Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Ingin Menikah


__ADS_3

Hari-hari ku sebagai FOM berjalan lancar sejauh ini. Nando pun berhasil memimpin dengan lancar sebagai GM. Nyaris tanpa cobaan, beda nya Nando mulai agak jarang pulang bersama ku, karena jam pulang nya yang lebih lama. Aku sudah terbiasa pulang sendiri atau nebeng Risna. Tapi Nando sesekali singgah ke apartemen, kadang menginap atau hanya mengajak makan saja.


Sudah hampir sebulan sejak aku mentransfer uang ke Ibu, bahkan sudah aku tambah lagi saat gajian kemarin. Tapi belum ada reaksi dari Ibu. Bukan bermaksud mau mengukur ibu dengan uang yang aku berikan, tapi setidaknya ada reaksi kemarahan atau apalah.


Panjang umur, tiba-tiba hape ku berdering, Lusi menelpon ku.


" Ya Lusi..."


" Kak, Ibu bertanya, kenapa uang yang kakak kirim banyak sekali?"


" Itu uang untuk biaya berobat ayah, jika di butuhkan, sisa nya buat ibu jaga-jaga, kalau ada pengeluaran mendadak"


" Kata Ibu, darimana kakak dapat uang sebanyak itu?"


" Kamu sedang sama Ibu?"


Lusi tidak menjawab pertanyaan ku.


" Ibu, itu uang yang Sena kumpul-kumpul. Disini karena Sena kerja sering lembur, Sena sangat sedikit pengeluarannya. Jadi daripada Sena simpan diam saja di Bank, dan Ayah lagi sakit, barangkali ibu butuh"


Aku mengambil keputusan untuk berbicara dengan Ibu. Karena aku yakin Ibu sedang bersama Lusi.


" Baik kak, terimakasih ya kak, semoga kakak bertambah rezeki nya" Tutup Lusi.


Ada sedikit perasaan lega. Ibu tidak marah. Tapi ini berarti memang Ibu sedang butuh uang.


Saat Nando mengajak ku makan siang keluar hotel, aku menceritakan tentang telpon Lusi tadi.


" Semoga uang nya berguna ya Bi, dan satu masalah sudah selesai. Karena Ibu sudah tidak marah-marah lagi dengan kamu" Respon Nando.


" Iya Ndo. Semoga ada hikmah nya semua ini"


" kamu gak mau ambil cuti, dan pulang menjenguk ayah mu? Ambilah, gpp, FO bisa aku awasi" tawarnya


" Belum lah. Aku masih was was dengan kondisi disana. Aku takut sakit hati"


" Ya, oke.. Tapi kalau kamu mau ambil cuti, gpp, silahkan."


Aku mengangguk.


Makan siang pun selesai. Kami kembali ke kantor. Sepanjang jalan seperti biasa Nando menggenggam tangan ku. Sudah sangat lama rasa nya aku dan Nando gak jalan berdua. Di hari Sabtu dan Minggu pun terkadang Nando datang ke hotel, cek situasi, jadi waktu kami berdua tidak sebanyak dulu.


" Rindu pengen liburan ya... Mancing yuk, berkemah" Ucap Nando sambil mencium punggung tangan ku. Aku terkejut, seolah Nando tau yang aku pikirkan tadi. Aku langsung tertawa. Ini bukan yang pertama kali terjadi.


" Yuk kapan?" tantang ku.


" Besok, langsung berangkat pulang kerja. Bawa aja perlengkapan langsung ya ke kantor"

__ADS_1


" Kenapa gak pulang dulu Yank, ke apartemen"


" Haduh, kalau singgah dulu disana, godaan nya besar yank, bisa gak jadi berangkat kita. Disana kamar ku seolah-olah manggil... Sini Nando...Sini....."


Kami lantas tertawa bersama. Dan aku memeluk lengan Nando erat, Nando pun menciuk pucuk kepala ku.


*


*


Jam kerja pun berakhir. Aku berberes meja kantor, bersiap pulang. Nando tidak pulang bersama ku. Dan aku juga sudah janjian dengan Risna. Hari ini ada pameran jajanan di mal, kami berencana ke sana, berburu yang murah dan enak.


Sesampainya di Mal, kami seperti orang kalap yang kelaparan. Hampir semua makanan kami beli. Sampai kami berdua terduduk dan gak sanggup lagi untuk bangkit.


Setelah perut kami agak lebih enakan, kami berburu barang- barang wanita. Mulai dari baju, Make up, sandal... Ya, aku dan Nando sangat jarang berbelanja atau sekedar berkunjung ke Mal. Dengan Risna pun, entah kapan aku terakhir kali memasuki mal.


Tangan kami sudah penuh dengan tentengan. Mulai dari makanan, dan barang lainnya, kami lalu pulang. Sudah pukul 10 malam juga. Mal bentar lagi tutup.


*


*


Sesampainya di apartemen, aku membersihkan diri, dan menyisih kan makanan yang aku bawa pulang tadi. Setelah semua selesai, aku menelpon Nando.


" Yank...." Sapa nya lemas. Entah masih di hotel atau sudah pulang.


" Udah,, baru selesai mandi...kamu dimana? udah pulang?"


" Udah.. Ini lagi nyusun-nyusun makanan yang di beli tadi"


" Udah mandi?"


" Udah...."


" Rindu.....aku kesana ya...."


" Gak pernah ada yang larang dan nolak yank"


" Wait..."


Setelah telpon di tutup, aku tersenyum membayangkan Nando terbirit-birit kesini.


Kurang lebih setengah jam, terdengar pintu dibuka. Aku yang sedang menonton TV sambil ngemil lantas tersenyum menyambut penyelundup tengah malam yang datang.


Nando langsung menuju ke arah ku, tersenyum dan langsung memeluk ku. Tidur di pangkuan ku dan memainkan rambutku.


" Kamu tau gak, suasana ini tu bikin aku malas berangkat berkemah besok" Ucap Nando

__ADS_1


" Hahahahaa... Gara-gara sofa ini, kita tu banyak habisin waktu disini aja. Jarang nge mal, gak keluar-luar, selain pergi makan. Aku tadi sampai kalap berbelanja"


Nando haya tertawa terbahak. Dan melanjutlan Nonton Tv. Keputusan akhir malam ini, kami mengambil selimut dari kamar, dan membawa nya ke sofa TV, lalu tertidur.


Pagi nya, kami berangkat kerja dengan membawa peralatan perang untuk berkemah. Aku berharap malam ini hujan, karena aku suka sekali menyaksikan hujan di pinggir danau itu. Ya hujan tanpa petir.


Dan seperti yang di ketahui banyak orang, aku tu paling gak sabaran. Gak sabaran hari ini cepat berlalu, aku ingin cepat-cepat berangkat. Cepat datang sore, cepat pekerjaan ini selesai.


Bolak balik memeriksa jam, walaupun aku tau gak akan pergi on time, karena Nando pasti ngaret pulang kantor nya. Makin siang, aku semakin gak konsentrasi, aku habiskan waktu berdiri di counter saja, menyibukan diri dengan tamu. Ini lumayan buat Killing Time.


*


*


Pukul 5, Nando menelpon untuk bersiap. Bertemu di parkiran langsung. Aku langsung bersiap secepat flash.. Tidak memperdulikan sapaan karyawan lain, karena aku ingin segera bertemu Nando.


Sesampainya di parkiran, Nando sudah di dalam mobil. Nando tertawa melihat ku ngos ngosan berlari.


" Kok segitu nya ngos ngosan?" Tanya nya.


" Aku lari secepat kilat, hahahahahaha"


Dan Nando langsung menoyor kepala ku.


Perjalanan ini kami isi dengan mendengarkan lagu, berbincang ringan, lucu lucuan, nyanyi..


Di perjalan matahari mulai tenggelam, begitu indah. Aku berterimakasih pada Tuhan ku, aku merasakan di perhatikan, di sayangi, dan memiliki Nando saat ini.


Di area perkemahan, seperti sebelumnya, banyak keluarga yang berkemah. Saat menunggu Nando memancing, aku terpana dengan suasana keluarga dan anak-anak mereka bersenda gurau sambil memancing. Menertawai satu sama lain saat ikan yang di dapat tidak sesuai ekspektasi mereka, dan anak-anak yang terkadang ribut karena rebutan sesuatu.


Mata ku kembali menatap Nando. Aku datang pada Nando, dan memeluk nya..


" Yank..." Bisik ku


" Ya.."


" Menikah yuk, dan punya anak..."


Nando seperti terlonjak. Karena baru bulan lalu ia membicarakan pernikahan tetapi aku abaikan.


" Kamu kenapa? Tiba-tiba gitu?"


" Kepikiran aja... Kalau kesini bawa anak, pasti seru yank, seperti mereka"


" Anak cowok ya, biar bisa aku ajakin berantem hahahahahaaa"


Nando merangkulku kasar, seolah aku anak kecil.yang ingin di ajak berantem.

__ADS_1


__ADS_2