
Akhirnya pukul 23.30 acara selesai, dan kami bubar. Tanpa aku duga mulai saat aku berdiri dari kursi, sampai ke mobil, Nando menggandeng tangan ku. Aku? Aku biarkan, toh hanya menggandeng, mungkin dia takut aku hilang dalam kerumunan temannya.
Sampai di mobil Nando melepaskan tangan nya dan aku masuk kedalam mobil.
“ Biaaaannnn…. Kamu punya pacar? Dia yang telpon kamu tadi? “ Tanya nya sambil terkekeh
“ Iya, Dion namanya, paling bentar lagi dia nelpon lagi ni…”
“ Oh ya? Sekarang dimana? Di kota kamu atau di kota ini? “
“ Dikota ku lah..LDR, mungkin dah keubun-ubun ini rindu nya, jadi sekarang kalau nelpon, bawaannya berantem aja terus, padahal yang kesepian aku disini, gak ada teman, dia masih ada keluarga disana, masih ada teman-teman, ya mau gimanalah,,,masih sayang ini…” jelas ku ke Nando.
Nando hanya terkekeh dengar curhatan ku.
Dan benar saja, belum selesai curhat ku ke Nando tentang Dion, tiba-tiba Hp ku berbunyi kembali, Dion.
“ Ya Yank, “ Buka ku
“ Udah di kos? “
“ Belum, masih otewe, bentar lagi juga sampai, sekitar 15 menit lagi aku sampai kok. Nanti sampai kos aku telpon kamu ya..” Jawab ku. Jujur, aku mengatakannya dengan sangat lembut, agar tidak memancing emosi nya. Karena ini sudah hamper jam 12 malam, Dion bakal marah kalau aku belum sampai kos.
“ Kok di tutup, gpp lah, kan kamu pakai ojek mobil kan? Ngobrol aja kenapa? “
“ Gak enak aja, nantilah ya..” aku menjawab sambil melirik ke Nando, Nando juga membalas lirikan ku, good boy, dia benar-benar seperti tidak bernapas selama aku bicara dengan Dion, seperti nya Nando mengerti, aku tidak mengaku ke Dion kalau aku pergi dengan nya.
“ Video call yuk, jadi kamu diam aja, gpp kalau kamu gak enak bicara dengan ku, sekalian aku pengen liat muka nya Risna gmn..” Hadeuh, walau Dion ngomong nya pelan, aku tau, sepertinya dia curiga, dan yakin kalau aku gak pergi bersama Risma.
“ Gak lah Yank, malu tau..” tolak ku, walau sudah agak kesal, karena sumpah Dion super ngeyel mala mini.
__ADS_1
“ Kenapa gak berani? Kamu gak pergi dengan Risna? “
“ Dengan Risna kok, kok kamu gitu? Ngeyel, aku udah bilang nanti aku telpon Karen gak enak sama Risna, kamu malah ngajakin VC, gimana? “
Sepertinya Nando sudah mulai gak enakan, Nando langsung meminggirkan mobil di jalan, sambil melihat ku dan sedikit mengangkat bahunya seolah bertanya “Kenapa ?”
“ Kenapa kamu marah? Aku gak marah lho, Cuma minta baik-baik, VC, sekalian mau kenalan sama Risna, kamu yang marah-marah” Dion sudah mulai emosi.
“ Aku bilang gak, telpon akuk tutup, walau kamu telpon berulang kali, aku gak akan angkat, sampai aku sampai di kos. Titik”
“ Kok gitu? Apa susah nya Cuma 10 menitan aja sambil kamu jalan ke kos sambil ngobrol sama aku, kamu gak mau”
“ Kamu gak ngerti… terserahlah”
Telpon pun aku tutup, aku gak perduli gimana Dion disana, mau banting Hp, mau mukul tembok, mau teriak-teriak makian, seperti yang biasa dia lakukan, aku gak perduli. Nanti sampai kos aku telpon ulang. Lalu aku matikan Hp, agar mata ku gak sakit bolak balik liat panggilan dari dia.
Nando hanya terdiam. Melihat semua nya. Gak terasa air mata ku menetes. Aku kesal, karena Nando bukan Cuma sekali ini memaksakan kehendaknya, dan jika tidak di turuti lantas marah-marah, iya aku tau aku salah, aku bohong, tapi kalau aku gak bohong pasti lebih dari ini kejadiannya. Iya aku tau, dia rindu, dia kesepian, tapi sama, aku juga gitu, dikira apa gak sulit bertahan dengan ini semua, tapi ini Cuma setahun, aku akan cari pekerjaan di kota ku setelah ini dengan posisi yang lebih baik. Mohon bersabar, tapi Dion gak perduli. Iyalah, mana dia tau sulitnya meniti karir, cari uang, kalau istilah di Drakor, Dion lahir dengan sendok emas, semua tinggal sebut, tinggal pilih, bakal jadi milik dia.
“ Lanjut aja, nanti di kos aku telpon dia” Jawab ku
Nando lantas melaju mobil nya kembali.
“ Maaf kalau aku buat kacau ya” Ucap Nando
“ Gak lah, gak karena kamu pun, berantem juga kok, Dion seperti itu, posesive banget”
“ Cewek nya secantik gini Bi… jelaslah posesive. Aku juga kalau punya pacar secantik ini, LDR pula, mungkin sama dengan dia”
“ Makasih Pak Bos..”
__ADS_1
“ Makasih apaan?”
“ Udah bilang aku cantik…hahahahahaa”
Nando ikut tertawa, dan repleks tangannya mengacak rambut ku.
Oh Tuhan,,, pengen di peluk kalau seperti ini… sumpah, pengen meluk tangan berotot itu, pinjam bahu nya sebentar, pengen nangis, melampiaskan kesal ke Dion.. Tapi gimana, bukan punya aku bahu nya, nanti cewek nya liat, muncul masalah baru..
“ Nando punya pacar? “ Tanya ku
“ Sekarang gak…”
“ Eh, kok? Atau gak suka yang cantik? Hahahahaa”
“ Enak aja, Nunggu waktu yang tepat buat ngajak komitmen aja, hahahahaa, sekarang masih penjajakan”
“ Hmmmm,, semoga sukses ya, dan gak di tolak..” jawab ku mencibir
“ Makanya, supaya gak di tolak, lagi cari strategi…hahahahaaa”
Gak terasa udah sampai di kos, dan aku pamitan turun.
“ Jangan nangis lagi ya kalau berantem,,hahahahahaa” canda nya
“ Apa sih..” jawab ku
“ Oh ya, tadi bantal kamu aku peluk tu, bau parfum ku kayak nya nempel, jangan di tukar nya pillow case nya..” Aku agak bingung dengan pernyataan Nando ini
“ Maksud nya? “
__ADS_1
“ Artinya, gak ada lagi serigala lain yang boleh masuk kamar kamu, karena aku udah ninggalin aroma ku,,, “ Nando kembali terkekeh. Tapi aku tetap gak nyambung dengan maksud kata Nando tadi. Ah sudahlah, lagi gak mau mikir.
“ Bye…..” aku memberi lambaian mengiring gerakan pergi mobil Nando.