Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Kedatangan Trio Kwek Kwek


__ADS_3

Setelah beberapa hari kepindahan ku ke apartemen, dan seperti ucapan Nando sebelum nya yang memboleh kan aku mengajak trio kwek kwek datang berkunjung, dan kebetulan Nando sudah bilang kalau hari ini dia tidak bisa ke apartemen, aku menghubungi Risna. 


Risna dan yang lain sangat senang sekali, kalau seandainya bisa bertamu di hari libur mereka malah ingin menginap di sana. Hhhmmmm, kalau hari libur, sudah pasti bapak Bos yang akan menginap. 


Sekitar pukul 5 sore, trio kwek kwek sudah sampai. Pencetan bel yang maksa, dan suara berisik di luar, membuat aku tersenyum menandakan kehadiran mereka. 


" Taraaaaaaaaa" teriakan Trio Kwek Kwek saat aku membuka kan mereka pintu. Dan mereka pun berhamburan memeluk ku bergantian..


" Rinduuuu, " Risna memeluk ku sangat erat, seperti nya dia benar-benar rindu.


Aku mempersilahkan mereka masuk, tapi tingkat kekepoan trio kwek kwek kan memang tidak di ragukan lagi. Mata mereka tamasya ke setiap sudut apartemen, sampai ke dapur, mereka seperti nya ikut bahagia aku pindah ke sini. 


Lalu kami kumpul kembali di sofa tv. Spot favorit aku dan Nando selama ini. 


" Sist,,, mewah banget…. " ucap Risna sumbringah. Lalu ku jawab dengan senyuman sok manis.


" aiihhhh gak lah kalau kita-kita nanyain gimana dapatin nya ya kan…" Di timpali lagi oleh mba Iren.


" Tapi tetep aku penasaran ya…" Donat ikut ikutan.


" Iya,,, sesuai dugaan kalian, aku jawab ya ke kepoan kalian ini… ini tu aq sewa, tai juga di bantuin bapak Bos, biar gak jauh dari kantor buat naik-naik bis" jelas ku. Dan di sambut anggukan. 


Dari kumpul-kumpul ini aku baru keingat. Dulu ada yang ceritaan ke aku tentang pacar Nando yang suka ngantar jemput Nando, dan mungkin itu lah Renya. Apa aku tanya aja sama mereka lagi? tapi nanti takut aku sakit hati, hahahhhaaa…


" Haduh, beruntung banget kamu Bi,,, haddduuhh kenapa sih Nando gak pernah lirik lirik aku sebelum ketemu kamu Bi…" Donat malah menggerutu gak jelas, dan langsung di timpuk bantal oleh Mba Iren juga Risna. 


" Eh, tapi sebelum aku beneran dia gak pernah cinlok? " hahahahhaa, seperti nya pancingan ku pas banget sekarang.


" Gak… kalau di goda pernah sama FOM jaman sebelum diam, tapi dia gak tergoda euy. Kalau pacar, ya cuma si cewek yang antar jemput itu. Eh, tapi cantik banget dia Bi.." Keterangan Risna sangat lengkap. Ibu Kepo satu ini memang selalu aja dapat info tentang hotel, katanya sih dari anak-anak Housekeeping, yang telinga menyebar dari info tamu sampai info karyawan. TOP banget, info mereka ini selalu valid 99%.


" Cantik banget ya? " tanya ku lagi. 


" Iyes. Kan suka check in di hotel, dia sangat anggunly" jelas Risna lagi.


" Emang lu pernah ketemu? " tanya Donat dengan muka heran.

__ADS_1


" Ya pernah lah, karena penasaran kan, aku pesenin sama anak FO, kalau-kalau dia datang, info aku, aku mau liat" Jawab Risna sambil tertawa besar. Kami bertiga lalu menggeleng-gelengkan kepala, karena luar biasa ibu satu ini menjiwai darah kepo nya. 


" Tapi sombong minta ampun… bahkan di celetukin ni, kesan nya si cewek yang anak owner, soal nya Nando aja gak ada sombong-sombongnya" Sambung Risna lagi.


" Eh ini di beliin atau sewa?" pertanyaan mba iren memecah bayangan Renya di kepala ku. Padahal di awal udah aku jelasin kalau sewa, tapi sepertinya dia masih belum percaya aku bohongi..hahahahaa


" Sewa mba….." jawab ku sambil tertawa.


" Yuk pesan makan yuk,," alih ku, lalu kami mulai sibuk memilih makanan, dan ngobrol hal lain nya.


Obrolan kami sekitar kejadian-kejadian di hotel selama aku cuti, dan masa lalu hotel, juga karyawan-karyawan lain yang gak sempat aku temui karena sudah resign. 


Tak lama kemudian makanan kami pun sampai. Aku mempersiapkan peralatan makan dan kami pun makan bersama di meja makan. 


Dengan kehadiran mereka aku sangat terhibur, yang sebelum nya sangat kesepian, dan hanya Nando yang menjadi informan ku. Ya bedalah kalau Nando dan trio kwek-kwek dalam menyampaikan informasi. Lebih seru trio kwek-kwek, walau sebenernya cerita nya sama. 


Pukul 10 malam, trio kwek-kwek pun pulang. Kepulangan mereka membuat ku mulai kesepian. Kesepian seperti biasa. Dan kembali memikirkan masalah ku.


*


*


Setelah make up, dan rambut selesai aku cepol, aku turun ke lobby untuk menunggu Nando menjemput. Aku sangat bersemangat ingin makan di Kantin, menggibah, mengomentari penampilan tamu, kepo terhadap siapa tamu-tamu uang check in, dan yang pasti, aku rindu aroma hotel yang khas. 


Tidak lama aku sampai di lobby, Nando sampai dengan motor besar nya. Untung aku memakai jeans, sehingga gampang menaiki motor. 


" Ojek neng…" Senyum pagi Nando memang bikin mood banget pagi ini.


" Untung pake jeans saya bapak… besok-besok bekabar ya pak, kalau pakai motor, takut nya salah costume" canda ku.


Kami pun berangkat ke hotel yang gak sampai 5 menit dari apartemen. Sampai di kantor, sama seperti trio kwek kwek kemarin, semua teman-teman di FO semua bergantian memeluk ku. Nando hanya tersenyum dan menggeleng-geleng melihat kejadian itu.


Aku mulai memeriksa laporan yang akan aku selesaikan, tapi di system aku lihat sudah di selesaikan, saat aku tanyakan Nando, ternyata Nando meminta supervisor yang membantu mengerjakan nya, mengingat bahwa Nando kemungkinan bulan depan sudah menduduki jabatan GM, karena Pak Agung di minta membantu operasional hotel yang di kota ku. 


Karena tidak ada laporan, maka aku membantu di counter FO. Hari ini hotel lumayan ramai, walau tidak ada event. Sampai menjelang sore, saat kaki sudah pegal, dan betis naik ke paha, aku memutuskan kembali ke meja ku di belakang. Tiba- tiba telpon berdering. Melihat teman-teman masih sibuk melayani tamu, aku memutuskan mengangkat telpon. 

__ADS_1


" Gud afternuun,,, Bintang Enam Hotel how my assist you.." buka ku.


" Selamat sore, bisa disambungkan ke Pak Nando?"


" Dengan Ibu siapa, maaf?" tanya ku


" Dengan Renya " 


Deg…


Panjang umur ini cewek, baru juga di gibahin, bibir ku bergetar, jari- jari ku pun agak berat..


" Sebentar Ibu, saya sambungkan " ucap ku, dan langsung menyambungkan ke ext. Nando. Beberapa deringan, Nando batu mengangkat telepon nya.


" Ya,... " jawab Nando


" ada telpon? "


" Dari siapa?"


" Mantan kamu, Renya"


" Serius ?"


" Ngapain aku bohong, " jawab ku kesal


" Aku gak mau terima, bilang aja gak ada, gak kerja disini lagi "


" Kok takut ? karena ketahuan aku? " 


" Udah lah,,, aku gak mau, nanti kita bicara"


Nando menutup telpon nya dn aku kembali berbicara dengan Renya.


" Kembali ke operator, Ibu maaf Pak Nando gak mau terima telpon Ibu" aku sengaja mendramatisir, agar Renya tau diri.  ngapain dia cari-cari Nando.

__ADS_1


" Oke, bilang sama Pak Nando nya, kalau gak mau bicara sama saya di telpon, boleh lah ya besok saya main-main ke sana,, terima kasih mba"


Telpon sudah di tutup. Aku langsung merasakan kemarahan di kepala ku. Emosi, kenapa ini cewek kecentilan banget. Pakai mau datang segala. 


__ADS_2