
" Maaf..." ucap Nando pelan, lalu mencium pucuk kepala ku yang tenggelam di dada nya.
" Maaf kalau aku buat kamu takut, karena kemarahan ku tadi" Tambahnya masih pelan.
Aku mengangkat wajah ku. Ku dapati mata nya masih terpejam, padahal aku tau dia sadar, mungkin ini cara Nando untuk meredam emosi nya.
" Aku gak bisa tidur sendiri. Udah aku coba, tapi gak bisa. Aku pengen kamu dekat aku" Ucap ku.
Nando mengelus punggung ku lembut, yang aku artikan sebagai jawaban dari kata-kata ku tadi.
Aku masih menatap wajah Nando. Perlahan mata nya terbuka, dan ia pun tersenyum. Aku lalu mengecup bibir Nando.
" Hei, udah ya marah nya..." Pinta ku.
Di jawab Nando hanya dengan senyuman lagi. Sedikit mengangguk, lalu membalas kecupan ku.
Lalu Nando melepas kan pelukan nya pada ku, berbaring, dan meninggi kan kepalanya dengan bersandar di kepala tempat tidur.
" yuk ngobrol..." ajak nya
" Ngobrolin apa?"
" Masa depan...." Nando mengucapkan kata itu sambil menghela nafas nya panjang. Aku bingung, apa maksud dan tujuan Nando malam ini.
" Gimana? kamu yang kasih clue nya, nanti aku ngikut" ucap ku
" Ya masa depan, misalnya, kalau kamu punya anak, kamu mau di kasih nama siapa Bi?"
" Owwwhhh... Dari dulu, aku tu suka banget dengan nama Axcel, kalau anak cowok, aku pengen panggil dia Axcel. Kalau cewek Nichole, Kalau kamu?"
" Kalau kamu ibu nya, ya nama nya Axcel dan Nichole juga sih... Emang masih bisa debat sama kamu ?" Jawab Nando sambil tertawa, dan aku pun langsung mencubit perut nya.
" Tapi kalau bukan kamu Ibu nya, aku juga akan kasih nama yang sama. Jadi nanti kita ketemu, kita liat, apa reaksi pasangan kita begitu mereka tau nama anak kita sama, hahahahahaaa" Tambah Nando, dan kembali tertawa keras.
" Gila aja kamu... Tapi kalau seperti itu, nama anak bisa kita jadikan password saat kita ketemu lagi ya kan Ndo.."
" Ada-ada aja kamu Bi... Terus kalau kamu sudah menikah, kamu pengen kita tinggal dimana ? Kota nya maksud aku"
__ADS_1
" Kamu yang jawab duluan Ndo, nanti aku sesuaikan, aku komentari lebih tepatnya"
" Aku pengen di Bali. Kaya nya hidup di Bali tu, ada gak ada uang tetap ada jalan cari makan. Tapi seperti kata kamu, kalau kita kabur, dan tetap cari kerja dari hotel ke hotel, agak mistahil. Pasti orang tua ku gak akan tinggal diam "
" Hhhmmmm" aku merespon ucapan Nando. Sepertinya kepala nya sudah mulai waras berfikir.
" Tadi aku sempat menyesal, hahahaaa.. Dulu padahal aku ingin sekolah kedokteran, andai aku jadi dokter, pasti cerita nya beda. Aku bisa kerja tanpa intervensi mereka "
" Hei.... bukan cuma cerita yang beda Ndo, tapi juga pacar kamu beda, karena kalau kamu gak kerja di hotel, gak bakal ketemu aku"
Nando tertawa dan menjitak pelan kepala ku. Ya, kalau dia dokter, kami gak akan ketemu. Keculi dia jadi dokter syaraf, dan merawat ayah ku seperti Ryo, aaah, nama itu selalu muncul dan merusak mood ku.
" Lalu sekarang?" pancing ku lagi.
" Sebenarnya tadi aq sangat sakit Bi, rasanya pengen pergi, mungkin beberapa hari ini aku gak mau ketemu kamu. Tapi aku marah, karena apa yang kamu sampaikan tadi, semua nya benar. Gak ada yg salah "
" Ya Ndo.. Coba kamu tanya ke diri kamu, siapa yang seharusnya paling rugi jika hubungan ini berakhir? Aku. Tapi aku ikhlas, karena aku benar-benar mencintai kamu, dan aku gak mau egois, aku gak mau kamu mengkhianati orang tua, dan Tuhan mu. Aku sadar kita salah, kenapa kita baru berfikir sekarang? kenapa tidak dari awal.."
" Pulang lah Bi, lalu bekerjalah di hotel milik keluarga ku. Kamu harus mau..."
" Saat ini, aku berfikir bahwa aku tidak akan sanggup untuk bilang kita harus saling melupakan. Aku bisa gila memikirkan itu"
" Jadi? " Sebenarnya walau aku tenang saat ini berbicara pada Nando, tapi tidak untuk hati ku. Hati ku hancur saat Nando meminta ku pulang.
" Aku tidak akan mengunjungi kota itu, sampai kapan pun, kecuali kamu minta. Kita tidak perlu bertahan. Tapi, kita akan coba saling melupakan melalui LDR, semoga dengan itu, dengan menahan rindu, kita bisa evaluasi hubungan ini. Apakah kita akan kembali bersama, atau kita mencari orang lain untuk mengisi hati kita "
" Ya, itu jalan yang fair. Kita akan tetap berhubungan sampai salah satu dari kita tidak lagi memberi kabar, dan tidak boleh memaksa untuk selalu memberi kabar"
" Ya, jika salah satu dari kita tidak lagi memberi kabar, berarti posisi itu telah terisi. Dan yang lain harus berbesar hati untuk menerima kondisi itu "
" Kamu gpp aku bekerja di hotel itu?"
" Tidak, mama juga aku yakin akan mengizinkan nya, sebenernya saat ini aku ingin menangis Bi.."
" Menangislah, gak ada yang mesti kamu tutupi dari aku"
" Boleh malam ini kita mengenang semua kebahagiaan yang kita pernah rasakan Bi? Yang menjadikan hubungan ini, adalah hubungan terbaik yang pernah aku alami"
__ADS_1
" Gak cuma kamu Ndo, aku berusaha tenang di depan kamu, hanya agar kita bisa bicara tenang dan jelas... Tapi di dalam hati ku, aku merasa sangat sakit sekali"
" Aku, mengingat perasaan bahagia ku saat pertama kali kamu datang ke hotel. Aku bergetar, aku berusaha keras untuk terlihat se tenang mungkin. entah kenapa aku tersenyum senyum sendiri saking bahagia nya, lalu aku pasrah, saat tau kamu punya pacar, ya aku awal nya gak mau ganggu Bi. Dan aku menari-nari di kamar ku, saat pulang setelah mengantar kamu ke kos, di malam pertama kali kamu bersandar di bahu aku. Aku bahagia, dan aku memutuskan untuk memdapatkan hati kamu, walau cuma jadi selingkuhan "
" Hhhmm malam itu, aku benar-benar kacau. Aku merasa gak enak hati karena dengan sengaja bersandar di kamu. Sebenarnya aku takut kamu mikir aku murahan, GR, dan benar-benar pagi nya aku susah untuk duluan negur kamu"
" Apa malam itu kamu jatuh cinta sama aku?"
" Gak Ndo.. Maaf..." Wajah Nando berubah lesu saat aku mengatakan itu..
" Jadi? Kapan kamu jatuh cinta sama aku?"
" Aku gak ingat, tapi tiap sama kamu aku nyaman, dan gak mau pisah, seperti misalnya kamu antar aku ke kos, saat hampir sampai, rasanya aku ingin bilang jangan pulang dulu"
" Aku tau..."
" Hah? "
" Makanya aku kasih apartemen itu, dari muka kamu keliatan banget soalnya gak izinkan aku pulang"
" Ya,,, dan aku paling suka moment moment kita berkemah, yuk berkemah lagi..."
" Hayuk, mau kapan?"
" Besok yuk, pulang kerja kita langsung berkemah "
" Boleh, masuk besok, pulang minggu?"
" Yuk, "
" Besok mau kerja?"
" Iyalah Ndo, gak enak, kerjaan ku numpuk banget" aku lalu melirik jam dinding, sudah hampir pukul 4 pagi, seperti nya memang kami harus tidur.
" Tidur dulu sekarang ya, biar kamu gak terlalu lemes besok pagi " ajak Nando, dan menutupi tubuh ku dengan selimutnya. Aku lalu mencari lengan Nando untuk ku peluk erat.
Hari ini sangat panjang bagi ku. Keputusan telah di ambil, sampai saat ini masih tenang, tapi tidak tau setelah ada hari yang di tetapkan sebagai tanggal kepulangan ku nanti.
__ADS_1