Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Bertemu Ibu Owner (Lagi)


__ADS_3

Sabtu ini Nando harus menjemput kakak laki-laki nya sekeluarga, dan ibu nya. Kebetulan mereka satu pesawat, jadi Nando bersyukur karena gak perlu mondar mandir jemputin nya.


Menurut Nando, kakak laki-laki nya sudah punya satu anak cowok, yang kata keluarga nya persis Nando kecil. Celamitan. Wajah nya juga mirip banget sama Nando kecil. Untung aja Nando gak pernah serumah sama kakak nya, kalau gak, bisa curiga berdarah orang-orang, kenapa anak kakak nya malah mirip Nando.


Kak Uki. Itu panggilan untuk kakak nya, sebenernya nama nya Ricky, tapi sejak kecil di panggil Uki.


Setelah acara di kantor, rencana nya Nando akan memperkenalkan aku ke kakak nya juga. Dan mengajak makan dengan mama nya juga. Dia bilang, sudah waktu nya. Fokus saja dengan perkenalan, jangan pikir macam-macam dulu, jangan pikir masalah lain akan muncul. Karena menurutnya keluarga harus tau, bahwa dia punya pasangan saat ini.


Sabtu pun tiba, aku menghabiskan waktu di unit saja malam ini. Nando sudah ke bandara siang tadi. Mungkin malam ini tengah melepas rindu dengan mama dan kakak nya. Tapi tiba-tiba telpon ku berdering.


" Bi... lagi ngapain?" Sapa Nando.


" Di unit, nonton TV aja,, kamu lagi dimana?"


" Di hati mu sayang"


" Gombalan lama Pak... Cari yang baru donk"


" Gpp lama, tapi masih exist, hahhhaaa"


" Lagi ngapain?"


" Ini nungguin mama sama kak Uki, mau makan di luar. Ikut yuk,, aku jemput sekalian"


" Gak lah,, jangan sekarang, segan.."


" Gpp, aku udah tanya mama tadi kok...." tiba-tiba terdengar suara pintu mobil di tutup dan suara ibu owner..


" Nelpon siapa? " tanya ibu owner yang terdengar oleh ku


" Bian ma,, "


" Febian..ayuk ikut sekalian, makan yuk" teriak ibu owner yang lumayan buat aku kaget..


" Tu... Denger kan? Hayuk aku jemput ya..." ajak Nando lagi.

__ADS_1


" Oke,,, aku siap-siap" jawab ku terburu-buru.


Ah, mendadak gini, aku bingung mau pakai baju apa, dandan apa gak, makan nya dimana malah Nando gak bilang, ya ampuuun...


Aku terbirit-birit bersiap, mulai dari memilih baju, make up sewajarnya, dan turun ke lobby.


Gak lama setelah aku duduk di lobby, Nando menelpon bahwa dia sudah sampai di depan.


Aku menuju mobil Nando, dan awal nya mau membuka pintu belakang, dan tiba-tiba jendela mobil di buka.


" Di depan aja Bi,," ucap Ibu owner yang rupanya sudah duduk di kursi penumpang. Dengan senyuman malu, aku langsung membuka pintu mobil, dan duduk di samping Nando.


" Kamu tinggal sendirian Bi, disini?" tanya Ibu owner.


" Iya bu, baru pindah beberapa bulan lalu " Jawab ku.


" Kos yang lama terlalu jauh ma, dari hotel" tambah Nando lagi.


" Hmmmm... Iya deh, enakan dekat, bisa jalan kaki. Kamu bawa kendaraan Bian?" tanya Mama Nando lagi


" Si Nando ini gak mau jemput atau antar? "


" Iya bu, kadang-kadang" aku agak malu, dalam hati aku menjawab bukan hanya antar jemput, kadang gak pake pulang bu, tidur di sana,, hadeeeehhh.


"Ini ada kakak nya Nando, dan istrinya, juga anak nya tu.. Nanti kenalan ya.." Kata mama Nando, dan ku balas dengan memandang kebelakang melihat kakak Nando beserta istri nya dan memberi senyuman.


Dimana kami makan malam ini?


Di luar dugaan ku, yang sebelum nya aku pikir makan di tempat mewah atau restaurant apalah, rupanya hanya makan di tempat makan angkringan yang biasa aku dan Nando kunjungi. Di jalan menuju gunung.


Ini keluarga kaya agak beda selera makan nya aku fikir.


Saat sudah duduk, aku di kenalkan dengan Kakak Nando dan Istrinya. Juga anak nya yang jujurly, aku fikir memang replika mini dari Nando. Cara meliriknya, cara bicara nya dan tingkah tengilnya. Beda sama Bapak nya yang lebih kalem sedikit dari Nando. Kalau dilihat-lihat, sebenernya kak Uki ini lebih ganteng dari Nando. Tapi Nando lebih cowok banget.


Istri kak uki, Airin, lebih tua 2 tahun dari ku. Berarti Nando lebih tua dari nya. Manis, mungil, tampak cerdas. Uki dan Airin berkomunikasi sangat lembut berdua. Beda dengan aku dan Nando yang lebih rock n roll. Ya, aku cukup bisa mengimbangi Ibu owner yang coboy ini.

__ADS_1


Tidak ada pembicaraan khusus. Dan aku fikir Nando sudah bercerita banyak tentang ku ke mama nya. Karena tidak sepatah kata pun pertanyaan mama nya untuk ku tentang orang tua ku. Justru banyak pertanyaan tentang bagaimana besok aku jadi FOM menggantikan Nando? Cerita tentang progress hotel di kota ku, karena selain Nando, aku pun harus bersiap untuk ke sana, mengelola nya. Aku tersipu saat Ibu Owner membicarakan itu, seolah-olah kata "mengelola bersama Nando" bukan berarti sebagai atasan bawahan, tapi pendamping.


Uki berkali-kali ku dapati melirik ku. Aku balas dengan senyuman. Dia seperti ingin tau, apa yang menjadi pertimbangan adik nya memilih aku. Ya, di banding Mba Airin, sebenernya aku yakin aku lebih cantik, hahahhaa,, tapi untuk pendidikan dan grooming, aku rasa memang aku kalah telak.


Hampir 2 jam kami nongkrong disana, dan kami pun memutuskan pulang. Seperti memberi waktu untuk ku dan Nando, mereka minta di antar lebih dulu, alasan nya Axcel anak kak Uki udah sangat mengantuk.


Setelah mereka turun, dan Nando mengantarkan ku, Nando terus menggenggam tangan ku. Sesekali mengecup pipi ku. Seperti nya malam ini dia sangat bahagia.


" Kamu senang karena ada mama disini, atau senang karena Senin jadi GM?" tanya ku heran


" Ah, kalau jadi GM itu biasa aja, kalau aku mau bahkan sebenernya gak perlu nunggu selama ini. Hehehehehe.... " jawab nya sambil nyengir usil.


" Terusss??"


" Senang aja sama respon mama"


" Mama tau kita pacaran?"


" Ya taulah,, ngapain aku bawa kamu kalau dia gak tau, emang mau ngajak meeting?"


" Kali aja, karena dia mikir ku ahli nyari jajanan pinggir jalan yang enak, "


Akhir nya kami sampai di apartemen. Nando tidak menurunkan aku di lobby, tapi di parkiran basement, seperti biasa kalau ia ingin menginap.


" Kamu nginap? " tanya ku bercanda


" Gak lah,,, mama bisa heboh kalau aku gak pulang"


" Aduuhh padahal aku lagi pengen lho" goda ku seolah menyesal, dan menatap nakal pada Nando.


" Jangan mancing-mancing ya Bi, awas kamu" Jawab Nando dengan wajah agak kesal tapi pengen.


" Gimana Yank,,, " goda ku lagi sambil mendesah dan menyentuh kancing baju di dada Nando.


" Turuuuuuun Bian... Jangan ngerjain ya..." Ucapnya dengan suara keras.

__ADS_1


Aku hanya tertawa dan langsung berlari keluar dari mobil. Aku melambaikan tangan kepada Nando, dan langsung menaiki lift.


__ADS_2