Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Semua Mata Tertuju Pada Ku


__ADS_3

Pagi ini aku bersiap ke kantor. Nando tidak menjemput ku. Dan aku berangkat menggunakan ojek online. Sebenernya Nando menawarkan untuk aku di jemput driver, seperti yang beberapa kali di tawari nya kepada ku sebelumnya, tapi sampai sekarang aku masih enggan menggunakan kesempatan itu. Aku gak mau di bicarakan karyawan memanfaatkan posisi Nando.


Sampai di kantor lebih pagi, seperti yang sudah-sudah, tradisi kalau Ibu owner datang, baik departemen operasional maupun back office mendadak sibuk, semua toilet penuh bunga, koridor wangi, karyawan datang lebih pagi, semua office kinclong dan rapi. Hahahahahaaa... Semua takut kalau-kalau ibu owner datang merazia office seperti yang sudah-sudah.


Kantor FO pun demikian. Aku dapati anak-anak juga sibuk mengatur office dan counter lebih rapi dari biasanya. Hari ini kantor Nando sudah kosong. Aku akan mulai masuk kesana, dan meja ku akan di gunakan oleh supervisor ku. Aku memilih tanpa asisten, pikir ku dengan memberi kepercayaan supervisor ku, itu sudah cukup dan sangat membantu.


Jam di dinding menunjukan pukul 7.45 mendekati jadwal acara, aku bersiap menuju ruangan acara bersama beberapa orang staff FO sebagai perwakilan untuk acara tersebut. Papan bunga ucapan dari semua departemen sudah memenuhi halaman hotel, dan Ibu owner pun akhirnya datang, hanya berdua dengan Kak Uki, tanpa istrinya.


Melihat kak Uki menggunakan jas formal, aku sempat tersepona, guanteng nya polll... Kharisma yang dimiliki Nando juga, tapi terpancar lebih terang di kak Uki. Tapi gak,, gak,,, aku udah punya adik nya, yang aku tau baik luar dalam, apalagi bagian dalam dalam nya sudah aku lihat, hihihihi...


Sertijab pun berlangsung lancar, dari kursi kami melihat di panggung Nando berbicara dengan Pak Agus, menepuk-nepuk lengannya, dan pak Agus membalas dengan senyuman yang sangat sangat tulus. Kerendahan hati yang dimiliki Nando, walau pun dia sebenarnya bisa menduduki lebih dari jabatan ini, tapi aku sangat mengapresiasi dia mau belajar dari seorang karyawan sampai menjadi GM. Bahkan sejak aku disini, gak sekali pun aku melihat Nando mengkritisi atas keputusan dan kebijakan pak Agus.


Pak Agus akan membantu sementara di hotel Bintang Delapan di kota ku. Ya, sementara sebelum Nando kesana. Setelah itu, entah kemana lagi Pak Agus akan dikirim keluarga Nando. Menurut Nando, keluarga nya sangat suka dengan cara kerja dan strategi pemasaran Pak Agus. Karena itu Pak Agus selalu di kirim ke hotel yang bermasalah dengan revenue. Dulu hotel ini juga demikian, karena termasuk hotel tua, untuk tamu walk in sangat minim, hanya menang di group saja. Tapi setelah di handle oleh Pak Agus semua terselesaikan.


Acara pun selesai, setelah Ibu owner memberi sambutan, wejangan, dan Kak Uki juga memberikan masukan juga selamat untuk Nando.


Berbeda dengan Nando yang terjun langsung sebagai pekerja di hotel, Uki memilih menjadi direksi sejak awal, hanya saja kata nya beliau berkantor di hotel nya. Selain hotel, Uki juga memiliki satu mall yang connect langsung dengan hotel nya. Dan cukup megah kata nya.


Karyawan yang hadir masih menikmati hidangan yang tersedia, sambil menyalami Pak Agus yang berkeliling menyapa karyawan. Tiba-tiba Ibu owner melambaikan tangan kepada ku, seolah memanggilku untuk mendekat.

__ADS_1


Aku izin kepada trio kwek kwek yang sejak tadi bersama ku. Aku bergabung dengan Ibu owner, kak Uki, pak Agus, dan Nando.


" Setelah pak Agus selesai, Nanti Febian akan jadi tandem Nando disana Pak" aku kaget dengan kata-kata Ibu owner, sambil meletakan tangan ke punggung ku, dia seolah-olah memperkenalkan calon menantu, bukan calon FOM.


" Iya Bu, sukses pasti kalau Bintang delapan di pegang Nando dan Febian " Ucap Pak Agus


" Makasih Pak, Ibu,," jawab ku formal


Pembicaraan selanjutnya lebih banyak tentang tanya jawab strategi penjualan di hotel, Nando dan Kak Uki sangat antusias mendengar pak Agus. Aku dan Ibu owner hanya mengagguk dan meng-iya kan saja.


Sesekali aku melihat tatapan karyawan yang hampir semua melirik kepada ku. Siapalah aku yang sudah duduk semeja dengan orang-orang besar ini. Dan sedikit membuat aku tidak nyaman. Aku berharap pembicaraan ini cepat berakhir dan acara segera bubar. Dan nanti malam, Ibu owner juga kak Uki akan kembali ke kota nya masing-masing. Si Ibu akan menyusul Bapak di kota P, dan kak Uki akan kembali ke kota nya. Kalau Ibu mah gak heran, karena mereka memang nomaden.


" Titip Nando ya Bian, bilang sama dia, kurang-kurangi gak pulang malam" Kata Ibu Owner, yang lumayan buat aku agak tersedak. Pasti si Bibi yang melaporkan Nando jarang pulang, atau Ibu owner sudah menduga kalau Nando gak pulang dia tidur di apartemen ku. Haddduuuhh..


" Baik Ibu..." Jawab ku, dan di ikuti lirikan konyol dari Nando.


" Memang nya kalau Nando ini gak pulang malam tidur dimana dia Bian? Atau gak pulang karena nemenin Bian? Hahahaha" Tanya kak Uki usil, malah memperjelas pula dia.


" Apa sih, lu seperti gak pernah bujangan aja ya" potong Nando.

__ADS_1


" Hahahaaaa, dah berlalu bro,, cepetan lu nikah, punya anak, rasain setelah itu, malah gak mau pergi-pergi lu, di kantor aja bau nya ke ikut-ikut, bikin pengen cepat pulang"


" Bau anak nya atau parfum emak nya??" tanya Nando lagi, dan di jawab tawa oleh kedua nya. Sedangkan Ibu owner hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua nya.


Setelah Ibu owner pergi, giliran Pak agus langsung ke bandara, kami melepas beliau dengan lambaian, dalam hati aku menitip salam untuk kota ku. Kota yang entah masih menerima ku atau tidak.


*


*


Setelah semua acara selesai, aku dan Nando lanjut membereskan kantor Nando. Kali ini kami tidak hanya berdua. Ada Xena, sekretaris GM, sekarang betarti Xena sekretaris Nando.


Selama bekerja di hotel ini, aku tidak terlalu dekat dan tidak terlalu banyak komunikasi dengan Xena. Dia lebih dekat ke anak-anak marketing. Jarang banget makan di kantin. Ngobrol juga cuma sesekali, paling ketemu di locker saja.


Karena itu, saat kami berberes kantor Nando, aku dan dia terlihat agak canggung. Tapi sejauh ini Xena sangat ramah.


Kantor Nando pun selesai. Dan aku pamit dengan Nando untuk turun melanjutkan beberes kantor baru ku juga. Besok menjadi hari pertama aku dan Nando menjabat posisi baru. Hari pertama aku ikut morning briefing, walau dulu sempat sesekali menggantikan Nando jika Nando berhalangan.


Semangat,,,

__ADS_1


Kantor baru, posisi baru, kerjaan baru, dan yang pasti adalah gaji yang baru, hahahahahaaa....


__ADS_2