
Pelukan Nando terasa begitu nyaman bagi ku. Aku menikmati bau keringat yang khas bau parfum Nando. Aku menenggelamkan wajah ku di dada nya. Nando membelai rambut ku lembut. Helaan nafas nya masih kencang, Aku ingin berlama-lama di pelukan nya. Aku merasa tidak ingin berpisah.
"tidurlah... Kalau dingin, berpakaian lah dulu" tawar Nando sambil terus membelai rambut ku.
Aku hanya menjawab dengan gelengan.
" Masih nangis?" tanya nya lagi, dan aku masih menggeleng.
" Kamu menyesal melakukan nya? " Nando lalu mengangkat wajah ku agar bisa dia lihat.
Dan aku masih menggeleng. Lantas Nando mengecup bibir ku.
" Apa pun yang terjadi setelah ini, aku akan tanggung jawab, jangan berfikir bahwa aku orang yang bisa sembarangan melakukan nya dengan banyak perempuan. Aku melakukan dengan kamu, karena aku cinta kamu, jangan pernah berfikir meninggalkan atau menghianati aku Bi " ucap Nando lagi.
" Aku selalu percaya sama kamu, aku selalu nyaman, dan gak pernah mikir, bahwa kamu akan ninggalin aku Ndo,,, tapi satu hal yang mungkin jadi masalah kita di masa depan, yang mungkin sama-sama mengganjal di hati kita saat ini, restu orang tua kita terkait keyakinan kita Ndo"
Nando menarik nafas panjang. Yang aku dengar mereka orang yang taat. Begitu juga orang tua ku.
" Pasti ada jalan. Kalau setelah ini kamu hamil, aku yakin masalah akan lebih sederhana. Mungkin aku berfikir pendek menurut kamu, tapi cuma itu yang bisa menyelesaikan menurut ku. Kalau kamu tidak mau menghianati Tuhan mu, aku akan ikhlas melepaskan keyakinan ku. Bukan aku tidak yakin akan kuasa Tuhan ku. Tapi aku semakin kesini yakin Tuhan kita satu, cara kita berdoa saja yang membedakan. Apa pun itu, kita ikuti kemana mengalir saja. Jangan kamu pikirkan lagi ya.." jelas Nando.
Ah, dasar laki-laki. Segampang itu dia berfikir. Karena kenyataan nya pasti akan lebih riweh. Entah bagaimana aku sanggup pulang ke rumah ku, izin menikah dengan kedua orang tua ku, dan mengatakan aku sedang hamil. Lalu pernikahan di adakan terburu-buru. Gak, aku ingin menikah dengan semua kebaikan, dengan persiapan matang, dan aku harus cantik.
Aku terbangun karena alarm Hape ku berbunyi. Gak tau sejak kapan kami tertidur, dan masih tanpa palaian sehelai pun. Aku membangunkam Nando, mengajak nya bersiap ke kantor. Bukan nya bangun, Nando malah menarik ku ke dekapan nya kembali.
" Pengen tiduuurrr lagi yank..."
" Bangunnnn yuk, biar bisa bersiap gak terburu-buru. Sarapan di luar yuk"
" Udah bangun kok aku" Ucap Nando lagi, tanpa membuka mata
" Bangun gimana, mata aja masih mejam gitu"
Lalu Nando tersenyum, dan membuka selimut yang mutupi tubuh nya.
" Nih liat, bangun kan, hahahahhaaa" Nando lantas tertawa terpingkal pingkal, melihat reaksi ku.
Karena aku terkejut, Nando dengan mudah menarik ku sampai terbaring lagi ke tempat tidur empuk itu.
__ADS_1
" Sekali lagi yuk...." belum sempat aku memberi izin Nando sudah ******* bibir ku, dan berlanjut ke leher lalu d**a ku. Tiba-tiba tubuh ku mengikuti gerakan Nando, dan ada dorongan ingin merasakan sensasi tadi malam.
Nando berhenti sejenak, dia meminta izin lagi, dan aku mengangguk, setelah itu Nando melanjutkan olah raga pagi nya.
Setelah selesai, aku masih lemas... Nando masih memeluk ku, saat aku merasa sudah enakan, aku bangkit, dan mencium kening Nando yang masih tersenyum nakal.
" Aku mandi dulu yank" ucap ku pamit. Dan menarik selimut untuk menutup tubuh ku, membiarkan Nando tanpa selimut.
*
*
Aku membersihkan tubuhku. Dan berpakaian untuk bersiap ke kantor. Aku keluar kamar, dan Nando sudah duduk menunggu ku. Sangat tampan.
" Udah siap? " tanya Nando sambil tersenyum.
Aku hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.
Kami menuju parkiran, dan berangkat menuju kantor yang hanya beberapa menit dari apartemen.
" Sakit gak kalau jalan ?" tanya nya di Mobil saat di perjalanan.
Lantas Nando langsung menarik kepala ku dan mengecup keningku. Lalu sepanjang jalan memegang tangan ku, gak di lepaskan.
Sampai kantor, kami ke locker dan mengganti pakaian ku. Saat aku masuk ke kantor, aku melihat Nando sudah duduk rapi mempersiapkan bahan briefing nya, dan melirik ku, lalu tersenyum.
Nando menunjuk ke telepon di meja nya. Kode bahwa dia akan menelpon ku.
Benar saja, gak lama kemudian telpon berdering.
" Ya..." jawab ku
" Sarapan nya beli online aja yank, beliin anak-anak juga ya, nanti aku bayar"
" Oke..." jawab ku dan telepon pun di tutup. Nando lalu berangkat ke Morning briefing.
Aku bersiap menjadi pacar GM muda yang tampan itu. Karena hanya tinggal menghitung hari saja kami bisa sekantor. Next, kami akan pisah kantor.
__ADS_1
Gak lama sarapan pun sampai, aku membagikan ke teman-teman dan bergantian mereka makan. Aku tidak langsung sarapan, aku ingin menunggu Nando selesai briefing dulu. Sambil menunggu aku mengangsur mengerjakan laporan harian ku.
Saat Nando datang, ia tersenyum, dan aku langsung ke kantor nya membawa sarapan tadi.
" Kenapa gak sarapan sama yang lain di coffee shop aja yank? " tanya ku sambil menyiapkan sarapan Nando ke piring.
" Lagi bosan. Lagian dari pada di temani pak Thomson, enakan di temani kamu lah sarapan nya" Canda Nando
Kami mulai makan dan membicarakan pekerjaan yang akan di over handle kepada ku starting hari ini.
" Tidak usah terlalu kamu anggap beban, karena aku masih di hotel ini, kita pelan-pelan aja belajarnya. Mana yang belum mahir, nanti aku akan bantu dulu " Ucap Nando menyemangati ku.
" Aku agak gak nyaman duduk as a Front Office Manager... Karir ku di hotel baru 1.5 tahun Ndo.. aku agak grogi"
" Akan hilang seiring waktu..."
Baik, aku akan coba menjadi FOM, sesuai titah anak bapak owner.
" Aku balik ke meja, angsurin lagi kerjaan, dan jgn lupa nya, besok libur.."
" Boleh cium gak yang? " bujuk.Nando
" Gak boleh, ini kantor, keliatan anak-anak nanti"
" lagi pada gak ada ini..." rayunya lagi.
Aku mendekati Nando, dan mencium keningnya.
" Yank....." panggilnya lagi saat aku sudah di depan pintu.
" I lope uuuuu" teriak nya. Nando yang berteriak, aku yang ketakutan.
Aku kembali kemeja ku, perut ku penuh. Seperti nya aku gak akan sanggup untuk lunch di EDR.
Sedangkan di kantornya Nando menelpon Ibu nya untuk memastikan progres hotel yang ada di kota B. Menurut Ibu nya saat pak Agung datang, hotel sudah beroperasional. Jadi saat Pak Agung kesana, dia sudah bs ngepush marketing nya untuk cari cuan.
Tidak lama kemudian, seorang receptionist memdatangi ku. Dia sebenernya mau manggil Nando, tapi karen terlihat sedmg menelpon, anak ini berbicara kepad ku.
__ADS_1
" Mba maaf, ada tamu cari Pak Nando.."