Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Pindah Office


__ADS_3

Beberapa hari terakhir banyak acara kekaryawanan, semua departemen mengatur jadwal GM table dan mengatur schedule acara di luar hotel dengan pak Agus. Ya, minggu ini, minggu terakhir pak Agus disini. Dan itu juga berarti aku akan berpisah kantor dengan Nando.


Nando akan menjadi GM, dan sertijab nya hari Senin besok, dan kemungkinan akan di hadiri oleh kakak Nando yang cowok, juga ibu owner. Menurut Nando, Sabtu malam mama dan kakak nya sudah sampai. Itu arti nya tidak ada malam mingguan.


Nando terlihat mulai membereskan kantor nya. Aku ikut membantu, sambil curi2 ciuman saat situasi aman terkendali. Proses belajar juga masih berlanjut, masih handover, dan semoga yang aku bisa bertanggung jawab dan mempertahankan keberhasilan Nando menghandle FO.


Menurut Nando, dia menjadi GM hanya beberapa bulan di sini, dan akan pegang hotel di kota ku kemudian. Aku fikir2 kok hitungan nya hampir sama dengan selesainya kontrak ku di hotel ini. Ah ya, kontrak ku, kurang lebih hanya sisa 4 bulan lagi. Dan aku harus kemana setelah itu? Kembali ke orang tua ku? Hahahahaa... Entah masih ada atau tidak nma ku di Kartu Keluarga. Atau bahkan tidak boleh masuk ke kota itu oleh Walikota.


Jawabannya cuma 1, semoga kontrak ku di perpanjang, sampai masalah ku dan keluarga ku selesai. Abaikan lah sementara itu semua. Fokus FOM Wanna Be hahahahaa.


Tapi sejak keributan terjadi, tidak sekali pun aku alpa mengirim uang untuk keluarga ku. Seperti yang aku lakukan sebelum nya, bahkan sejak aku tinggal di apartemen, aku mengirim lebih banyak dari biasa nya. Karena memang sejak dengan Nando pengeluaran ku sangat minim. Aku bukan cewek yang suka belanja tanpa alasan atau royal. Aku hanya berbelanja kebutuhan ku seperlunya saja.


" Besok waktu beresin kantor atas, bantuin ya, hari Sabtu atau minggu aja kita ke hotel beresin nya" Tegur Nando, membuyarkan lamunan ku.


" Wokgeeehh" ucapku meng oke kan.


Lalu kami lanjutkan mengobrol tentang makan siang, tentang tanggapan anak-anak setelah berita kenaikan pangkat Nando, juga tentang rencana liburan suatu hari nanti... Ya suatu hari nanti saat aku dan Nando mendapat restu. Entah restu dari siapa yang mau diminta.


Hari ini berakhir. Punggung dan kaki ku luar biasa sakit nya. Karena jongkok duduk berdiri, ulang lagi jongkok duduk berdiri, ulang lagi... Ya begitulah. Rasa nya pengen spa. Tapi gak tau kapan waktu nya.


*


*


Nando mengantar ku pulang, sebelum nya kami singgah untuk makan malam, dan setelah aku sampai di apartemen, Nando lanjut pulang ke rumah katanya.

__ADS_1


*


*


Di apartemen aku lalu mandi dan membaring kan diri di tempat tidur. Pikiran ku lalu mengingat lagi, sudah berapa lama aku dan Nando bersama? Dan luar biasanya, dalam waktu sesingkat itu sudah berapa masalah besar yang kami hadapi. Bukan lagi kerikil, tapi batu karang.


Mulai dari mulai jadian itu karena masalah Dion, ribut dengan Dion. Lagi, keributan di rumah Ayah Ibu, bahkan mengacaukan rencana cuti ku. Lanjut lagi masalah Renya.


Besok, besok lagi, besok nya lagi, apalagi masalah yang kami hadapi? Hal ini sedikit membuat keraguan, apakah keputusan yang aku buat sudah benar untuk bersama Nando?


Belum lagi gaya pacaran kami yang sudah kebablasan seperti sekarang. Sedikit di hati kecilku, aku tau itu salah besar, dan kembali, aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Salah ku sendiri.


Aku memaksa untuk memejamkan mata, karena sudah jam 11. Dan aku baru menyadari Nando belum menelpon ku. Tapi aku fikir mungkin dia kelelahan, dan aku juga lebih baik tidur.


*


*


Sesampainya di kantor di locker aku bertemu di trio kwek kwek sedang menggibah.


" Cie.. Cie... Yang mau jadi FOM,,, calon Ibu GM...." ejek Risna dan di ikuti cibiran dari Donta dan Mba Iren.


Aku tertawa lantas ikutan duduk di antara mereka. Karena waktu masuk juga masih lama.


" Eeeitts di larang iri ya, dan di larang gibahin member nya ya..." ucapku, dan ketiga lalu tertawa.

__ADS_1


" Gimana perasaan nya bu,,, kita-kita nunggu traktiran yes... " Canda Donat


" Tenang Sist,,, siapin aja waktu nya, kita cussss" jawab ku


" Iiihhh di segerakan aku hari ini buat personnal form nya ya, biar cepat d tanda tangan, cepat traktirannya,, hahahahhaa" Pemakaian orang dalam di HRD untuk naik pangkat ternyata gak cuma berlaku saat mengajukan personnal loan saja, atau slip gaji untuk ngajuin kredit berlian.


" Pokoknya kalau udah jadi manager, jangan sombong ya Bi... Awas kamu kalau sombong, aku gibahin..." ancam mba Iren.


" Haduh mba... Kalau sombong sama kalian, kira-kira aku mau berteman dengan siapa lagi ya? Aku cuma punya kalian lho..."


" Haduh.... Iya juga ya, yang lain pada takut temenan sama calon istri nya GM" Risna kembali menyindir, dan yang lain tertawa.


" Ah, malas aku berteman dengan kalian, di gibahin sih gak, tapi di bully teroooosss"


Begitu lah pagi ini. Ceria, karena di buka dengan pertemua ku dan trio kwek kwek. Besok akan ada tantangan baru. Ketemu babang owner satu lagi, dan ibu owner yang kayak koboi itu.


Semoga besok seceria hari ini.


Setelah selesai bercanda dengan trio kwek kwek, dan jam di tangan sudah menunjukan pukul 8, kami lalu bubar, menuju kantor masing-masing.


Karyawan sudah bersiap briefing di kantor ku. Aku pun lalu ikut bergabung dengan mereka, juga Nando. Ini hari terakhir kami untuk briefing bersama Nando sebagai FOM. Dan teman-teman pasti akan merindukan hari ini. Kalau pun ikut briefing besok-besok, si pak Bos sudah dengan jabatan yang berbeda.


Nando menyampaikan semua kesan selama bersama teman-teman di FO. Sudah tiga tahun lebih di FO, mulai dari seorang receptionist, supervisor, FOM.


" Perjalanan saya di FO adalah pelajaran panjang, pelajaran yang saya terima lebih dari sekedar teori di kampus saya. Bersama team ini kita pernah sama-sama mendapat masalah, dan menyelesaikan nya. Menerima complaint, di maki, nombokin selisih uang, dan lari-larian mengejar tamu. Tapi hidup berjalan, dan saat ini kesempatan yang di berikan kepada saya lebih besar, lebih berat. Saya harap, mungkin walaupun tidak sempurna, saya ingin kalian semua bs mengambil yang baik-baik saja, tinggalkan yang buruk. Sebagai pengganti saya, mohon support dan dukungan kalian juga buat Febian. Sukses semuanya ya..."

__ADS_1


Di hari terakhir memimpin, padahal masih bisa bertemu lagi, tapi kami merasa sesih akan kehilangan Nando dari kantor ini. Hei Pak Bos, bakal sering aku rempongin ya nanti-nanti. Masih butuh support.


__ADS_2