
Setelah semua kegiatan para pengusaha yang masih muda-muda itu selesai, kami bersiap pulang. Sudah pukul 10 malam, kaki ku sudah benar-benar lemas. Nando yang biasa nya segar sampai pulang pun keliatan lemas. Risna ku dapati duduk selonjoran seperti orang habis melahirkan di locker.
" Betis ku udah pindah ke paha Sist.." ucapnya lemas.
" Hahahahaaa… aku udah gerah banget sist, ini inner ku udah lengket di punggung, basah keringat. Aku mandi dulu deh,,,, " memang benar. Walaupun seluruh ruangan di hotel ini dingin oleh AC, tapi karena kesibukan hari ini, aku sampai mandi keringat.
Aku mengambil peralatan mandi dari locker, dan menuju toilet. selesai mandi, Hp ku sudah berbunyi, Nando sudah memanggil, saat aku angkat, Nando mengabari bahwa ia sudah di mobil menunggu.
Tanpa mengeringkan rambut, aku langsung bergegas pulang, dan pamit pada Risna yng masih pada posisi orang mau melahirkan, tapi di samping nya sudah ada mba Iren juga Donat dengan posisi yang sama. Kali ini gak ada tawa keluar dari mulut merek bertiga seperti biasa. Karena mau bernapas pun mereka masih kesulitan. hahahahhaa..
Aku langsung menuju mobil Nando.
"Sorry aku lambat, mandi dulu, gerah luar biasa.." sapa ku saat baru masuk mobil sambil memasang safety belt.
Nando malah hanya memandng ku diam gak berkedip. Aku langsung mengernyitkan alis mata ku.
" Kenapa kamu? " tanya ku dengan ekspresi sok manis Nando itu.
" Rambut nya basaaahh" jawab nya
" Iya, gak sempat ngeringin, kamu udah telpon, ya udh aku buru-buru aja tadi, langsung ke sini, kenapa? jelek ya?" tanya ku bingung
"Seksiiiii"
refleks aku langsung mencium pipi Nando.
"Aaahhh yuk pulang yuk, aku baru dapat energi baru ini,,, tapi kamu wangi banget sayaaaang" Desah Nando sok seksi.
Mobil mulai berjalan. kali ini gak banyak bicara. Nando hanya memegang tangan ku, aku sibuk melihat-lihat jalan dengan maksud menghafal nama-nama toko yang aku lewatin.
Kaki di bawah sana pegal nya minta ampun. Mana besok masih kerja. Rasa nya pengen libur, pengen tidur lama, bangun nya siangan. Ini udah jam 11 malam, tidur cuma dapat berapa jam.
" Capek gak bi? " tanya Nando
" Jangan sok basa basi deh nanya.. ini kaki dah mau lepas.. Kamu aja mandi keringat gitu, bau asem tau" canda ku.
" Oh ya, kalau gitu gak jadi aku antar ke kos kamu, aku mau mandi dulu, biar gak asem"
__ADS_1
" Eh, jangan ngadi-ngadi ya,,, ini kos udah tinggal lompat. Aku mau tidur, besok masih kerjaaaa..walau aku pengen tidur" bisik ku pelan.
"Gak ah, tadi kamu ngatain aku asam. Aku malu, padahal tadi aku muji-muji kamu seksi dan wangi"
" Ya kenyataan nya demikian, gimana? " bantah ku lagi.
Nando benar, mobil melewati jalan ke kos ku. Ya ampun, kapan aku mau istirahat.
" Nandoooo, jangan becanda, ini udah malam sekali. kita mau kemana?" aku mulai memohon. Karena aku benar-benar mengantuk.
" Antarin aku mandi " jawab nya singkat
" Pulang ke rumah? Gak deh, nanti bibi bilang sama mama kamu aku di bawa kamu ke rumah jam segini. Apa katanya nanti?"
" Ya gak lah, gila aja pulang ke rumah, bisa si usir bibik kita" jawab nya.
" jadi kamu mau mandi kemana? di hotel lagi? kenapa gak tadi sekalian waktu ganti baju?"
" Haduuhh, tadi locker nya penuh, semua mandi, aku malas ngantri "
ya ampunn, cuma nunggu bentar aja juga dia malas. Sekarang aku jadi korban. Entah mau di bawa kemana. Sejak sama Nando aku sering banget pulang lewat jam 12 malam, walau aku suka, tapi gak buat malam ini.
Kami naik lift menuju lantai 17. Apapun rencana Nando malam ini, aku gak ikhlas jam istirahat ku berkurang banyak. Sampai lift terbuka, kami keluar dan aku hanya mengikuti langkah Nando tanpa bertanya. Walau muka ku udah kesal, Nando tetap aja cengengesan mengejek tanpa berdosa.
Tiba di kamar 1726, Nando memasukan password nya. Aku masuk ke unit yang minimalis sekali. Jelas ini.milik seorang cowok, karena sangat ringkas, minim dari barang-barang yang ribet, semua benar-benar ringkas dan minimalis.
" tunggu ya, aku mau mandi" pamit Nando, sambil mengecup dahi ku. Aku memilih duduk di sofa besar, bukan sofa mewah, tapi sofa yg biasa buat nonton tv, bisa sambil berbaring.
Aku memainkan HP ku, untuk membunuh waktu, gak sampai 10 menit, Nando.keluar hanya dengan handuk di lilit pinggang, dan mengeringkan rambutnya dengan handuk lebih kecil. Jujur, pemandangan itu membuat aku mikir me**m. Ini pertama kali aku liat Nando tanpa pakaian. Apa maksud nya dia keluar seperti itu? Mau memanasi aku? Ya Tuhan, kuat kan iman ku.
Nando tersenging senang melihat ekspresi ku. Memang kurang ajar cowok satu ini. Dia sengaja memang untuk membuat aku terkesima begini.
Nando malah mendekat. Aku langsung menutip muka ku dengan kedua telapak tangan ku.
" Nandooo.. Me**m, jagan aneh-aneh ya kamu" teriak ku.
Nando hanya tertawa. Di naik ke atas sofa, dan memeluk ku, lalu pindah ke belakang ki, memelukku dari belakang dengan posisi berbaring. Dan dia masih pakai handuk.
__ADS_1
"Diam, gini aja, dah wangi kan aku, gak bau asem lagi" bisik nya di telinga ku.
" Nandoooo" teriak ku.
Nando tidak bergeming. Dia masih memeluk ku dari belakang.
"Sebentar aja…" katanya
"Sebentar apaan? jangan macam-macam ya" kata ku. Aku protes, tapi entah kenapa malah tubuh ku gak bereaksi melawan. Dan aku bisa merasakan sesuatu tiba-tiba seperti menonjol di balik handuk Nando tersentuh ke paha ku.
"Sebentar aja, aku pengen peluk kamu. Gak ngapa-ngapain, cukup gini aja " desah nya lagi.
Aku pun diam saja. Aku mengantuk, luar biasa. Aku coba untuk tenang, tapi malahan mata ku mulai terpejam pelan-pelan.
" Nando.. aku ngantuk sekali.. " bisik ku..
" Tidur lah, aku juga lelah.. kalau bisa beaok pengen gak kerja. Bolos aja" jawab Nando.
" Apa kata dunia Nando kalau kita berdua gak masuk kerja bareng"
" Siapa yang ngajakin kamu, aku mau libur sendirian kok.." jawab nya mulai melemah. Tapi yang di bawah sana masih benar-benar terasa.
"Terasa sesuatu? di bawah sana?" tanya Nando.
" Apaaaa? " jawab ku malu
" Biarin aja dia, cuekin, nanti juga turun sendiri, karena tuan nya lagi capek, kalau cewek nya mau di buat tambah capek sih gpp juga" Nando malah mempererat dekapan nya.
" Apaan sih Ndo" jujur, dari tadi tubuh ku merinding, detak jantung ku lebih cepat, mungkin Nando juga bisa dengar itu semua. Tergoda atau gak? ya tergoda..
*
*
Mungkin karena tubuh ku udah capek mikir yang aneh-aneh, aku tertidur begitu saja. Seperti biasa Hape ku berbunyi membangunkan ku, saat sadar aku masih di pelukan Nando. Tapi Nando sudah menggunakan celana pendek dan kaos tank top nya.
Ya ampun, semalaman aku tertidur dengan Nando. Aku cek tubuh ku. aku masih memakai jeans ku, bukan sesuatu yang mudah di lepas pasang kalau Nando punya niat jahat. Ah, kami hanya tertidur berdua, dan aku tidak berkurang satu apa pun.
__ADS_1
Aku langsung focus melihat Nando yang masih tertidur. Tidur Nando sangat manis. Gak ada jelek-jeleknya. Gak ada mulut yang terbuka, atau suara ngorok yang menggelegar. Aku langsung kepikiran, gimana dengan aku? Apa tidur ku jelek? haduh, aku langsung menarik keras rambut ku sendiri.
Kenapa kita tidur di sofa? kenapa gak ke kamar? kenapa dia gak ada romantis-romantisnya ngangkatin aku ke kamar gitu. Ih, Nando.