Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Hari Terakhir Di Rumah Sakit


__ADS_3

Ini malam ketiga ku di Rumah Sakit. Yang jagain juga udah tukar, sebelum nya ada trio kwek kwek, malam ini si Pak Bos. Sudah tentu suasana nya juga berbeda. Aneh nya para perawat malah bolak balik bergantian masuk ke ruangan ku. Agak lebih sering daripada hari-hari sebelum nya.


Makan malam Nando akhir nya di gojekin. Kalau tadi siang dia antara memang mau atau terpaksa makan nasi dari Rumah sakit, malam ini dia makan Nasi goreng kesukaan nya. Aku juga nebeng sih.


" Gimana kabar Ibu owner Ndo? " tanya ku


" Besok aja di bahas ya, kalau kamu udah keluar, kamu yakin gak kabari ayah Ibu kamu?"


" Gak dulu kalau sekarang. Aku ada rencana pulang juga Ndo, mungkin setelah seminggu keluar dari sini. Semoga besok udah bisa pulang ya?"


" Kenapa tiba-tiba?"


" Kemarin aku hubungi Lusi. Ternyata Lusi sedang antar ayah ke Rumah Sakit. Ayah di ICU. Aku belum berani Update, karena takut kepikiran"


" Hubungilah Lusi. Tanyakan kabar ayah, lebih baik daripada kamu berfikir sendiri macam-macam"


" Gak lah, aku belum siap..."


" Besok pulang mau aku temani?"


" Tergantung..." aku menjawab lirih. Aku mulai sedih. Aku harap, sebelum pulang aku sudah tau apa yang akan terjadi antara aku dan Nando.


" Tergantung apa hasil pertemuan kamu dengan keluarga mu kemarin " tambah ku.


Aku melihat Nando agak memaling kan wajah nya. Dengan sikap nya ini aku sudah menebak sedikit apa yang terjadi. Tapi aku pura-pura tidak menyadari nya. Memberi waktu untuk dia siap menyampaikan nya pada ku.


" Sudahlah, fokus saja dulu untuk kesembuhan kamu ya, nanti kita rembukan lagi " Jawab nya.


" Siap Pak Bos !!!"


Malam ini diisi dengan nonton film di aplikasi nonton. Ya untung nya Nando membawa laptop, walau gak seseru di apartemen, tapi lumayan lah menghubur. Daripada aku yang sudah beberapa hari ini nonton drakor terus dan tangan ku mulai pegal megangin ponsel.


*


*


Pagi nya Nando bersiap untuk kekantor. Dia sudah berpakaian rapi, dan wangi parfum nya sudah memenuhi kamar perawatan ini. Sesosok pria tampan milik ku, benar-benar sempurna saat ini. Sayang nya, entah bisa atau tidak aku miliki untuk menjadi ayah anak-anak ku.


Kembali aku pesimis dengan hubungan ini.


" Nanti siang, kalau kamu mau makan apa kabari aku ya. Aku usahakan siang ini kesini" Ucap Nando sambil mengelus rambut ku.

__ADS_1


" Gak usah lah, pulang kerja aja kesini. Bolak balik, waktu nya pendek. Kamu juga udah beberapa hari gak kerja, pasti banyak yang mau di periksa"


" Ya, liat nanti aja "


" Hati-hati di jalan. Jangan lupa sarapan ya"


Nando pun berangkat setelah mengecup kening ku. Aku pun tidak sabar menunggu dokter datang berkunjung. Ingin tahu apa hasil lab ku, aku harap semua nya baik, dan bisa pulang hari ini. Selain penasaran dengan Nando, aku juga rindu kasur ku di apartemen. Aku ingin pulang.


Selesai sarapan dan memeriksa ponsel ku, aku pun turun dari kasur untuk mandi. Hari ini nyaris tidak ada lagi rasa pusing dan oyong. Aku rasa benar-benar fit. Aku bisa mandi dengan leluasa pagi ini. Tidak seperti kemarin kemarin yang agak gamang, takut jatuh.


Setelah semua ritual selesai, aku kembali memegang ponsel dan melanjutkan drakor ku lagi. Ini cara menfhabiskan waktu ku di rumah sakit. Bosan memang, hanya terbaring.


" Gimana hari ini ?? " Si dokter datang tiba-tiba mengganggu konsentrasi ku. Mata nya tampak menyapu seluruh ruangan. Mungkin ia mencari keberadaan suami gadungan ku. Dan tak menemukannya.


" Hei dok, sudah sangat mendingan dok. Tadi juga mandi, sama sekali gak ada oyong lagi. Aku rasa aman ni dok kalau pulang"


" Iya,, hasil lab juga aman ya, bisa pulang hari ini. Di urus aja administrasi nya ya"


" Baik dok, makasih banyak ya " jawab ku dengan nada sumbringah. Ah malam ini aku bisa tidur di apartemen, leluasa memeluk Nando. Akhirnya, infus ini di buka juga.


Tak lama setelah dokter keluar, seorang perawat masuk ke ruangan ku, dan melepas kan infus, lalu bertanya siapa yg akan mengurus administrasi nya.


" Bawa kesini saja bisa Sust? Aku lagi gak ada yang jaga. Bisa di selesaikan disini saja?" Tanya ku.


" Saya transfer saja ya "


" Baik, kita bantu siapkan administrasi nya ya Ibu"


Aku mengangguk, dan selesai sudah, tidak ada lagi infus di tanganku. Aku pun turun dari tempat tidur, untuk merapikan semua perlengkapan dan pakaian ku.


Setelah petugas adminisitrasi nya datang dan aku mentransfer biaya Rumah Sakit, aku lalu menghubungi Nando. Aku lihat sudah pukul dua siang, seperti nya aman menghubungi Nando.


" Pak bos, sibukah?" tanya ku.


" Gak juga. Udah mulai aman, kenapa? Mau makan?" Jawab nya, dari suaranya aku percaya memang dia dalam kondisi senggang saat ini.


" Aku pulang ni. Bisa jemput? Atau aku naik ojol aja? "


" Wah, wait, bentar aku jemput ya, administrasinya gimana? Udah selesai?"


" Udah,,, tinggal pulang aja ini.."

__ADS_1


" Oke, tunggu aku ya"


" Baik,,, hati-hati ya.."


" Ya..Bye"


Dan panggilan pun di akhiri. Aku duduk di sofa ruangan ku. Lega.. Rasanya sudah lama tidak duduk sesantai ini, tiga hari di atas tempat tidur dengan kaki selonjoran.


Ku lirik ponsel di samping ku. Terdorong untuk menghubungi Lusi. Ya, akan ku coba kembali. Semoga ayah sudah sembuh dan tidak di ICU lagi.


Beberapa deringan tidak di angkat Lusi.


Aku tidak mencoba menghubungi kembali. Tak lama kemudian aku menerima chat dari nya.


" Kak.. Aku lagi kuliah. Chating saja kak" ketiknya.


" Iya.. kakak sudah duga, kamu sehat?"


" Aku sehat kak, Ibu di sehat-sehatin, ayah masih di ICU kak"


" gimana kondisi ayah Lusi?"


" Kakak gak mau lihat sendiri?"


" Bukan lusi, kakak hari ini baru keluar dari Rumah Sakit. Kakak beberapa hari di opname, tapi kamu jangan bilangin Ibu ya. Hari ini kakak bisa pulang. Rencananya minggu depan kakak balik kesana. Semoga kakak dapat izin ya"


" Kok kakak gak ngabari? Ya ampun kak..."


" Gpp, sudah sembuh, kakak cuma kena vertigo, kecapean. Eh, apa kata dokter tentang kondisi ayah?"


" Sudah ada perkembangan kak, tapi kalau keluar dari ICU sekarang, takutnya ayah belum siap. Tunggu beberapa hari ini kata dokter"


" Masih sama Ryo?"


" Iya kak, dia dokter yang baik kak, bukan cuma sama keluarga kita. Di kota ini, banyak yang tau bahwa dia dokter yang bagus, walau ramai, dia tetap mau melayani pasien asuransi"


" Iyalah Lusi, titip ayah dan Ibu ya. Uang masih cukup dek?"


" Masih kak, masih sangat cukup"


" Baiklah, lanjutlah kuliah lagi ya"

__ADS_1


Lalu Ponsel ku letakan di samping ku. Aku tatap kembali televisi, untuk membunuh waktu sambil menunggu Nando datang.


__ADS_2