udah putus ngajak lamaran, mau ngapain?"
" Iya, aku juga penasaran apa yang dia rencanakan, kalau ketemu, aku udah berencana bakal benar-benar melawan nya, apa mau nya dia, biar aku layani" jawab ku jutek.
" Emang berani? " Nando terlihat ragu dengan kata-kata ku.
" Berani donk, kamu fikir selama ini aku gak melawan sama dia? kalau kemarin-kemarin aku keliatan nya diam, karena aku jaga-jaga jangan sampai dia cerita macam-macam ke Ibu, nanti Ibu khawatir" Jawab ku meyakinkan.
Lalu Nando tertawa dan dan menggosok-gosok rambutku. Aku sendiri hanya mengernyitkan alis mata ku.
Melihat reaksi ku, Nando mengecup bibir ku, dan aku membalas nya. Lalu kami melanjutkan nonton kembali.
Setelah selesai nonton, kami pun bersiap meninggalkan unit, makan sore, karena makan siang tadi ter-skip.
" Kamu bisa nyetir Bi?" tanya Nando.
" Bisa, aku di kota ku juga bawa kendaraan sendiri" jawab ku
"Lalu kenapa gak di bawa kesini?"
" Kalau aku bawa, di sana ayah gak punya mobil, kalau ada apa-apa susah. Kalau disini, bisa kan aku pakai ojek online"
"Kalau aku pinjamin atau kita beli aja gimana? gak yang mahal ya, yang kecil aja, buat kamu pulang pergi kerja, biar gak ngojek atau nebeng Risna lagi"
" Gak lah,,, cuma dengan cara menebeng aku bisa berteman dekat dengan Risna" jawab ku, dan di oke kan oleh Nando.
" Tapi besok aku standby kan deh satu mobil di sana, bisa kamu pakai kalau butuh" tambah Nando lagi.
" Kok? kamu mulai malas ni ngantar-ngantarin aku? makanya aku di minta setir sendiri?"
" Gak lah sayang, cuma mikir kalau kamu mau kemana-mana di daerah apartemen agak jauh-jauh, gak kaya di kos"
Benar juga, aku harus keluar dari area apartemen kalau mau beli pecel lele. Ah terserah Nando aja. Aku manut. Aku juga sudah terlanjur buat keputusan untuk tinggal di apartemen nya. Jadi aku juga harus ikut aturan nya, termasuk menerima resiko nya.
Gak lama kemudian kami pun sampai di kos ku. Aku turun, tanpa Nando, karena dia mau langsung lanjut pulang ke rumah.
" Hati-hati ya…" pesan ku, sambil mencium pipi nya.
"Kamu juga jangan lupa makan malam ya"
Lalu Nando pergi. Aku menunggu mobil nya sampai tidak terlihat. Dan aneh nya, saat itu langsung terasa rindu. Aneh. Dua hari aku bersama Nando, tapi begitu berpisah, langsung terasa rindu.
__ADS_1
Saking rindu nya, aku memutuskan menelpon Nando.
" Ndo…" Sapa ku ketika telpon sudah di angkat.
" Ya, ada yang ketinggalan Bi?"
" Gak, tapi aneh, aku rinduuu"
" Eh,,, mau di jemput lagi? hahahahaa, sini aku kantongin kemana-mana"
" Aneh kan… beneran rinduuu"
" tunggu di depan, aku jemput lagi"
Aku aneh dengan perasaan ku sendiri. Bayangkan belum juga lima menit Nando pergi, aku bisa rindu. Haduuuh…
Aku bergegas kembali mengunci pintu kamar, lalu berdiri di depan pagar menunggu Nando. Benar saja, baru aku sampai di pagar, Nando udah sampai.
Saat aku buka pintu mobil, Nando tertawa melihat ku.
" Kenapa kamu? " tanya nya sambil tertawa.
" Gak tau…." jawab ku, lalu memeluk Nando. Nando mengemudikan mobil nya, sedang aku masih dalam posisi memeluknya.
Hari sudah mulai gelap. Besok harus masuk kembali bekerja. Harus nya lebih baik aku pulang, dan beristirahat. Tapi entah kenapa rasanya nyaman sekali menempel di bahu Nando, sambil sesekali mencium nya.
Nando lalu tiba-tiba berhenti di pinggir jalan, lalu mencium ku bertubi-tubi. Ciuman yang sangat dalam, dan kali ini aku benar-benar menikmati nya.
Setelah itu, mobil kembali berjalan.
Sudah hampir 2 jam kami hanya berputar-putar saja.
" Kita pulang? atau mau ke unit saja?" tawar Nando.
" Pulang ke kos Ndo,, besok harus kerja"
" Besok mau di jemput?"
" Gak lah, besok seperti biasa aja, aku naik ojek online aja"
Dan lalu Nando mengarahkan mobil kos ku. Dan aku turun. Walau pun belum merasa cukup,, tapi udah gak mungkin Nando aku tahan.
__ADS_1