
Aku terbangun pukul 6 pagi. Hari ini seperti biasa, aku harus bekerja. Saat mandi, aku melihat mata ku sembab dan bengkak, karena menangis kemarin. Aku pun mengompres mata sebentar setelah mandi.
Aku bersiap dengan baerpakaian rapi, dan memesan ojek online. Tapi saat di perjalanan aku merasa gak enak badan. Kepala ku sakit seperti migrain, Aku sempat meraba kening dn leher ku, dan memang terasa panas. Tapi aku sudah terlanjur sampai di hotel. Aku putuskan tetap bekerja, sesanggupnya saja, pikir ku. Kalau aku merasa sudah tidak sanggup, aku akan pulang.
Saat mengganti pakaian, aku bertemu trio kwek kwek. Ya ada mereka, yang sudah lama gak jalan bareng apalagi sejak aku pindah ke apartemen. Saat aku masih di kos, mereka terkadang sesekali datang dan berkumpul di kos ku.
" Sist... Dirimu gak sehat? Keliatan pucat, gak seperti biasa? " Tegur Risna, wajah nya agak khawatir. Risna lalu mendekat dan meraba dahi ku.
" Eh Bi, panas banget lho. Kamu udah minum obat? Gak usah kerja lah Bi, istirahat, balik sana" Tambah nya.
" Gpp Ris, coba kerja sesanggup nya aja. Nanti kalau udah gak sanggup aku istirahat"
" Tapi panas banget lho Bi, istirahat ajalah... Tiduran ajalah di sini" Tawar Risna.
" Ntar deh... Aku ke office dulu ya.. Yuk mba...Don..." Aku pun pamit ke office. Di iringi tatapan kesal para member trio kwek kwek. Mereka kesal karena mungkin menurut mereka aku bandel di suruh istirahat.
Aku bersiap untuk morning briefing. Tapi saat aku ingin berdiri dari kursi ku, tiba-tiba pandangan ku hitam seketika, dan kepala ku semakin berdenyut. Rasa nya aku ingin duduk kembali, tapi kaki ku malah menggeser roda kursi yang menyebabkan kursi menjauh dari ku. Lalu terakhir aku mendengar suara seseorang yang menjerit...
" Mba...kenapa?"
Dan Bug... Aku terjatuh...
*
*
Pelan aku dengar suara Risna bolak balik memanggil nama ku. Juga sentuhan di pipi ku, seperti menampar, tapi dengan pelan.
Aku ingin menjawab, ingin membuka mata ku, tapi aku seperti tidak punya tenaga untuk melakukan nya.
Lalu terdengar suara yang mengatakan mobil sudah ready, dan tubuh ku seperti di sentuh banyak orang. Suara Risna masih aku dengar memanggil ku. Jangan kan menjawab, igin menganggukan kepala pun aku tidak sanggup.
*
*
Kali ini aku merasa di atas kasur yang sangat nyaman. Aku tidak tau bagaimana aku sampai di sini. Aku merasa pernapasan ku lega, tetapi ada yang terikat di hidung ku. Setelah sadar oleh panggilan Risna, aku sekarang bisa membuka mata, dan aku tau tempat ini, Rumah Sakit.
Aku mencoba mnghirup panjang oksigen yang terpasang di hidung ku. Rasa nya lega, tapi sakit kepala yang sedari tadi aku rasakan belum juga hilang.
__ADS_1
" Kakak.. Nama nya siapa? " tanya seseorang, yang aku identifikasikan sebagai seorang perawat yang mencoba menyadarkan.
" Bian.." Jawab ku
" Umur nya berapa? " tanya nya lagi
" 24 tahun "
" Kakak bisa lihat jari saya? Ini berapa?"
" Tiga..."
" Baik, kakak sekarang di UGD rumah sakit. Kakak ingat bagaimana kakak bisa di sini?"
Kali ini aku menggeleng. Karena memang sama sekali tidak ingat .
" Sekarang apa yang kakak rasakan? Ada nyeri? Atau pusing?"
" Ada sakit di kepala. Sepertinya disini, sangat sakit sekali" aku menunjuk titik yang aku rasa sangat sakit sekali.
" Ini ada kartu, berisi angka kak, menurut kakak, sakit yang kakak rasakan ada di nomor berapa?"
Aku berusaha menelaah rasa sakit ku, dan mencocokan dengan indikator yang ada di kartu itu.
" Kakak, sakit seperti apa? Berdenyut kencang, dan jika kakak berdiri menjadi berputar? Atau hanya berdenyut saja?"
" Berdenyut kuat, dan saking sakit nya saat saya mencoba berdiri, pandangan saya jadi hitam semua, dan serasa oleng"
" Baik, sebentar ya kakak, kita panggilkan dokter"
Risna duduk di samping ku. Wajah nya antara kesal dan khawatir. Mungkin kalau aku gak dalam kondisi seperti ini, dia pasti sudah menceramahi ku panjang lebar kali tinggi. Karena tadi sudah d nasehatin buat istirahat.
" Muka nya biasa aja sist" sapa ku pada Risna. Karena wajah nya jelek banget.
" Apaan.... Maka nya kalau di nasehatin orang itu, di dengar. Bukan nya membandel, sampai jatoh gitu. Untung aja gak pecah tu kepala kena meja Bi...Bi..."
" Oh ya? Aku gak ingat lagi. Cuma ingat mau berdiri, eh malah pusing... Terus kursi ku ketendang"
" Udahlah istirahat aja dulu"
__ADS_1
Gak lama kemudian datang seorang dokter cowok. Dokter yang mejelaskan kondisi tekanan darah, diagnosis dari keluhan ku tadi, sementara ini di duga aku terkena vertigo.
" Dok, kalau vertigo gak boleh dong dia banyak berdiri atau berjalan?" tanya Risna.
" Oh benar mba,,, mba ini akan di opname untuk obserbasi beberapa hari. Karena resiko jatuh, mba kita beri gelang kuning ya mba.."
" Tapi dok, apa gak bisa saya di rawat jalan saja ?" Aku memelas. Karen gak mungkin aku di opname saat ini. Siapa yang mau jagain?
" Kenapa begitu mba?"
" Dok saya sendirian, nanti gak ada yang jaga"
" Apalagi kalau mba tinggal sendiri di rumah, sangat berbahaya. Karena resiko nya jatoh mba. Jadi sebaik nya mba di opname, tidak perlu khawatir ya mba, kita ada perawat yang standby 24 jam, bisa mba panggil untuk membantu mba"
" Jangan bandel lagi ya Bi. Jangan mikir macam-macam. Ikuti kata dokter. Aku dan Donna bisa kok gantian jagain kamu. Jangan mengada-ada mau minta pulang dan sendirian di apartemen" Omel Risna.
Aku hanya bisa pasrah. Proses pun berlanjut. Seorang perawat datang memasang infus ku. Risna lalu mengurus semua administrasi. Aku baru teringat, aku lupa bertanya apakah Risna menelpon Nando ?
Aku harap belum. Karena aku gak mau Nando jadi khawatir. Biarlah dia menyelesaikan urusan nya dulu disana. Aku paling di opname 2-3 hari saja. Aku bisa menyelesaikan ini semua sendiri, tanpa Nando.
Tidak lama kemudian, Risna kembali.
" Ris, kamu udah info Nando belum?"
" Aku ? Belum ada.. Kenapa? Gak tau ya kalau yang lain. Karena tadi heboh banget waktu kamu pingsan itu"
" Ris, bantu infoin, ke teman-teman dan HOD lain juga. Jangan info ke Nando. Aku gak mau dia khawatir. Biar dia bisa konsentrasi aja ngurus urusan nya di sana dulu. Bantuin ya.."
" Oke. Coba ya Bi,,, kalau udah ada yang terlanjur info aku gak tanggung jawab"
" Aku rasa belum ada. Karena kalau gak, pasti dia udah heboh menghubungi kamu.."
" Iya juga sih. Oke ku coba info ya..."
" Makasih ya Ris..."
" Iyes.... "
Dan aku pun bersiap mau di pindahin ke kamar perawatan. Biarlah beberapa hari aku istirahat disini.
__ADS_1
Untuk pertama kali nya aku di opname seumur hidup, dan saat kejadian, aku hanya seorang diri. Tanpa keluarga, tanpa orang yang aku cintai.
Ya, aku memang harus berlatih untuk sering sendiri selanjutnya.....