Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Baju Yang Sama


__ADS_3

Aku coba membangunkan Nando, bukan nya bangun, saat matanya terbuka dikit, dia tersenyum lalu langsung menarik ku kepelukannya dan mendekap sangat kuat. 


Perlawanan ku gak ada artinya buat tangan berotot Nando yang kekar itu. Nando tetap saja memejamkan matanya.


"Gak kerja yuk Sayang, gini aja terus sampai besok…"Ucapnya dengan mata tetap terpejam.


" Jangan ngadi-ngadi Ndo, ayuk bangun, kerja, jam berapa ini lho, nanti telat, antar aku dulu ke kos mandi" pinta ku masih dalam pelukan Nando.


" Ngapain mandi ke kos, disini ajalah, bisa mandi berdua.. Duh,, si dedek dengar mandi berdua langsung bangun lagi" 


" Nandoooooo" teriak ku, Aku bisa merasakan yang tadi malam nongol, nongol kembali mengenai paha ku


Nando hanya terkekeh. Pelukan nya melemah, mata nya terbuka, bibirnya tersenyum melihat muka ku yang sudah panik.


Nando mendekatkan wajah nya dengan wajah ku pelan, mencium pipi ku. Pada saat dia mau men**um b**ir ku, aku langsung mundur dan mencubit hidung ku sendiri,


" Jangan Ndo, masih bau jigong…" tolak ku,


Nando sepertinya memang kesal kalau di bilang bau, sama seperti tadi malam, saat aku bilang dia bau, dia langsung membawaku ke sini, dan menyiksa ku dengan pemandangan menggoda iman.


Pagi ini juga, begitu aku bilang dia bau, dia langsung menarik kepala ku, dan menc**m b***r ku lama, Nando m***mat nya sangat lama, berusaha me****kan li**h nya, aku yang sejak tadi malam sudah terpancing pun hanya me*****ti dan membalas ciuman itu. Sudah gak peduli dengan bau jigong.


Ci**an p***s Nando membuat seluruh tubuh ku merinding, apalagi saat tangan Nando mulai lagi piknik di bawah kaos ku, dan menyentuh ke gun**g ke**ar milik ku. Sebenarnya aku sadar itu salah, tapi entah kenapa aku malah menikmatinya. 


Saat nafas kami terengah-engah karena ciu**an yang terlalu lama, Nando mulai menarik kaos ku. Ia melihat ke mata ku, mungkin maksud nya adalah meminta izin, tapi izin bagaimana yang harus aku berikan? 


Nando mulai mengangkat ke atas *ra ku, dan melihat isi nya, tanpa ragu me*um*at nya seperti bi*ir ku tadi. Ada perasaan aneh di diriku, seperti tersengat listrik, tapi aku sungguh men*kma** nya.


Lalu Nando berhenti, dan men***m keningku. Dengan nafas terengah-engah,ia tertunduk di bahu ku.

__ADS_1


"Maaf, kalau aku lancang, tapi jika kamu tidak izin kan, aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucapnya.


Aku memeluk kepala nya, dan men***m le*er nya, karena cuma itu yang tercapai oleh ku. 


Nando lantas menyuruh ku mandi. Aku becermin, dan melihat warna merah di leher, d**a, dan sekitar nya. Ah, sudahlah. Lalu mungkin ada pertanyaan apakah aku pernah melakukannya dengan Dion? 


Aku dan Dion hanya sampai di tahap c**man, dan Dion pernah meraba *a*a ku, tapi dari luar saja. Artinya walau tangan nya masuk ke baju ku, dia tidak berani sampai ke bagian dalam. Entah mengapa, setiap dia melakukan, aku langsung menangkap tangan nya dan menahannya. Lalu kenapa dengan Nando? aku malah membeku? aku belum punya jawabannya. 


Selesai mandi, aku putuskan memakai lagi pakaian ku yang tadi aku pakai. Karena gak memungkinkan lagi kembali ke kos. Nando juga sudah selesai mandi. Melihat aku keluar dari kamar mandi, dia langsung mendekap pinggang ku, dan me****mi pucuk kepala ku, l***r ku, dan seluruh wajah ku. 


"Ndo..udah terlambat lho, ayuk berakat" aku memohon.


"Yuk, sarapan di kantor aja ya, pesenin di ojek online aja, biar kalau kita sampai sarapan juga sampai"


Aku mengangguk dan mulai mencari di aplikasi sarapan yang ingin di pesan. 


*


*


"Kok masih pakai baju kemarin Sist? kamu gak pulang?" tanya Risna


aku bingung mau jawab apa, adduuhhh, gimana ini, mana aku mau mengganti pakaian dalam dengan yang ada di locker, gimana biar gak ketahuan mereka. 


Aku akhirmya membalas dengan senyuman saja, bergegas menggunakan seragam hotel. Dan meninggalkan mereka tanpa kata-kata..


"Sist… tingkah mu mencurigakan ya, awas kamu" jerit Risna kesal. 


Ah ini gara-gara Nando. Coba kalau gak pakai adegan iklan, masih sempat aku balik ke kos ganti pakaian. 

__ADS_1


*


*


Di kantor, Nando sudah duduk dengan gagah nya, seolah-olah gak terjadi sesuatu. Awas aja kamu ya, nanti aku kerjain balik, tanpa ampun. Kesal ku.


Hari ini, aku benar-benar menghindari Risna dan gank nya. Aku yakin kepo mereka sudah sampai ke ubun-ubun ingin menanyai ku. Risna mengirimi chat, tapi aku jawab dengan sticker-sticker saja. Kesal nya dia membalas dengan nada ancaman.


Aman nya sih sore ini aku pulang dengan Risna, biar gak d kerjain Nando lagi. Tapi besok libur, sama aja bohong, toh besok aku bakal di apelin si Pak Bos lagi. 


Chat dari Nando masuk.


" Pulang jangan jam 5 pas ya, lewatin dikit, aku ada yang di kerjain" 


" Kalau aku duluan  sama Risna gimana"


"Jangan laaahh, sama aku aja, besok libur, jalan dulu yuk malam ini"


"Kalau pas pulang kamu jemput aku ke kos aja? biar aku bisa ganti baju Nando"


" Oke lah, nanti pulang nya sama Risna dulu, Nanti aku pulang langsung jemput kamu ya.. Basah rambut lagi ya, jangan di keringin" Goda Nando.


Aku gak balas lagi Chat nya, tapi aku liatin dengan mata melotot ke arah kantornya. Nando pun hanya tertawa terpingkal-pingkal. Sukses seharian buat aku repot anak ini.


*



Akhirnya setelah memohon ampun ke Risna lewat telpon, sore itu ia pun mau mengantarka aku pulang. Alasan ku gak ganti baju karena aku pergi dengan Nando, nongkrong di suatu tempat sampai lupa pulang. Terserah lah Risna mau percaya atau tidak. Yang penting di tidak marah lagi.

__ADS_1


Sampai di kos, karena nanti malam aku akan keluar dengan Nando, aku putuskan menelpon Ibu dulu. Sudah seminggu aku tidak menelpon ibu,, dan Ibu pun belum menelpon ku.


__ADS_2