Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Febian Senandila


__ADS_3

Sedikit Plot dari Nando…


“ Ya Yank…” Bian menjawab telpon nya. Tepat di samping ku, aku terkejut, karena Bian gak pernah sedikit pun bercerita dia punya pacar. 


Bian beranjak dari meja dan menuju ke arah toilet, mungkin Bian butuh tempat lebih tenang untuk menelpon. Saat ia kembali bergabung, wajah nya sudah mulai terlihat gelisah. Aku fikir mungkin pacar nya bertanya dia dimana? Dan ini sudah malam. 


Dari yang aku lihat, sepertinya Bian memang tumbuh di keluarga yang baik, Bian sangat sopan, tadi juga di rumah, saat dia menolak bibi untuk membuatkan air minum, ia menolak dengan sopan. Saat ngobrol dengan bibi pun dia sangat sopan, dan tiap pergi, dia selalu mengarahkan pulang sebelum jam 10 malam, kecuali sedang bekerja. 


Hei Bian, sadar gak kamu cantik banget, paket komplit, smart, supel, sopan, rendah hati. 

__ADS_1


Selama di acara, aku melihat Rendra teman ku bolak balik melirik Bian. Dan berusaha menarik perhatian Bian dengan bertanya-tanya Bian kenal aku dimana, darimana asal nya… untung gak satu kali pun Bian menjawab bahwa ia teman kerja ku, kalau gak, bakalan tiap hari si Rendra nongkrong di hotel atau berusaha menawarkan jemputan. Apalagi Bian sangat lemah akan hal itu,,, tiap di ajak main..” Ayuuukk” kadang lucu… tapi nyenengin. 


Karena saat bubaran Rendra seperti mau mendekati Bian, aku langsung menggandeng tangan Bian, untung Bian tidak menolaknya. Aku hanya ingin mengesankan ke Rendra bawa ini punya ku, jangan lagi mendekat …


Dimobil, setelah menerima telpon Dion, Bian menangis, ingin sekali aku rangkul, pinjamkan bahu untuk bersandar sampai hatinya tenang. Tapi apa daya, cewek orang euy… kalau dia marah di mobil dan minta turun, lebih berabe..


Dan aku?


Cukup saat ini menikmati proses nya. Kalau jodoh gak kemana kan kata pepatah. Walau gak dapat, ya gpp, tapi kalau bisa dapat.

__ADS_1


Sebenernya kenapa aku sering menawarkan diri mengantarkan pulang, karena aku lihat dia butuh teman, mungkin bosan di kos saja. Cukup tepat kalau Bian memilih Risna untuk di jadikan teman. Karyawan yang sering kami sebut "member Risna" semua terkenal baik, supel, sopan, dan menonjol dalam pekerjaan.


Sejauh bekerja sama dengan Bian, hasil kerja nya sangat baik, dia mampu handling complaint maksimal, punya keberanian mengahadapi tamu, dan report yang di berikannya tiap minggu pun rapi.


Waktu interview, dia bilang target di usia 25 tahun jadi manager, aku rasa mungkin akan lebih cepat, kalau Bian bisa konsisten bekerja seperti ini. Team work dengan teman se team nya, dengan departemen lain, semua terbilang cukup baik, dan full support.


Aku harap bisa punya waktu lebih panjang, daripada setahun ini dengan Bian, aku akan coba mendukung nya untuk cita-citanya tersebut, karena dari awal interview aku yakin, anak ini bukan cuma punya kemauan, tapi juga bakat hotelier, dan tinggal di bentuk lebih baik. Karena kemasan nya juga sudah menarik.


Andai kita ketemu lebih cepat ya Bi, gak akan ada laki-laki bernama Dion yang maki-maki kamu sampai menangis seperti tadi. Ah, semoga dia kuat, dan gak sampai ingin pulang ke kota nya...?

__ADS_1


__ADS_2