Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Dibalik Kisah Nando dan Renya


__ADS_3

Setiba di di kanar OO, Nando membanting tubuh nya di tempat tidur. Dari wajahnya terlihat masih marah. Nando lantas memejamkan mata nya memaksa. Aku hanya duduk di dressing chair, dan melihat apa yang di lakukan Nando. Tidak mau berkomentar, tepat nya tidak berani.


" Kamu mau tau kisah aku dulu Bi? Kisah pacaran aku dari cinta monyet, sampai akhir nya kamu datang" Ucapnya sambil memejamkan mata.


" Ya.... " Jawb ku pelan.


" Dulu pertama kali aku naksir cewek itu kelas 2 SMP, nama ya Cici. Cantik banget menurut ku saat itu. Mungil. Tapi belum sempat aku dekati, dia dan keluarga nya pindah keluar negeri.


Lalu aku suka sama cewek, kakak kelas ku. Kamu tau Bi, aku tu cakep dari dulu, gak perlu bentuk-bentuk otot seperti sekarang juga aku tuh dah cakep, kakak kelas itu juga seperti nya suka sama aku. Waktu itu aku kelas 2 SMP dan dia kelas 3. Akhirnya aku sama dia pacaran, anak ingusan, dan kamu tau, waktu lulus-lulusan, bisa-bisa nya dia nyosor duluan cium bibir aku. Itu pertama kali aku ciuman Bi. Setah dia SMA, awal-awal kita masih berhubungan, tapi gak lama kemudian, dia menghilang. Mungkin dia punya cowok yang lebih baik dari pada aku.


Setelah itu, aku lama gak punya pacar, sampai SMA kelas 3, aku pacaran dengan teman sekelas ku, gak lama juga, tapi kita gak putus, aku lanjut kuliah di Ausie, dan dia ke London. Lalu ilang kontak, dan sampau sekarang gak ada info lagi.


Waktu liburan kuliah, aku pulang, dan ada pesta ulang tahun temen ku. Rendra bawa teman nya, Renya waktu itu. Renya sangat menarik, supel, manja, jujur aku langsung suka sama dia. Karena itu aku intens komunikasi sama dia, dan setelah aku kembali ke Ausie, kami baru jadian.


Sesekali aku libur, dan pulang, jujur aku yang awal nya lebih suka liburan jalan-jalan ke negara lain, setelah pacaran sama Renya, aku lebih milih pulang ke Indonesia. Renya semakin hari semakin buat aku rindu, buat aku semakin jatuh cinta, dan point nya aku simpati sama dia, gimana dia harus bertahan hidup dengan biaya nya sendiri, karena dia broken home.


Dia jadi model, aku kadang malah curi-curi kirimin uang buat dia sejak aku kuliah. Uang dari mama papa aku sisihin buat bantu dia bayar kos, dan aku semangat mau cepat selesaikan kuliah biar bisa pulang segera. Rasa nya rindu Renya itu membunuh ku. Hahahahaa...

__ADS_1


Dan kamu jangan pikir saat itu aku sudah macam-macamin dia ya, gak,, aku masih pacaran sewajarnya aja.. "


Lalu Nando terdiam. Dia sedikit tersenyum. Mungkin bagi nya kisah ini, ingatan nya tentang Renya saat itu, sangat indah. Aku memaklumi, dan aku masih tetap mendengarkan cerita nya.


" Lanjutkan yank... Aku dengarkan,," ucapku. Lalu terdengar helaan nafas panjang Nando.


" Sepulang nya aku, setelah selesai kuliah, Renya semakin menempel. Aku mutusin untuk kerja dulu di hotel ini. Aku ingin belajar dan cari pengalaman untuk bekal aku, kalau suatu hari aku megang hotel beneran.


Saat itulah hubungan ku dan Renya mulai kelewat batas. Tapi entah perasaan bersalah atau rasa ingin bertanggung jawab, aku selalu ingin Renya dalam jangkauan ku. Aku mulai mencari apartemen, yang sewa nya sebenernya mahal banget, hahahhaaa sebulan gaji ku di hotel. Tapi aku sewa juga. Tujuan nya biar aku bisa kapan aja sama Renya.


Lama kelamaan aku mulai curiga. Kegiatan nya jadi model sudah mulai aku minta kurangi, dan dia menyanggupi. Tapi, ada kala nya sewaktu-waktu dia punya kegiatan yang aku gak mau ikutin. Kata nya sih gak enak sama teman-teman nya. Aku iya kan.


Ada satu bulan itu, mulai sering kejadian yang sama. Aku mulai curiga, dan kecurigaan ku benar. Aku nemuin uang yang banyak dalam tas nya. Padahal kalau dia ada job, uang nya gak langsung d bayar, dan bentuk nya transferan. Ini terlalu banyak. Akhirnya aku buntuti. Dan ya itulah... You know... Aku gak akan maaf kan dia seumur hidup ku, dan aku menyesal sudah dekat dengan nya"


Nando diam, dan aku mulai melihat dia gusar. Aku ingat Nando pernah menceritakan hubungan nya dengan Renya, tapi dia hanya bilang gak sanggup memenuhi kebutuhan dan gaya hidup Renya, juga mama nya yang gak menyukai Renya. Tapi dia gak bilang dia di khianati Renya.


" Sakit lho Bi, rasanya aku tu nikmatin sampah, dan kamu bayangkan, dia nerima pesanan pakai mobil ku, karena aku sedang kerja. Hahahhaaaa"

__ADS_1


Aku kaget, luar biasa cewek cantik ini.


" Tapi sudahlah, semoga dia bertaubat, dan ketemu jodoh yang mencintai dia. Tapi kamu jangan tanya ya, hubungan aku dengan mami papi nya, hahahaaa, aku di perlakukan sangat baik. Mereka sangat menyokong Renya dengan ku. Dan aku juga merogoh kocek agak dalam untuk memulai itu semua"


Lalu Nando melihat ke arah ku. Aku balas senyuman.


" Kamu cemburu atau marah Bi?"


" Gak lah, dah berlalu juga" jawab ku yakin.


" Aku ceritakan ini ke kamu, biar kamu percaya, bahwa aku gak bakal kembali ke sampah itu. Siapa yang mau cewek jualan itu. Aku gak juga maksain pacar ku harus virgin atau tidak, itu pilihan dan aku menerima apa pun alasan nya. Tapi gak yang jualan juga, dan dia jualan saat pacaran sama aku. Saat semua kebutuhan nya aku usahakan untuk aku cukupi. Gila kan... Kalau itu masa lalu nya, aku akan coba maklumi, tapi saat jalan sama aku, itu luar biasaaa.."


" Sudahlah,,, turun yuk,,, bentar lagi mau pulang. Gak enak sama karyawan lain. Besok-besok jangan lagi ke kamar OO ya... Aku gak nyaman sama karyawan"


Nando mengangguk dan kami pun turun menuju office. Aku gak tau pandangn karyawan seperti apa kepada ku saat tau kalau Nando membuka kamar OO, tapi aku gak perlu mengklarifikasi, karena percuma. Biarlah mereka bergulat dengan pikiran mereka sendiri.


Menghitung hari menjelang Nando Incharge sebagai GM, seperti nya aku akan merindukan wamgi parfum itu di kantor FOM.

__ADS_1


__ADS_2