Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Digoda Rendra


__ADS_3

Status hubungan ku dengan Nando.sudah bersebar se-antero hotel. Kalau dulu, saat makan siang, masih ada aja babang-babang yang sekedar ganggu sambil becandaan, sekarang mau senyum pun mereka takut. 


Isu nya masih positif, gak ada istilah aku jadi cinderella disini, dan lagi aku juga Nando gak pernah bermesra-mesraan atau saling perhatian di kantor. Sebisa mungkin kami selalu profesional.


Hari ini hotel bakalan ramai. Ada asosiasi pengusaha yang masih muda-muda mengadakan pemilihan ketua. Asosiasi ternama. Dan jangan heran kalau anak sales dan receptionist langsung tampil maksimal. Barangkali ada yang nyangkut ya kan. 


Dari pagi semua karyawan sudah sibuk, hilir mudik mengantarkan tamu ke arah ballroom. Semua departemen di kerahkan membantu acara ini, agar semua tamu terlayani maksimal. Gak terkecuali back office.


Benar saja, banyak babang babang tamfan hilir mudik, lumayan buat cuci mata, anak-anak hotel hari ini senyum luar biasa manis dan lebar, naik betis pun di tahan, gpp sakit kaki hilir mudik, demi cuci mata dan mencari takdir, mana tau nemu disini, hahahahhaaa…


Gak lama kemudian, ada cowok datang, dan wajah nya gak asing lagi oleh ku. Seperti nya pernah ketemu, tapi gak ingat dimana. tiba-tiba dia mendekat ke arah ku.


"Hei Febian.. kerja disini rupanya kamu? " Sapa nya. Aku masih belum bisa mengingat dimana bertemu atau kenal cowok ini. 


" Pagi Pak… ada yang bisa saya bantu Bapak?" jawab ku dengan senyum ramah.


" Ingat aku? ada Nando gak?" tanya nya lagi


" Ada Bapak, mau saya panggilkan? sebentar ya.." lalu aku langsung memanggil Nando lewat HT. Karena Nando memang sedang hilir mudik membantu mengantarkan tamu. 


Si mas-mas di depan terus menlihat ku, entah sengaja membuat ku jadi grogi, atau gimana. Untung gak lama kemudian, Nando datang dan menghampiri nya.


"Eh ndra… udah lama lu?" Sapa Nando.


" Kok datang nya cepat banget Ndo, lama dikit kenapa? biar gue puas-puasin liat Febian dulu" Jawab si mamas yang di sapa "ndra" tadi oleh Nando. Aku langsung bingung mesti gimana bereaksi menjawabnya. 

__ADS_1


Wajah Nando langsung berubah, dia memberi kode dengan mata nya untuk aku pindah ke posisi lain. Saat aku bermaksud meninggalkan mereka berdua, malah si "ndra" tadi melarang nya.


"Jangan pergi Febian, disini aja donk… boleh kan Ndo.. lu kok gak bilang kalau dia kerja disini? biar gue kesini sering-sering" goda nya lagi. 


Gak tau muka Nando udah kayak apa sekarang… lipat dua puluh tu kening.


" Kamu ingat dia ?" tanya Nando kepada ku, aku jawab dengan menggelengkan kepala dan wajah bingung. 


" Kita ketemu di acara ulang tahun temen ku beberapa bulan lalu, ingat?" tanya Nando lagi


"hhhhheee… maaf, saya ingat acara nya, tapi gak ingat wajah-wajah yang ada disana…" jawab ku canggung.


" Waaahh tega sekali mba Febian ini.. padahal kita sempat ngobrol lho, say Rendra Feb, kenalan lagi deh kalau gitu" Rendra menyodorkan tangan nya sambil tercengir genit.


Saat aku mau membalasnya, malah tangan Rendra di tarik Nando. 


" Kenapa sih lu Ndo? kaya iya aja lu gak bolehin gue kenalan sama Febian, pacar lu emang?" protes Rendra


" Iya,,, cewek gue,, jangan lu ganggu" ancam Nando, dan d jawab dengan mata Rendra yang membulat. 


"Lemes gue.." jawab Rendra.


Acara mulai berlangsung, tamu yang hilir mudik pun sudah tidak ada lagi. Semua fokus ke ballroom. Kami punya kesempatan merenggangkan otot kaki bergantian. Dan kembali sibuk nanti saat mereka makan siang. 


Nando lalu menghampiri ku di meja ku. Anak-anak yang kebetulan ada di kantor pun berniat bubar, kembali ke counter. Melihat itu Nando langsung gak enakan.

__ADS_1


" eh gpp, duduk aja, Bian aja ke kantor ku" lalu Nando menuju kantor aquarium nya, dan aku langsung menyusulnya. 


Sampai di kantor nya Nando duduk, dan aku pun duduk di hadapan nya. 


" Kenapa Ndo?" Tanya ku. 


" Ngobrol apa sama Rendra tadi sebelum aku datang?"


" gak ada, dia cuma senyum mandangin aku. Aku gak suka, mata nya genit. Tapi aku senyumin aja, masa mau di asemin ya kan" jawab ku.


" Dia pasti bakal goda kamu lagi tuu.. bu Rendra orang nya kalau gampang menyerah"


"Tadi dia bilang apa sama kamu?" tanya ku. 


" Tanya kamu lah, aku bilang kamu pacar ku. Dia sih diam, tapi aku yakin dia bakl datangin kamu lagi nanti. Nanti menghindar aja ya. kalau liat dia mau mendekat, kamu kabur aja ke belakang.."


" Ngapain? kamu cemburu atau takut? " jawab ku terkekeh..


"Aku  gak suka aja..Dia playboy cap karung tau, hati-hati pokoknya"


"Dia bukan tipe kuuuuu Nando.. tenang ajalah.." aku kembali tertawa melihat Nando misuh misuh sendiri.


"Kalau gak di kantor akuarium, aku cium kamu ndo,,, misuh misuh gitu" sumpah ekspresi nya lucu banget.


" Ohhhhhh… seperti nya besok aku buat pengajuan renovasi office deh. Biar kita lebiiihhhh bebbaaaasss " Tiba-tiba Nando berubah bersemangat. 

__ADS_1


Aku langsung meninggalkan kantor Nando, gak enak hati sama anak-anak lain yang sedari tadi takut-takut buat melihat kami, tapi keliatan juga. Hahahahhaa..


__ADS_2