Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Pindahan Kos


__ADS_3

Rasa sakit di marahin ibu beberapa hari lalu masih terasa. Karena gak kuat nanggung sendiri, akhirnya aku putuskan cerita ke Nando. Ada kesal di wajahnya, kata Nando, kalau cuma bisa buat aku sedih kembali seperti ini, rasa nya Nando ingin melarang aku menelpon ibu untuk seterusnya. Tapi dia tau itu salah, karena bagaimana pun beliau ibu ku. Saran nya, saat aku memutuskan untuk menelpon Ibu, aku harus bersiap dengan apa yang terjadi setelah nya. Jangan feeling guilty, dan gak ada salah nya melatih diri untuk sakit sekarang, semoga besok akan lebih baik. 


Nando benar, berhari-hari aku sedih karena terngiang kata-kata Ibu. Cendrung lebih sedikit bicara, dan karena Nando baru masuk bekerja, di hadapkan beberapa PR yang harus di selesaikan akibat cuti kemren, Nando belum bisa menghiburku secara maksimal. Nando hanya datang sepulang kerja, ajak makan malam, dan kembali ke kos. Niat awal kami mau angsur meletakan barang ke apartemen pun urung di lakukan. 


Hari kepindahan pun datang. Barang-barang ku yang tak seberapa itu pun berhasil masuk ke mobil Nando. Lemari pakaian kesayangan ku sudah pindah ke kamar lain sejak kemarin. 


Sedari kos tadi, sampai di perjalanan, Nando terus bercerita, dia berusaha mengajak aku ngobrol, berharap kekonyolan nya di balas tawa oleh ku. Btw semua nihil. 


Sesampainya di apartemen, kami menyusun barang-barang ku bersama-sama. Aku masih diam saja, gak sanggup bereaksi. Nando ikutan semakin lemas. Gak makan waktu lama, barang-barang sudah selesai di atur di kamarku. 


Makan siang pun tadi kami skip, saking ingin pekerjaan ini cepat selesai. Aku memundurkan duduk ke arah tempat tidur, lalu bersandar. Nando mengikuti nya. 


" Lelah juga ya,,, " ucap ku sambil melihat ke Nando yang terlihat juga lelah.


" Banget,,, aku lapar, tapi gak pengen keluar,,,, " jawab nya sambil menatap ku dalam.


" Pesen aja ya, kita mandi, terus istirahat…"


" Yuk mandi yuk,,,," Nando langsung berdiri dan mengulurkan tangan nya membantu aku berdiri. 


Saat aku berdiri, Nando mendekatkan wajah nya, dan bibir nya tiba-tiba sudah mendarat di bibirku. Kami berciuman sangat dalam, sampai akhirnya mendarat di tempat tidur ku. Saat tangan Nando berhasil menyelinap di dalam kaos ku, aku menikmati nya, aku merasa sedikit sesak di dadaku hilang. Bergantin perasaan aneh yang gak bisa aku ungkapkan. 


Beberapa saat kemudian Nando menghentikan kegiatan nya. Dia mengecup cepat bibir ku, dan berdiri. 


" Mandi dulu, makan, nanti di sambung lagi ya" Kata nya pelan, nyaris mendesah. 


Aku hanya tertawa, sambil melempar bantal ke arahnya. Dan Nando pun keluar dari kamar ku untuk mandi.


*

__ADS_1


*


Setelah selesai mandi, kami bertemu di sofa tv dan memesan makanan. Kurang lebih setengah jam, makan datang dan kami menikmati makan sambil bercanda. Aku sudah mulai bisa bicara, dan tertawa. 


Selesai makan, kami duduk nonton film seperti biasa. Ngobrol sambil mengomentari film yang kami tonton. Dan kami baru sadar, selama jalan 7 bulan ini, baru satu kali pergi nonton ke bioskop.


" Malas aku ngulangin nonton di bioskop sama kamu,,, kamu rusuh, sampai aku gak bisa ngikutin film nya, dan ulang nonton lagi sama trio kwek kwek" Alasan ku sambil menutup semua muka Nando dengan telapak tangan ku, dan mendorongnya kebelakang. 


Nando hanya tertawa, lalu nyeletuk 


" Lah yang ngajakin nonton film-film romantis kan kamu, banyak adegan ciuman nya. Buat aku tergoda aja" 


" Jadi kalau nonton film action kamu jadi ikut-ikutan berantem-berantem sama aku? ckckckckck… Nanti KDRT pula" 


" Eitsss… apa sih bahas-bahas KDRT, ada-ada aja,,, bahas honey moon lah yank" desah Nando di telingaku, dan langsung menumbang tubuh ku di sofa. 


Nando ******* habis bibir ku, sampai aku kewalahan dan kehabisan nafas. Karena aku menggunakan dress pendek, Nando terlihat kesal karena tangan nya sulit untuk masuk menuju da*a ku. Aku tertawa karena melihat dia kesal saat sedang bern**su. Dengan kasar Nando langsung membalikan tubuh ku, dan membuka ritz dress di belakang ku, dan menarik semua drees ku sampai terpisah dari tubuhku. Hanya tertinggal und***wa*e saja. Aku refleks menyilangkan kedua tangan ku di dada. Nando Bak Singa lapar langsung menyerangku kembali, membuka silang tangan ku tadi, dan membaringkan ku kembali di sofa. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya mengikuti dan menikmati permainan nya. Sampai akhirnya Nando ingin menarik celana da**m ku, aku melepas kan ciuman nya seketika..


" Nando….." desah ku sambil menggeleng.


Nando tidak menjawab, dan menjauhkan tangan nya dari sana.


Aku tersenyum dan kembali ******* bibir nya. Kali ini Nando tidak mau menyambut ciuman ku. Dia malah turun menciumi leher ku, sambil melepaskan b*a ku. 


Dan permainan berlanjut. Sampai kami kelelahan, dan posisi bertukar, entah sejak kapan.  Saat tersadar, Nando benar-benar tanpa benang sehelai pun, dan aku hanya menggunakan celana da**m ku. 


Kegiatan yang lelahkan. Nando menciumi pucuk kepala ku setelah kami berpakaian kembali. Kami hanya bermanja-manja, dan memainkan HP masing-masing. Kami mulai lapar, dan ingin makan. 


"Keluar yuk, sambil cari angin,,, besok libur juga" ajak Nando sambil mengusap-usap kepala ku. 

__ADS_1


" Kemana?? "


" kemana aja…. kamu mau kemana??"


" Ke pantai yuk,,, atau ke gunung makan jagung bakar.. biar kepala ku seger" aku memegang kening ku, sambil memijat nya


" Kenapa kepala nya?" Nando terheran dengan ucapan ku.


" Pikiran nya masih m*s*m… m*su*m terus kalau dekat kamu" Aku tertawa, lalu mencium pipi Nando dan berjalan menuju kamar ku. 


Nando pun terkekeh dan berbalik menuju kamar nya. 


*


*


Aku langsung mandi, membersihkan tubuh ku. Aku mengingat kejadian tadi. Aku masih bisa bertahan sekarang, tapi bagaiaman besok? besok? dan besok lagi.. Karena godaan Nando benar-benar sulit untuk aku abaikan. Tapi sekuat itu juga aku memperingatkan diriku, bahwa aku tidak boleh sampai tergoda, jika terjadi sesuatu, aku hamil atau bagaimana, tidak seperti pasangan lain yang tinggal di nikahkan, kami akan banyak drama. Drama dari kedua orang tua, drama keyakinan, dan drama di salah-salahkan. 


Selesai pakaian, aku dapati Nando sedang nge game di sofa. Dia sudah berpaian rapi, celana pendek, kaos oblong, rambut basah.


" Yuk Pak, " panggil ku…


Nando lalu tersenyum dan beranjak dari kursinya. Menyambar kunci mobil.di atas meja, lalu menggapai tangan ku. 


" Udah ada rencana kita kemana?" tanya ku sesampainya di lift


" Ke gunung aja yuk,,, minum sekoteng, makan sate.." jawab nya.


" Oke…" 

__ADS_1


__ADS_2