
Setelah perjalanan kurang dari 1 jam, kami sampai di perkemahan di pinggir danau. Indah sekali danau di malam hari. Seperti di pantai, banyak sekali lampu-lampu menerangi area perkemahan.
Ada tenda yang saling berhadapan di tengah lapangan, malam ini sangat ramai di isi oleh keluarga dengan anak-anak mereka. Sedangkan Nando memilih yang dipinggir danau. Karena memang mau sambil memancing.
Kami di antar oleh petugas ke kemah, dan di tawari peralatan barbeque jika berminat. Akhir nya aku dan Nando mengambil paket barbeque, dari pada gabut nungguin umpan dimakan ikan.
Tenda nya lumayan besar, dengan 1 kasur besar di dalam nya. kemah modern dengan sekat ruangan untuk kegiatan barbeque tanpa takut kehujanan. Malah yang aku takutkan biawak dari danau masuk ke tenda.
"Biawak jarang denger sih Bi, kalau buaya masuk tenda sering denger.." jawab Nando saat aku tanyakan mengenai biawak tadi. Rasa nya aku gak pernah mendapatkan jawaban serius dari nya selama ini.
Nando mulai sibuk memasang alat pancing nya. Duduk serius menunggu umpan nya di makan, dan aku mulai sibuk membolak balikan ayam dan daging di atas pemanggang.
Sesekali Nando melirik ku, dan melempar senyum. Sebenernya gak seseru kalau berkemah rame-rame seperti sebelumnya. Tapi aku tetap senang, karena pemandangannya indah sekali. Di tambah pasangan nya Nando. hahahhahaaa..
Sambil makan kami hanya bercerita tentang hal-hal konyol. Sesekali serius kalau itu tentang pekerjaan. Gak terasa udah ada 4 ekor ikan, lebih tepat nya bayi ikan di dalam.ember Nando. Menyambil antara memancing, makan, mengobrol, dan pacaran bisa sejalan ternyata, dan tetap produktif, hahahahhaa..
Tiba-tiba gerimis. Nando agak menjorok ke kanopi tenda. Kami duduk disana melihat hujan, walau tempias dari air hujan yang mengenai rerumputan juga membasahi bagian bawah celana kami, tapi aku dan Nando belum bergeming untuk masuk.
Malam itu bahan bertanya dan bercerita banyak sekali. Tentang masa sekolah dan kuliah ku, tentang ayah dan Ibu ku, tentang adik-adik ku.
" oh ya, mungkin kamu dalam wktu dekat aku promosikan ya Bi, siap-siap saja" kata Nando
__ADS_1
" Eh kamu kemana? "
" Kaya kalau kita masih di kantor yang sama, gak enak teman-teman di hotel menduga-duga kita ngapain di kantor"
"Kok baru mikir sekarang kamu? maka nya dari awal aku lebih setuju kalau kita rahasiakan"
" Gpp,, setelah ini aku jadi GM" jawab Nando sambil menyengir. Aku terkaget mendengarnya.
" Terus pak Agus?"
" Beliau di kirim buat handle sementara proyek yang di kota kamu. Kalau udah smooth, kamu boleh pindah kesana Bi, biar dekat keluarga kamu"
" Terus kamu?"
" atau apa?"
"atau kamu yang ikut aku…hahahhaaa"
Sumpah, tadi aku agak panik, takut nya Nando malah pergi ketempat lain.
" Mama udah bilang, kalau next aku mau handle yang di kota kamu silahkan, tapi aku pikir kita belajar dulu lah ya disini, nanti biar kita matang dulu baru handle yang disana" terang Nando sambil merangkul bahu ku.
__ADS_1
Selanjunya kami melanjutkan obrolan sambil aku meletakkan kepala ku di bahu Nando, lalu sekitar pukul 2 malam, aku merasa sangat mengantuk, dan pamit tidur duluan ke Nando. Sedangkan Nando masih menunggu tangkapan terakhir kata nya.
Pagi mya aku terbangun, aku sudah dalam.posisi tidur di atas tangan Nando. mungkin karena memang sangat dingin, aku tidak sadar sudah meringkuk di kearah Nando.
Pagi yang indah. Riuh suara anak-anak berlarian, suara burung, dan di tambah wangi kopi dari kemag sebelah.
Mungkin melihat aku sudah keluar tenda, petugas menghampiri ku, dan mengantarkan sarapan kami. Persis.aeperti hidangan di jaman dulu pikir ku, kopi dalam cangkir kaleng, dengan corak milik ibu ku jaman dulu. Gak lama kemudia, Nando datang dan memeluk ku dari belakng.
"Sudah bangun, enak tidurnya? " Tanya Nando.
" Nyenyak, Dingin banget tau.."
" Tapi senang? "
" Senang banget Ndo… suasana nya aku suka.."
Nando memeluk ku lebih erat dan mengecup pucuk kepala ku…
Lalu Nando berjanji akan membawa ku ketempat-tempat indah lainnya. Selama aku di kota ini, dia janji akan mengajak ku kesemua tempat yang seru.
2 bulan lagi aku akan cuti. Rasanya ingin membawa Nando kesana. Aku teringat dengan Dion, aku memastikan dia sudah menyusun rencana kalau aku pulang. Itu yang membuat aku ragu untuk pulang, takut aku tidak akan pernah di bolehkan kembali pada Nando lagi.
__ADS_1
Dion sangat licik. Dan benar-benar pengecut kalau sampai melakukan itu. Dia pasti sengaja mendekati keluarga ku lebih dari sebelumnya, untuk meyakinkan mereka dia yang terbaik.
Aku harus mengatur pergerakan ku di sana besok. Jangan sampai aku terjebak dalam perangkap nya.