Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Kepergian Nando


__ADS_3

Hari ini seperti yang di rencanakan Nando akan berangkat, dan aku akan mengantarkan nya ke bandara. Aku bangun lebih lagi, karena pesawat Nando pukul 08.00 pagi. Baru saja aku selesai mandi, Nando sudah menghubungi ku untuk menunggu di lobby, karena Nando sudah di jalan untuk menjemput ku.


Aku pun turun ke lobby setelah bersiap-siap. Karena sekembali dari bandara aku akan langsung ke hotel untuk bekerja.


Benar saja, baru aku akan duduk di sofa lobby, Nando sudah sampai di kanopi lobby, dan aku langsung menuju mobilnya.


Aku lihat wajah nya kembali tegang hari ini. Itu membuat ku menjadi risau, aku tidak menyangka hal ini benar-benar menjadi pikiran Nando terganggu.


" Ndo...." Panggil ku..


" Ya..."


" Kamu tegang lagi,,, gimana? Kalau kamu belum siap, sudahlah, gak usah di bahas dl nanti pernikahan ini dengan papa kamu. Bahas yang lain saja. Nanti masalah pernikahan, kalau kamu sudah benat-benar siap saja"


" Kenapa kamu ngomong gitu?"


" Bukan cuma aku lho, karyawan di hotel juga melihat kamu berbeda dari sebelumnya. Benar-benar seperti orang panik, bahkan stress capek kerja"


" Mungkin aku belum bisa enjoy dengan jabatan baru. Agak panik, karena pekerjaan yang banyak, dan juga masalah waktu yg aku beluk bisa menguasai untuk mengaturnya"


" Di tambah dengan masalah aku minta nikah..." Canda ku..


" Gak lah, kalau nikah, bukan cuma kamu. Aku juga demikian, udah waktu nya kita nikah. Kan udah aku sampaikan berkali-kali"


" Senyaman kamu aja, aku gak mau kamu stress karena mikirin ini semua"


" Iya,,, kamu juga jangan mikir macam-macam ya. Aku baik-baik aja" Nando lantas merangkul bahu ku, dan mengecup kening ku. Walau aku tau, itu cuma taktik nya biar aku gak cemas mikirin dia.


Sebenarnya dalam hati aku juga takut kalau-kalau proposal Nando ini di tolak orang tua nya. Terus Nando di jodohkan, apa jadi nya aku ?


Aku bersandar di tangan Nando. Menciumi lengan nya itu, aku coba bermanja untuk mengalihkan pikiran ku. Aku akan rindu tidur di lengan ini, karena beberapa hari kedepan, dia tidak akan datang pada ku.


Sesampai di bandara, Nando hanya aku turunkan di anjungan keberangkatan, dan Nando meminta ku untuk langsung pergi saja, tidak usah menunggu nya sampai terbang. Aku meng-Iya kan, dan langsung menyetir menuju kantor.


Hari ini mobil akan aku bawa dulu, tapi besok aku sudah putuskan untuk tidak membawa nya. Alasan nya yang seperti aku sampaikan sebelum nya, aku tidak mau ibu owner berfikir macam-macam, karyawan juga.


*


*


Dari pagi aku lumayan sibuk. Selain ada group yang akan masuk, dan aku harus membuat blockingan kamar, ternyata di kota ini juga akan ada event besar, konser musik band ternama, sehingga kunjungan tamu ke kota ini sangat tinggi.


Aku sampai lupa bahwa Nando belum menelpon ku, di jam yang seharus nya dia sudah sampai.


Aku mengambil HP ku, aku hubungi Nando dengan telpon. Syukurnya di deringan ke dua sudah di jawab.


" Ya Bi...." Jawab Nando

__ADS_1


" Hellow udah sampai tapi kok gak ngabari?"


" Baru aja Bi, tadi pesawat nya di tunda, ini baru aja mendarat. Aku lagi cari taxi"


" Oh pakai taxi? Gak di jemput?"


" Naik taxi ajalah,,, gimana hotel? Aman? Ada apa aja hari ini?"


" Aman... Aku lagi siapin blockingan buat group yg kemaren di bicarain marketing. Dan ternyata ada acara musik juga Ndo, jadi reservasi OTA lumayan buat minggu depan"


" Oh, oke,, kamu bisa naikin harga juga kalau begitu. Karena pasti city occupancy juga tinggi,"


" Iya Ndo,,, Nanti aku coba"


" Kabarin juga PIC mereka, buat update "


" Baik "


" Ada lagi ?"


" Gak ada sih... "


" Briefing tadi bahas apa aja?"


" Yeee minta sekretaris sana kalau mau lengkap"


" Hahhahahaa... Barangkali kamu bisa meringkasnya"


" Okelah, nanti kalau aku udah sampai hotel, aku info ya,,, aku jalan dulu, baru dapat taxi ini"


" Baik, hati-hati ya,, Salam sama Ibu owner ya"


" Ya,, kamu juga baik-baik disana, jangan pulang malam"


" ya... Bye..."


" Bye..."


Setelah telpon di tutup aku melanjutkan kembali pekerjaan ku. Ada rasa lega, karena dari suara Nando terdengar lebih ringan, tidak seperti tadi pagi, masih berat seperti ada beban.


*


*


Pekerjaan selesai. Gak sadar, sudah pukul 19.30,, aku tidak sadar sama sekali, sudah malam saja. Aku bergegas menyiapkan semua peralatan ku, dan lalu pulang.


Sesampainya di apartemen aku baru bisa cek telpon, ada 2 panggilan dari Nando. Tapi karena sudah sangat letih, aku memilih mandi terlebih dahulu, di banding membalas telpon Nando.

__ADS_1


Setelah aq menyelesaikan mandi, dan berbaring di kasur, aku baru menelpon Nando.


" Ya Bi.... Kamu di telpon dari tadi gak angkat"


" Yq ndo, aku ga sadar telpon bunyi... "


" Baru pulang?"


" Iya, jam 8an baru sampai unit, mandi dulu, baru aku telpon kamu, kamu gimana? aman?"


" Aman... Tadi sampai, mama papa udah gak ada, paling besok ketemu. Mereka pulang malam banget kata nya hari ini. Aku tadi cek cek hotel sini aja"


" Bintang berapa yang disana Ndo?"


" Bintang empat, lebih besar dari pada Bintang Enam, dan setelah pembebasan lahan di sekitar nya, bakal di upgrade ke bintang lima, papa mau bangun 2 tower gitu, sebelahan mal, dan hotel"


" Wow,,, Pak Nando gak pindah ke sana?"


" Gak lah, aku ke kota kamu aja... Kita rintis yang disana aja, nanti kalau berhasil, kita buat yang seperti ini juga ya...hahahahaha"


" Amin.... Dah makan yank?"


" Udah,,, tadi sorean, habis itu aku masuk kamar, udah malas keluar lagi, masih kenyang.. Kamu?"


" Udah, makan di EDR aja tadi sebelum pulang, malas juga aku mau singgah-singgah beli makanan"


" Mobil aman? hahahaha"


" Iiiisssss aman,,, ada tu di bawah"


" Deg degan aku euy mau ketemu papa besok pagi"


" Hahahahahaaa... bakalan kaya aku gak ya? Berlinang air mata, kesal-kesalan, terus kabur?"


" Mungkin,,, hahahahahahaha ,, eh ngomong-ngomong, Ibu gak ada telpon-telpon kamu?"


" Ada, tapi sejak pulang cuma dua kali lah,,, ngobrol yang garing-garing aja. Karena aku udah gak layani kalau ngobrol nya tentang Ryo"


" Ryo? "


" Ada juga Chat aku, minta maaf, aku cuma balas ya, sekali aja, gak mau lagi balas-balas"


" Hahahahhaaa,,, "


" Dah, istirahat yuk,,,, siapkan energi buat besok"


" Ya,,,, bye sayang"

__ADS_1


" Bye...."


Setelah telpon di tutup Nando, aku lalu teringat Ibu. Ya sejak aku pulang kemaren baru dua kali Ibu menelpon, Ryo juga cuma minta maaf. Rasa nya pengen telpon Ibu malam ini. Tapi aku bingung apa yang akan aku bicarakan, karena pasti aku bakal emosi kalau Ibu membahas Ryo.


__ADS_2