Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Cemburu


__ADS_3

Seseorang masuk ke locker. Aku mendengar suara langkah kaki nya mendekati tempat ku. Aku lalu pura-pura tidur. Kalau ada yang bertanya, aku akan menjawab sedang sakit perut datang bulan.


" Bi..... Kamu kenapa?"


Suara yang khas di telinga ku. Aku lantas membuka mata ku, dan membalikan tubuh. Risna,,, syukurlah yang datang dia. Aku lantas bangkit, dan memeluk Risna yang sudah duduk di sebelah ku.


" Ada apa sist? Kok nangis? Kamu kenapa? Cerita sama aku" Risna mengelus-elus rambut ku, dan menepuk2 punggung ku.


" Aku kesal sama Nando Ris... Aku benci wanita itu datang kesini, kemaren dia nelpon, sekarang dia datang,,, aku kesal" kata ku sambil menangis sesegukan.


" Siapa? Kenapa Nando? Yang datang siapa? Coba ceritakan dulu tenang-tenang,,, biar aku dengerin,,," Risna berusaha menenangkan ku. Mungkin dia bingung dengan ucapan ku yang di iringi tangisan.


Bukan nya menjawab, aku malah menangis lebih kencang. Risna hanya menenangkan ku, menunggu sampai aku siap bercerita.


" Ada apa?? Ceritakan sama aku... Walau mungkin gak bisa bantu, se gak nya kalau kamu udah cerita, kamu sedikit bisa tenang" bujuk Risna.


Aku menarik nafas. Agak tenang, dan mencoba menceritakan semua nya. Bagaimana kemarin tanpa sengaja aku mengangkat telpon dari Renya yang mencari Nando, lalu perkelahian ku dengan Nando setelah itu.


Dan tanpa di duga, tadi Renya beneran datang seperti di katakan nya kemaren. Aku jadi berfikir betapa nekat nya wanita ini. Dan dia itu cantik sekali. Cantik seperti yang kalian ceritakan kemaren, cantik seperti kata Nando.


Aku sampaikan, aku tidak nyaman dengan situasi ini. Aku melarang Nando menemui nya, tapi aku takut, Nando hanya patuh saat di depan ku. Dan di belakang ku aku takut Nando malah menemui nya. Aku curiga.


Nando sudah bertahun-tahun tidak bertemu Renya, sebagai orang yang pernah di cintainya, pasti sedikit banyak Nando pernah merasakan ingin tahu kondisinya.


Aku takut Nando kembali pada wanita itu, dan meninggalkan aku. Aku takut Nando diam-diam menemui wanita itu. Yang paling aku takutkan yaitu Nando meninggal kan aku demi wanita itu. Karena aku sebagai wanita aja, ngakuin kecantikan Renya nyaris sempurna. Dari ujung kepala sampai kaki, nyaris tidak ada cela, aku bisa bilang itu luar biasa. Bohong kalau ada lelaki yang berani nolak dia tanpa alasan.


Risna menunggu ku selesai bercerita. Ia hanya diam menanggapi dengan kedipan mata, sedikit anggukan, dan senyuman tipis. Setelah aku benar2 selesai bercerita, Risna lalu memberi sentuhan di pundak ku.


" Hei sist... Sebenernya kamu cemburu" ucapnya sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Aku terdiam dengan kata-kata nya. Apa? Aku cemburu? Kenapa dari sekian panjang curhatan ku tadi, kesimpulan nya aku cemburu. Ah, sulit untuk aku percaya.


" Cemburu gimana Ris? " tanya ku bingung.


" Ya sebenernya kamu cenburu sama si Renya, kamu takut Nando meninggalkan kamu, kamu takut Nando lirik-lirik Renya lagi, dan kamu tu melihat Renya lebih dari kamu. Padahal Nando gak ada salah apa-apa disini Bi, tapi kamu lampiaskan nya ke Nando. Baikan deh sana, pegang kuat-kuat si babang... Nanti kalau kamu jutekin terus, malah beneran di ambil orang"


" Sebenernya Ris, dari kemaren aku juga ngerasain hal yang sama. Aku juga marahin Nando. Tapi seperti yang kamu bilang, aku sadar bahwa Nando gak ada salah, cuma aku gak tau mau lampiaskan ke siapa lagi "


" Tuh kan,,, Nando juga nanti bisa sebel kalau kamu gituin terus... udah lah,, jangan di marahin lagi, Toh si babang alias Bapak Bos ada dekat kamu terus, bisa kamu pantau gerak geriknya "


" Tapi aku kesal sama dia Ris,,, dia tu seperti gak ada kejadian apa-apa aja dari kemaren, santai aja ngadapin nya. Sedang itu si kaen lap, serius lho mau ngejar-ngejar dia"


" Cowok kan gitu Bi, gak kayak kita yang rusuh kalau ada masalah. Masalah belum terjadi aja kita udah uring-uringan. Kalau cowok mah seloooowww... Nanti kalau udah di depan mata baru rusuh mereka. Udah lah, kalau kamu masih mau istirahat, ya istirahat dulu. Kalau mau balik kerja lebih baik, aku lanjutkan kerja dulu ya"


Risna pun kembali ke opis nya. Meninggalkan aku sendiri di locker. Aku lalu melihat HP ku, ada chat dari Nando.


" Dimana Neng?" aku enggan membalasnya..


" Kalau gak enakan, pulang aja gimana? Atau mau istirahat disini? Aku pinjamin kamar?"


Aku masih enggan menjawab. Akhirnya aku memutuskan untuk istirahat di locker.


Seperti biasa, aku tidak sadar sampai tertidur sejak kapan, dan tidak seorang pun yang membangunkan ku. Sampai akhirnya aku dengar suara Nando dari luar locker mengetuk pintu.


" Bi... Kamu di dalam? " Nando memanggilku sambil mengetuk-ngetuk pintu locker.


" Ya... Aku di dalam.."


Aku mendengar Nando melangkah kan laki masuk mendekat ke arah ku.

__ADS_1


" Hei, udah enakan? " tanya nya dengan senyuman yang sangat manis.


Aku membalas senyuman itu, dan mengangguk.


" Pulang yuk...udah malam " ajak Nando.


Aku langsung mencari Hp ku untuk melihat jam, betapa terkejutnya aku saat melihat sudah jam 8 malam.


" Kok gak dari tadi bangunin nya yank,, kok aku gak sadar teman-teman pulang ?"


" Kamu tidur mati sepertinya. Kebetulan aku tadi ada kerjaan, aku biarin aja dulu kamu tidur. Yuk.pulang yuk..."


Bukan nya menjawab aku malah menjatuhkan tubuh di pelukan Nando. Nando lantas tersenyum. Nando mengangkat wajah ku, dan menciumi bibir ku. Locker tempat yang juga aman kalau sudah malam begini untuk pacaran. Karena jumlah tenaga kerja wanita sangat sedikit.


" Buat me**m di sini enak juga ni yank" canda Nando yang langsung ku jawab dengan pukulan ke lenganya.


Nando malah menarik tubuh ku lagi. Dress ku sudah terangkat ke atas, Nando benar-benar nekat, tapi perasaan was was ini punya sensasi tersendiri.


Aku pun sudah tersandar di dinding, Nando mengangkat ku, sambil terus menciumi ku. Sampai akhirnya kami mengakhiri, untuk bersiap-siap akan pulang.


" Besok marah lagi aja yank.." ucapnya sebelum meninggalkan ku di locker untuk berganti seragam.


" Kok??" tanya ku heran


" Kamu jadi luar biasa berna**u kalau abis marahan, hahahahahaa, aku sukak" bisiknya lagi sambil mengecup bibir ku.


Aku hanya tersenyum malu. Jujur memang benar, sekarang aja, kalau bisa aku mau di selesaikan disini, cuma resiko besar.


Selesai mengganti pakaian, aku langsung menuju body checking dan menuju mobil Nando. Nando sudah di mobil menunggu ku. Seperti orang kelaparan, aku langsung menyiumi Nando sepihak. Karena Nando langsung menyetir.

__ADS_1


" Sabar ya... " ucap ku usil..


__ADS_2