
Rencana bangun siang hari ini buyar. Jam 8 pagi tiba-tiba ada yang meneror lewat telpon. Awal nya aku coba cuekin, tapi gak berhenti-henti di telp. setelah di angkat ternyata Risna. Entah darimana Risna dapat nomor Hp baru yang aku gunakan sementara, sampai hari Senin aku mengunjungi gerai provider untuk mengganti nomor kembali ke nomor ku sebelumnya.
" Febiaaannn gimana kondisi kamu??"
"Ris,,, aku sehat-sehat saja. Syukurlah masih selamat, dapat nomor ku darimana?"
" Dari Pak Nando, hahahhahaa, tadi malam dia chat aku, ceritakan yang terjadi pada mu, Ya ampun, aku terkaget, dan langsung kebayang mau marahin kamu lho, udah di larang tapi bandel" Bukan Risna nama nya kalau ngomong nya gak seperti ibu-ibu
" Maaf Risna sayang,,, aku mengabaikan mu, hahahaaaa"
" Aku dan member lainnya mau ke kos mu ni, pada khawatir semua nya. Haduuhhh itu jambret kalau ketemu enak nya di kroyok kita-kita ya Bi, ya sudah, kamu mandi sana, tungguin kita-kita ya"
Setelah Risna menutup telpon aku membalas dendam dengan menelpon Nando. Satu kali panggilan, gak di angkat, aku ulangi terus. Salah siapa kasih nomor ku ke Risna, aku jadi harus bangun pagi, udah tadi malam pulang jam 2 malam, hadduuuh masih ngantuk.
Setelah mengulang empat kali, Nando akhir nya mengankat telpon. dengan suara serak khas bangun tidur.
" Bian, kalau kamu ganggu aku lagi, aku bangkit terus pindah tidur ke kos mu lho. Aku ngantuuuukk" jawab nya
"Salah siapa kasih nomor ku ke Risna, akhirnya aku gak bs bangun siang, Risna dan member lainnya mau ke kos. Oh Tuhan, aku pengen tiduuurrr" kesal ku
" Ya itu derita kamu lah, aku tidur dulu… ddaaaahhhh"
Telpon langsung di tutup Nando. Tega sekali dia berbuat demikian. Akhir nya aku beranjak ke kamar mandi, dan bersiap menyambut trio kwek kwek.
Beberapa menit setelah selesai mandi, tiba-tiba pintu kos di ketuk secara brutal, benar-benar mereka ini gak di kantor, gak di perkemahan, di rumah orang pun gak ada diam nya.
__ADS_1
" Biaaaannnnnnn " serbu risna saat melihat ku membuka pintu. Ia langsung memeluk ku, melihat-lihat sisi kiri dan kanan wajah ku, tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, seolah-olah mau mengecek aku ada yang lecet gak, haaaa…
" Apa sih Ris…." protes ku
" Aman kan Sist? gak ada kurang satu apapun?" tanya nya penuh kepalsuan
"Kurang lah…duit hilang, make up baru beli hilang, HP hilang… ah gak tau deh, kalau ingat pengen nangis lagi, tadi malam malah di ajak Nando ke mal lagi, aku udah gemetar aja"
" Tapi udah di beliin pak bos hape baru donk?" Kata Donat sambil memegang HP baru ku, tepat nya hape bekas Nando yang dipinjam kan kepada ku..
" Gak baru ya, itu HP Nando, di pinjamin" jawab ku dengan cepat.
Mba Iren yang datang membawa banyak tentengan langsung duduk, di banding Donat dan Risna, mba Iren memang lebih dewasa.
" Hayuk hayuk sarapan,, makan dulu, nanti pingsan ah," ajak nya sambil mengeluarkan satu persatu makanan dari plastik kresek.
Dasar Nando, pasti dia yang minta mereka datang ke kos untuk menjenguk ku, dan sekarang dia sedang tidur dengan nyenyak. Tapi buat aku, trio kwek kwek ini seperti mood booster. Karena mereka seperti gak ada kehabisan cerita lucu buat bahan tertawaan.
Sambil merujak, kami masih bercerita panjng lebar kali tinggi, tentang hotel, tentang pengalaman kerja di tempat lain, tentang para HOD, tentang owner dan tentang pacar masing-masing.
" Kalau kita ingat-ingat ni, pernah gak kalian liat Pak Nando pacaran? bahkan sekedar naksir cewek atau PDKT di hotel, pernah gak?" kata Donat
" dulu waktu awal masuk, isu nya ada pacar sih. Yang sering jemputin dia pulang kerja. Tapi hilang gitu aja. Pak Nando sudah mulai bawa kendaraan sendiri" jelas Risna
" Oh iya, sempat di ejekin, pak Nando enak supir nya cewek, karena cewek itu bawain mobil Pak Nando terus kan ya?" Tambah Donat
__ADS_1
" Terus juga kemaren emak nya bilang mereka punya mal juga di kota ini ? dimana??"
" Oh iya…Mal Kesana Semua,,, "
" What? itu kan Mal elit? " kata ku sambil terkejut.
"Kamu belum pernah di bawa kesana sama Nando?"
"Belum Ris, aku cuma pengen tau aja, ternyata dia kaya banget ya, aku justru jadi takut.."
" Takut kenapa " tanya Risna
" setau aku mereka gak sombong sih, terkenal baik juga, dan kakak nya yang pertama juga gak nikah di jodohkan, suami nya juga orang biasa, bukan orang kaya seperti keluarga Nando" Tambah Risna
"Oh ya, aku sebenernya memang takut kan itu, tapi apa sih ya? belum tau mau nikah ini, haahahahhaaa,,, pacaran aja gak tau sampai kapan" canda ku
" Tapi Bi, gimana sama masalah keyakinan kalian? kamu mesti tau, mereka orang yang taat, dan aku lihat kamu juga tapi dengan cara berbeda, maaf ya.." kata Risna lirih
Deg…
Aku berdebar. Benar Risna. Kalau aku memikirkan kelanjutan hubungan dengan Nando, ini masalah yang paling besar. Aku sempat mempertimbangkan nya, tapi menurut ku, aku dan Nando entah sampai mana akan bersama, walau dinding nya tinggi, kami seperti besi rel kereta api kiri dan kanan. Beriringan, berhubungan, saling dukung. Tapi sampai sepanjang apa pun gak akan ketemu kecuali di rusak dan bengkok.
Kata-kata Risna membuat aku sedih, tapi sudah lah, aku sementara memilih menjalani ini saja. Dan gak akan ungkit masalah kepercayaan ke Nando. Selama ini kami menjalan kan ibadah tanpa satu sama lain saling bertanya atau intervensi. Mungkin dia pun sama, jalani saja dulu.
Tuhan cuma satu, tapi mungkin kah menyatukan kita? dan aku kenal keluarga ku, seperti apa mereka akan mennggapi nya?.
__ADS_1
kalau tau Nando berbeda, tapi kembali lagi, terlalu cepat aku memikirkan ini. Aku hanya setahun disini, mungkin setelah aku kembali, hubungan dengan Nando pun lan berakhir.
Walau ada yang mengganjal di hati, aku tetap melanjutkan obrolan dan candaan bersama.trio kwek kwek. Lalu meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.