
Sabtu ini, Nando sudah di kos sejak jam 11 siang. Bawakan makanan untuk di makan di kos, terus kami hanya diskusi kecil, saling ejek, bercanda, dan fokus kembali ke HP. lama-lama bosan, akhirnya menjelang malam kami mutusin ke mal. Apa yang mau dilakukan di mal, nanti lihat kondisi.
Sepertinya jadwal Nando tiap Sabtu selalu pakai motor. Alasan nya Sabtu lebih macet, dan dengan motor bisa lebih santai, dan bisa merasakan yang selalu membuatnya penasaran, dasar pikiran jorok jawab ku.
Sesuai dugan Nando, memang jalanan ramai. Mungkin kalau menggunakan mobil, kami berkali-kali kena kemacetan. Sampai di mal, entah karena trauma ku atas kejadian kemarin, tubuh ku agak bergetar. Nando juga mungkin bisa melihat perubahan ekspresi ku, langsung menggenggam tangan ku saat masuk ke mal.
"kita makan aja dulu yuk.." ajak nya
aku mengangguk meng-oke kan ajakannya.
Makan fast food, karena hampir semua tempat makan full. Setelah makan, Nando mengajak ku nonton. kami memilih film, dan kembali di sesuaikan dengan selera Nando. Aku agak kecewa, karena ada film yang sedang hits, tayang. Ini pun sudah jam penayangan terakhir, aku yakin gak akan ramai lagi, tapi Nando tetap menolak. Ya.. Nando memang gak suka film drama.
Setelah membeli tiket nando mengajak ku membeli cemilan. Karena memang baru saja selesai makan, aku hanya membeli minuman. Nando tetap membeli popcorn. Masuk ke studio, Nando masih menggandeng ku. sepertinya dia tau aku kecewa atas pilihan film nya.
Film belum dimulai, lampu studio pun masih menyala.
"kenapa kamu?" panggil Nando sambil tersenyum nakal
"Gak ada, kenapa sih gak suka film drama?"
"Gak suka aja, betele-tele, banyak bicara nya, gak ngerti apa yang di tonton dan di tunggu sebenernya"
" ya banyak yang di tunggu, jalan ceritanya, ******* konflik nya, adegan romantis nya, banyak lho Nando.."
" Ya itu,,, terlalu banyak ngomong ngomong aja. Maka nya kenapa cewek lebih suka nonton film bl** s*m* dari pada b**ep full ? karena mereka nikmatin proses nya, kalau cowok mau langsung action nya"
"gak ada contoh yang lain apa kamu? kok film sem* dan full di jadi kan contoh romantis dan action" protes ku.
Nando hanya tertawa menjawab nya.
__ADS_1
Film akan di mulai, lampu mulai di matikan. Aku memperhatikan layar bioskop dengan serius. Walau gak terlalu suka nonton film action, walau kecewa dengan keputusan Nando, aku akan tetap menonton film ini dengan serius, pikir ku.
Setelah film di putar adegan pertama adalah seorang pria yang mampu melindungi wanita yang hampir di tabrak mobil, dan pria itu hanya meninju mobil tersebut sampai penyok. Dalam kepala ku, oh ini jagoan nya.
Sampai film di putar kurang lebih 15 menit, aq mulai sadar, bahwa pemain nya ada di poster film romantis yang tadi aku ingin nonton. Aku melihat ke arah Nando, dan rupanya Nando terus melihat ku sambil tersenyum. Mengetahui isi kepala nya, aku pun tersenyum lebar.
Rupanya Nando membeli tiket film romantis yang aku ingin tonton.
"Lama banget sadarnya, malas ah" kata Nando sambil memalingkan wajah nya ke layar bioskop dan terus makan popcorn nya tanpa henti.
"hhhhmmm makasih ya Pak Bos" jawab ku.
Melihat ekspresi Nando yang menggemaskan, aku langsung mengecup pipinya.
" Minta lagi boleh?" Nando memasang muka memelasnya.
Tapi malah jari ku di tangkap Nando, lalu di kecupnya. Tidak sampai si situ saja, karena posisi ku yang ingin menarik jari ku terlalu menjorok ke arah Nando, Nando pun langsung menangkap rahang ku untuk mencium bibir ku. Pergulatan lidah kami terjadi sampai kehabisan nafas, dan kami lalu saling melepaskan.
Kembali lagi, pada saat adegan ciuman terjadi di layar bioskop, Nando malah mepraktekan nya kembali, kali ini di ikuti tangannya yang sudah piknik masuk kedalam baju ku. Aku yang awalnya merasa risih lama kelamaan malah menikmati dan membiarkan nya.
Sampai akhir film habis, aku merasa sangat panik, dalam pikiran ku kalau ada yang bertanya aku sudah nonton film ini atau belum, aku akan menjawab belum. Karena aku tidak bisa menceritakan kembali apa isi dan jalan cerita film ini. Karena Nando membuat ku sibuk selama menonton tadi.
" Nonton apa tadi Neng?" ucap Nando menggoda ku
" Gak tau, besok aku ulang Nonton sama Risna aja lah, sama trio kwek kwek itu " jawab ku, di sambut tawa Nando
" Habis nya aku ngantuk tadi,,, kalau ketiduran takut yang lain keganggu, ngorok soalnya " Muka Nando sangat konyol mencontohkan suara ngorok nya.
" Hadeuuuhh, kalau ada yg nanyain jawab belum nonton aja ya, orang emang gak nonton sama sekali. Pacar nya me*um" protes ku.
__ADS_1
" hahahahaaa, siapa yang mesum? kalau mesum gak di sini Bi,,, banyak tempat lebih baik dan lebih nyaman, hahahaaa hotel segitu gede, kita me**m berdua juga gak ada yang tau hahahahaha"
" Eh, dah di rencanain ya?" gertak ku sambil membesarkan mata
" Itu juga kalau kamu nya mau " goda Nando lagi. Dan seketika ku cubit perut nya.
Tapi aku masih benar-benar penasaran dengan kehidupan Nando sebelum aku mengenalnya. Cowok gombal gini gak punya pacar rasa-rasa nya sulit di percaya.
Di mobil pun Nando masih menggoda ku. Kali ini lebih berani. Tapi akhir nya pembicaraan candaan itu berubah jadi serius..
" Kamu marah kalau aku tanya yang sedikit pribadi? tentang hubungan kamu dengan Dion? kalau kamu gak bersedia jawab, aku gak akan tanya lagi sampai kapan pun juga, janji "pinta Nando.
Aku merasa gak ada yang mesti aku sembunyikan, lantas mengangguk. Dan ku sebenernya tau sih apa yang di tanyakan nya.
" Kamu masih virgin, maaf kalau aku tanya, tapi kalau kamu gak bersedia jawab, gpp, aku akan terima itu" tanya nya lagi.
" Masih lah,,, kenapa? kamu ragu? hahahahhaaa" jawab ku sambil tertawa lebar,,,
" Aku hanya bertanya ya, apa pun jawaban nya aku terima. Aku bukan yang memutuskan virgin atau tidak untuk jadi pilihan, karena itu bukan alasan, tiap orang punya alasan dalam mengambil keputusan, tiap cewek punya masa lalu, punya pilihan. Tapi aku hanya ingin tahu, mengingat hubungan kamu sama Dion gak sebentar"
"kalau kamu tanya gak minta? ya gak juga. Pastilah ada curi-curi kesempatan… ya gimana aku pinter-pinter nya aja. Sejauh ini aku cuma mikir, kalau terjadi masalah, misalnya aku hamil, aku yakin dia akan tanggung jawab, tapi entah kenapa aku belum yakin menikah dengan Dion, tepatnya masih butuh waktu meyakinkan hati, bahwa Dion yang terbaik"
"Sama aku? kamu yakin? "
" Masih baruuuu Nando… tapi kalau kamu mau permainkan aku, kamu udah menang banyak. Karena jujur aku nyaman, dan lagi memang kamu datang nya di saat yang tepat, hahahahhaa"
Nando langsung meminggirkan mobil nya tiba-tiba, tanpa babibu langsung menarik leher ku, dan menciumi, aku terkejut tapi menikmati yang Nando lakukan.
Setelah itu, kami kembali lanjutkan perjalanan menuju kos. Cukup untuk hari ini. Besok masih libur, mari bangun siang, dan merenggangkan otot betis.
__ADS_1