Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Kejujuran


__ADS_3

Ini kota ku, tidaknada tempat wisata yang bisa di kunjungi untuk sekedar duduk ngobrol. Wisata yang paling diminati adalah wisata mal, karena memang banyak sekali mal besar di kota ini.


"Mau makan atau gimana Bi?" Tanya Ryo


" Sebenernya masih kenyang, kamu lapar?"


" Sama, aku juga tadi baru aja sarapan sebelum ke rumah kamu"


" Kalau ke taman kota aja gimana? Banyak jajanan juga kan di sana"


" Boleh...."


Ryo pun melaju mobil nya ke arah taman kota.


Di mobil kami tidak terlalu banyak bicara, hanya mengabsen teman-teman masa SMA. Mencari tau kabar mereka.


*


*


Di taman kota kami turun dan mencari tempat untuk duduk di area yang tidak begitu ramai. Pemandangan yang langsung menggelitik di hati ku adalah banyak nya anak-anak sekolah membolos dan duduk disana.


" Ryo, kamu gak pernah ya ngelakuin itu,,, seru lho bolos sekolah, terus deg degan sepanjang hari takut ketahuan"


" Kamu juga beberapa kali kan lakuin itu"


" Ya se gak nya ngerasain, kamu sih terlalu fokus belajar"


" Sebenarnya gak juga Bi, aku cuma masalah gak ada yang ngajakin, kalau kamu ajakin, pasti aku ikut"


Aku terkejut mendengar jawaban nya. Bukan apa-apa, karena masih jadi pertanyaan, kenapa semua orang segan dan canggung berteman dengan Ryo. Bawaan nya mau baik-baik aja.


" Kamu juga gak pernah pacaran atau pendekatan sama cewek deh waktu SMA,, cewek-cewek cuma mupeng liatin kamu. Ketua OSIS ganteng, pinter, aktif" ucapku, sambil kami menuju sebuah tempat duduk di bawah pohon yang teduh. Dan seketika semua pedagang menyodorkan menu nya. Kami hanya memilih memesan kentang goreng dan Es campur.


" Aku normal Bi, SMA itu masa nya cowok-cowok seneng liatin cewek. Sebenernya selama sekolah ada beberapa cewek yang ngajakin jadian, tapi yang datang memang bukan tipe aku juga, jadi aku tolak baik baik. Aku suka sama cewek, tapi aku gak punya keberanian buat ngajakin jadian. Mana yang deketin dia kelas berat semua" Ryo tertawa. Sepertinya masa itu masa paling bodoh yang di ingatnya.


" Oh ya? Siapa?"


" Kamu lah, kan udah aku bilang tadi"


Aku terdiam lagi.


" Masa cuma sama aku? Yang lain? Semasa kamu kuliah? Atau sekarang?"


" Kalau sekolah, aku naksir cewek pertama kali tu cuma kamu, sampai lulus juga gak ganti. Aku sempat mau main ke rumah kamu, atau sekedar chat sama kamu. udah aku susun ni daftar pembicaraan yang aku dapat dari majalah remaja, tema pembicaraan buat dekatin cewek, hahahhaaaha sampai segitu nya aku"


Ryo tertawa, tapi aku justru heran, ada cowok seperti ini ya, ngelist pembicaraan seperti yang tertera di majalah remaja? Hadeeeehhh


" Terus, isinya itu ngomongin tentang film, ngomongin tentang lagu, tentang tempat favorit, ya gitu-gitu pertanyaan nya. Aku tulis di buku, dan buku nya masih aku simpan sekarang, Suatu hari aku tunjukan deh"


" Ya ampun Ryo... Kamu tu punya teman cowok banyak banget, kenapa mesti nyatatin majalah remaja, bukan nanyain teman aja?"


" Hahahaaaa... Kamu tau lah aku tu canggung banget dulu sama orang"

__ADS_1


" setelah aku? Ada cewek lagi?"


" Gak..... Aku tu liatin cewek-cewek di kampus banyak yang cantik dan pinter. Dalam pikiran ku mungkin jodoh ku tu dokter juga, tapi aneh nya aku selalu membayangkan kamu. Aku banding-bandingkan mereka dengan kamu. Dan waktu ku habis buat cari tau tentang kamu. Sampai aku dengar kamu dekat sama anak Pak Walikota itu. Saat itu aku mulai berhenti cari tau tentang kamu. Dan aku yakin kan diri ku buat cari istri. Cuma memang belum nemu aja. Gak tau waktunya kapan, sibuk banget di rumah sakit"


" Ryo gak punya pacar sekarang?"


" Gak.."


" Aku punya Ryo... Aku dan dia juga ingin menikah, cuma kami lagi mencoba mencari restu orang tua ku" Aku akhirnya punya celah untuk menyampaikan ini. Karena inilah tujuan ku bertemu dengan Ryo.


" Aku tau, Ayah dan Ibu mu sudah ceritakan itu kemaren. Tapi mereka memang belum memberikan restu kan ? Terkait keyakinan"


" Ya,,, tapi kami akan berusaha... Nama nya Nando. Aku sangat mencintai nya. Dan mungkin sangat sulit buat misahin aku dari dia. Aku sangat butuh dia, ini baru pisah sehari kemarin aja, rasa nya udah rindu banget"


" Aku akan tunggu sampai kamu milih aku Bi"


" Gak lah Ryo. Kalau itu di ucapkan anak SMA oke. Waktu nya masih panjang. Tapi kalau sekarang? Jangan buang-buang waktu, kita udah waktu nya buat cari pasangan hidup, bukan pacar"


" Aku udah coba cari yang lain Bi, tapi tetap gak bisa. Maka nya tiba-tiba ayah Ibu mu datang dan menceritakan itu semua, aku merasa memang kamu jodoh aku..Saat aku berhenti berharap dan berhenti cari tau tentang kamu "


" Ryo... Kamu berhak dapat cewek lebih baik dari aku. Banyak cewek yang lebih cantik daripada aku. Buka mata dan hati kamu. Aku gak sebaik yang kamu lihat. Aku sekarang bukan Bian yang dulu"


" Maksud kamu apa? Aku ngobrol sama kamu gini, aku masih merasakan kamu Bian yang dulu. Cewek.yang sempat di idolakan banyak.cowok waktu sekolah, tapi gak pernah sok cantik, tetap ramah, rendah hati, pinter, tapi bisa tetap gaul, bolos sekolah, gak kecentilan"


" Hahahahaaa...aku gak baik aja buat kamu. Kamu berhak dapat yang lebih baik dari ku"


" Aku mau kamu Bi, aku tunggu sampai kamu bisa selesaikan waktu mu dengan cowok itu"


" Aku gpp. Mau kamu masih perawan atau tidak. Aku gak akan ungkit itu sampai kapan pun. Aku janji"


" Kenapa kamu yang gak pernah pacaran bisa nerima kondisi itu?"


" Aku udah mempersiapkan diri ku Bi, aku sudah putuskan kamu jadi istri ku, aku akan terima paketan nya tanpa complaint. Aku benar-benar hanya mencintai kamu. Susah sekali hati ku nerima orang lain"


" Terus?"


" Aku bukan laki-laki yang menganggap itu hal lumrah, tidak. Itu tetap salah. Seharus nya tidak ada hubungan seperti itu sebelum menikah. Tapi, kalau aku sudah cinta sama cewek, terus aku merasa yakin, dan sejauh aku kenal cewek ini cocok dengan aku, pasti bisa menjalani hubungan ini baik, kenapa aku jadikan alasan keperawanan buat membuang nya? Aku egois kalau begitu"


Aku tertegun. Sengotot ini kah laki-laki ini ingin menikahi ku? Aku tersanjung dia begitu mencintai ku sejak lama. Tapi aku mencintai Nando, aku gak punya tempat dihati selain Nando. Hati ku penuh di isi oleh semua kebaikan Nando.


" Ryo,, aku gak bisa, aku mencintai Nando. Nando juga mencintai ku. Kami menghadapi banyak cobaan dalam hubungan ini. Aku mohon "


" Teruslah bersama nya Bi, aku akan menunggu"


" Gak Ryo, itu gak adil. Aku jahat.... Gak adil buat kamu"


" Gak, aku udah menunggu kamu sekian lama, kenapa aku gak bisa menunggu beberapa waktu lagi aja."


" Ryo, aku sangat merasa berdosa dengan ayah Ibu sejak kejadian Dion. Sampai ayah stroke, aku gak mau lagi berdebat dan merusak hubungan dengan mereka terkait kamu. Aku ingin keputusan tidak melanjutkan hubungan ini keluar dari kamu. Aku mohon Ryo"


" Aku tidak akan memberi tahukan mereka hasil pembicaraan ini. Kita hidup normal, seperti sebelum nya. Dari dulu kamu pacaran pun, aku hanya menunggu kamu suatu hari putus dan bisa aku dapatkan"


" Kenapa gak dari dulu kamu nyatakan?" Tantang ku

__ADS_1


" Aku gak punya keberanian Bi"


" Ryo.... Jangan tunggu aku. Aku bahkan mungkin rela meninggalkan ayah Ibu jika tidak memberi restu kepada aku dan Nando"


" Kalau kamu menikah, saat itulah aku mundur Bi"


Oh Tuhan, lelaki ini memang sangat mencintai ku. Aku kagum dengan kegigihannya.


" Baiklah Ryo, percuma juga kita berdebat. Tapi Saat ini, dalam waktu dekat pun, aku gak bisa memberi jawaban "


Ryo hanya tersenyum seolah memberi jawaban Iya.


Kami pun meninggalkan taman kota. Karena sudah terlalu siang, kami pun mencari makanan. Di mobil perasaan ku berkecamuk. Kalau Ryo bertahan, aku akan kembali ribut dengan orang tua ku. Mereka akan terus memaksa aku menikah dengan Ryo.


" Ryo... Gimana kamu akan menjawab ke orang tua ku nanti?" Tanyaku pada Ryo saat di dalam mobil.


Tanpa di sangka, Ryo malah membuka telapak tangan nya, seolah meminta ku meletakan tangan ku di atas nya. Dengan ragu dan berbagai pertimbangan aku meletakan telapak tangan ku di atas telapak tangannya. Ryo menggenggam dengan sangat erat. Tangan nya dingin. Ryo grogi. Dan pasti dia mengumpulkan banyak keberanian untuk ini.


" Aku akan bilang, biarkan Bian selesaikan dulu pekerjaan nya disana, cukup?"


" Dan semoga kamu dapat yang lebih baik di jelang waktu itu Ryo"


Ryo kembali tersenyum.


*


*


Alih-alih makan si restaurant, kami malah sepakat makan di gerobak bakso yang mangkal di depan SMA kami dulu. Aku dan Ryo makan di dalam mobil sambil menceritakan pengalaman-pengalaman lucu kami di sekolah.


" Besok pagi aku udah berangkat ya.."


" Mau aku antar ke bandara?"


" Gak lah, naik taxi aja"


" Gpp lho, aku baru ke rumah sakit pukul 10"


" Gak usah ngerepotin. Aku bisa naik taxi. Gak bawa apa-apa juga"


" Bawalah walau dikit Bi"


" Apaan mau di bawa?"


" Cinta aku...."


Aku tertawa terbahak-bahak. Aku seperti di rayu anak SMA.


" Aku mungkin gak sekaya dia, tapi cinta ku luar biasa"


" Terimakasih Pak dokter"


Dan Kami pun menuju rumah.

__ADS_1


__ADS_2