Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Diajak Ngobrol Ibu Owner


__ADS_3

Dari konter depan aku masih bisa mendengar sesekali suara tawa Ibu dan anak itu di belakang. Dari sana aku simpulkan Risna benar, bahwa Ibu owner dan anak nya sangat dekat. Ya Ibu owner, ownernya hotel tempat aku bekerja, dan owner nya pacar ku juga. 


“ Gak kebelakang mba? gak capek berdiri? “ tanya Salsa, salah satu Receptionist. 


“ Segan aku, gak enak masih ada Ibu” jawab ku


“ Sana kenalan sekalian mba,, bilang ke dia, Ibu kenalkan saya calon menantu… gitu donk..” sindir nya sambil tertawa mengejek.


“ Andai aku punya keberanian ya kaaannn” jawab ku sambil membalas tawa nya


“ Ibu nya udah tau mba ? “ tanya yang satu nya lagi Friska


“ Tau apaan?” balas ku pura-pura gak ngerti maksud mereka apa


“ Ah, malas bahas nya mba,,, sehotel juga udah tau mba, dari lama juga kami udah curiga, ini bakal ada apa-apa nanti antara mba Bian dan pak Nando “ Sambungnya


“ Oh ya? kok bisa kalian mikir nya gitu?” aku penasaran untuk bagian ini 


“ Apa dulu-dulu dia juga suka cinlok gitu? “  tambah ku lagi


“ Gara-gara mba sering pulang bareng, dan Pak Nando suka lho curi-curi liatin mba lama kalau mba lagi kerja. Mba aja gak sadar. Kalau pacaran, selama dia kerja disini sekitar 3 tahunan ini gak pernah sih, ada dulu yang deketin, tapi kaya nya matre gitu, mantan FOM kita mba, Pak Nando malah kaya geli gitu di dekatin dia, Pak Nando masih Receptionist itu“ jelas Salsa sambil tertawa. 


“ Terus kenapa dia mau sama aku ya? apa dia pikir aku gak matre gitu? walaaaahh salah banget dia ini” jawab ku dengan muka sok polos dan bingung. 


Lalu kami bertiga pun tertawa. 


*


*


Kali ini kaki ku sudah benar-benar pegal, aku pun memutuskan kembali ke meja ku, walau apa pun yang harus aku hadapi di belakang sana. Aku menyerah, ingin merenggangkan kaki ku, dan menunggu waktu makan siang. 

__ADS_1


Sambil kebelakang aku melempar senyum ke Nando dan Ibu nya yang kebetulan bersama-sama melihat ke arah ku. Aku duduk dan pura-pura sibuk dengan komputer ku, walau hanya melihat Facebook dan youtube.


Tak lama kemudian Nando keluar dari kantor, sepertinya ingin ke toilet, ia sempat melihat ku dan senyum sambil mengangkat kedua alis nya. Parahnya adegan itu juga dilihat oleh Ibu nya. Setelah Nando keluar, si Ibu malah ikutan keluar kantor aquarium Nando, awal nya aku duga juga mau keluar kantor FO, rupanya malah mengarah ke meja ku. Tangan ku mendingin, lebih dingin daripada saat briefing kemarin. 


“ Febian….” Sapa nya


“ Iya Ibu “ Jawab ku sambil senyum dan berdiri dari kursi ku. 


“ Duduk aja, santai gpp…”


Si Ibu lantas duduk, aku pun ikut duduk. Agak canggung memang, tapi Ibu owner terus memberi senyum di bibirnya. 


“ Gimana? betah kerja disini? “ ah, ini pertanyaan klise untuk membuka sesuatu yang lebih besar, pikir ku. 


“ Betah bu, alhamdulillah semua karyawan baik,  dan banyak tantangan baru disini, walau lebih sibuk dari pada hotel lama saya, dan tipikal tamu yang berbeda dari kota saya sebelumnya “ jawab ku gak kalah klise. 


“ Kamu bukan dari kota ini ya?  dari mana asalnya? “


“ Oh ya? kita bakal take over satu hotel disana lho, bintang lima juga, namanya hotel Bintang Delapan, hotel nya bagus, tapi sepertinya anak-anak owner lama nya rebutan, jadi hotel tersebut mereka jual. mungkin bulan depan sudah oke, dan sudah running kita yang jalankan” 


“ Oh hotel bintang Delapan ya bu? Sangat terkenal di sana bu, tapi memang di banding hotel baru, hotel tersebut agak di tinggalkan, karena kurang terawat, ya berita-berita yang saya dengar bahwa ada konflik owner itu penyebab nya bu” 


“ Ya benar, sekarang sudah kita renovasi, terus beberapa furniture sudah di ganti, saya kemarin 2 bulan disana..” 


Oh Tuhan…2 bulan? jangan-jangan disini juga dua bulan… pikir ku. Lama banget gak bisa pacaran ini sama Bapak Bos..


“ Nanti kalau udah running, kamu mau ditempatkan disana? Biar dekat dengan keluarga.. ya gak usah jadi Asisten nya Nando lagi, kamu jadi manager nya, hahahahahaa” tambah Ibu Nando. Entah dia serius atau gak, entah mengusir secara halus atau bagaimana si Ibu ini menawarkan aku pulang kampung. Karena si Ibu tertawa aku pun ikut tertawa, walaupun mungkin yang di tertawakan diriku sendiri. 


Gak lama kemudian Nando masuk kembali, Alis mata nya beradu melihat Ibu nya sudah duduk dengan ku. Lalu Nando mendekat dan merangkul bahu ibu nya.


“ Ma,,,,” panggilnya.

__ADS_1


Si ibu langsung menoleh dan memegang tangan Nando yang ada di bahu nya.


“ Eh, Nando, seru ini, ngobrol sama Febian. Mama kasih tau dia tentang hotel yang baru kita take over di kota B, ternyata Bian asli nya dari sana, mama tawarkan dia jadi FO Manager disana. Mana tau Bian mau dekat keluarganya “ 


“ Oh ya? GM nya udah ada ma?” tanya Nando dengan muka serius


“ Udah ada GM lama sih, tapi kalau gak cocok nanti mama ganti, kenapa? kamu minat?” 


“ Iya, kalau Bian FO Managernya, biar aku jadi GM nya aja ma” usul Nando sambil nyengir, aku kaget dengar pernyataannya yang seolah-olah mengartikan jangan pisahkan dia dari aku. 


“ Dasar! “ jawab mama nya sambil memukul paha Nando yang masih berdiri di sampingnya. 


“ Sudah makan Febian? “ tanya Ibu owner lagi


“ Belum Ibu, sebentar lagi” 


“ Nando kita mau makan dimana? ajak Febian ikut kita sekalian yuk, makan sama-sama” 


“ Mama mau makan apa? “ 


“ Yang ada jual sub sub nya gitu yuk, mama pengen makan yang segar-segar berkuah” 


“ Bakso aja mau? tempat nya gak begitu bagus sih ma, di pinggir jalan, tapi rasa nya enak banget” tawar Nando. 


“ Oh ya? ayuk pergi.. ikut kamu Febian, makan bareng” Ajak Ibu owner. 


Nando pun tersenyum usil pada ku. Dalam hati ku bertanya apa yang dimaksud Nando bakso pinggir jalan yang sering aku makan bareng Risna? Ibu-Ibu anggun begini mau di bawa nya makan di pinggir jalan gitu? Ya ampun Nando…


Aku pun bersiap, menelpon Risna dulu, karen tadi sudah janjian makan siang bareng member lainnya. Ternyata malah makan sama Ibu owner. Gak kebayang kan reaksi Risna tadi.


"Ya ampuuun bisa-bisa nya kamu mau pergi makan sama Ibu owner, sebentar lagi jadi Ibu owner juga sepertinya.. Hahahahhaa" seloroh Risna

__ADS_1


"Udah ya, mereka udah siap-siap mau keluar kantor itu.. Nanti sambung lagi" jawab ku dan menutup telpon.


__ADS_2