
“ Yank..” Buka ku saat menelpon Dion setelah sampai di kos
“ Ya, “ Dion menjawab pendek. Sebenernya kesal, karena aku sudah mengumpulkan semua kesabaran ku, dan mengabaikan ego.
“ Gimana? Mau VC”
“ Gak lah, ngapain, tadi kan aku bilang mau lihat kamu sama Risna”
“ Besok deh, kalau aku sama Risna, aku VC kamu, sekarang VC yuk”
“ Basi tau gak? “
“ Kok basi? Aku rindu…” sebenarnya aku ingin mejerit, karena Dion berkali kali menjawab ketus pertanyaan ku, tapi aku menahan diri untuk tidak terpancing
“ Sebenernya kamu pergi dengan siapa? Dan kemana sampai semalam ini? “
“ Tadi kan aku udah bilang ada yang ulang tahun…”
“ Bohong, kalau kamu pergi dengan Risna…”
__ADS_1
Aku yang sudah tersudut dan emosi sekali, sudah gak mampu buat membendung tangis, memnahan emosi…
“ Kamu mau nya apa sih sekarang? “ tantang ku “ aku udah coba menahan emosi, aku gak terpancing tapi kamu terus nyudutin aku..”
“ Kok aku? Kamu tu yang bohong, dah mulai main-main disana, ya kan?”
“ Aku main-main gimana? Apa salah aku pergi dengan teman-teman ku? Apa aku disini hanya boleh pergi kerja, terus pulang dan menunggu telpon kamu? Aku gak perlu cari temen? Gak perlu bersosialisasi?” suara ku sudah bergetar karena marah, aku kesal, karena Dion terus saja menyudutkan ku.
“ Kamu berangkat kesana, aku sudah gak setuju ya, yang aku takutkan seperti ini, kamu mulai berubah Bi, apa sih yang kamu cari? Pulang kamu, seminggu kemudian aku suruh orang tua ku untuk melamar kamu, kamu mau aku nikahi kapan? Bulan 2 bulan lagi? Atau bulan depan, hayuk, aku udah bilang, gak perlu kamu cari duit sampai keluar keluar kota, gak ada gunanya, nikah sama aku, kamu duduk tenang, aku sanggup biayai kamu”
“ kenapa ngomong seperti itu, kamu tu 2 tahun jalan sama aku, tapi kamu tetap gak ngerti aku, gak ngerti kondisi keluarga aku, kamu pikir buat apa orang tua aku nyekolahkan aku? Buat jadi IRT? Terus aku gak berbakti sekedar membantu meringankan beban mereka ? “
Oh Tuhan, kata-kata Dion sungguh membuat aku sakit hati, keluarga ku tidak minta balas jasa, tapi sebagai anak aku hanya ingin mengabdi, meringankan beban mereka walau sedikit, membuat mereka bangga. Oke, Dion tak kan pernah mengerti, karena ia bekerja tidak terpatok jam kerja, mengawasi beberapa SPBU milik ayah nya, perkebunan sawit yang berhektar-hektar, menunggu laporan yang entah dia periksa dengan benar entah tidak. Sebagai anak tunggal, Dion sangat egois, dan orang tua nya pun sangat memanjakannya. Ayah dan Ibu nya sangat menyukai ku, sejak dekat dengan ku, menurut mereka Dion banyak perubahan. Dan Ayah Ibu Dion mempunyai sifat yang berbeda dengan anak nya, mereka sangat rendah hati, dan sangat menghargai orang-orang di sekitar mereka. Ayah nya yang seorang pejabat tinggi pun sangat di sukai masysarakat, karena sejauh ini sangat mengapresiasi pendapat dan permintaan masyarakat.
“ Kamu tau gak kata – kata kamu nyakitin hati aku..” Kata ku terisak, air mata sudah membanjiri pipi ku, aku benar-benar kecewa dengan Dion saat ini.
“ Terus kamu mau apa? Kasih alamat kamu, aku jemput kamu, aku seret kamu pulang besok”
“ Apa hak kamu ngelakuin itu? “
__ADS_1
“ Kalau kamu gak kasih, aku datangi hotel kamu, aku seret kamu saat kamu lagi kerja, biar malu sekalian”
“ Apa hak kamu ngelakuin itu ? aku Tanya? Apa? Kamu pikir aku akan diam? Kamu perlakukan seperti itu? Kamu pikir keluarga ku akan terima? Hotel tempat ku bekerja akan terima? Kamu tau berapa yang mesti aku bayar kalau aku mengundurkan diri tiba-tiba? Aku harus membayar sisa kontrak ku”
“ Berapa uang nya? Aku bayar!”
“ Aku gak butuh uang kamu Dion, gak sekarang, juga selanjutnya. Kalau kamu ingin datang kenapa gak dari kemarin-kemarin? Kamu tau aku rindu, aku kesepian disini, kamu disana ada banyak teman, keluarga, dan aku disini? Aku memulai untuk berteman, dan kamu mau hancurkan ini semua? Kalau tadi aku bilang aku gak butuh uang kamu, sekarang aku mau bilang, aku gak butuh kamu..”
“ Apa maksud kamu? Haaaahhh? “ Dion berteriak, tapi aku sudah gak punya kewarasan lagi untuk melanjutkan hubungan ini. Biarlah, mungkin aku dan Dion butuh waktu untuk sama-sama berfikir apa artinya hubungan selama ini.
“ Kita break dulu ya, kamu pikirkan apa yang baik buat kita selanjutnya, apakah hubungan ini masih sehat apa tidak, di sana banyak wanita yang lebih cantik dari aku, dan dia bisa mendampingi kamu tanpa harus LDR, tanpa kamu harus rindu dan marah-marah”
“ Baik, kalau itu yang kamu mau, aku juga sudah muak seperti ini, 10 wanita lebih cantik daripada kamu, aku bisa dapat”
Cukup,,, ini yang terakhir aku dengar Dion merendahkan ku.
“ Selamat malam Dion..”
Dion langsung mematikan telphon. Aku melanjutkan menangis. Ada sesuatu yang sepertinya menusuk di dada, sakit sekali. Aku menangis terus mengingat bagaimana baik nya Dion, 2 tahun melewati hari bersama-sama, Dion yang setiap hari ada buat aku, bahkan akibat nya aku nyaris gak punya teman dekat. Orang tua ku juga sangat menyukai Dion, entah karena Dion memang dari keluarga kaya, tapi apa pun itu, pasti aku juga bisa menemukan orang lain yang juga tidak kalah mencintai ku seperti Dion mencintai ku.
__ADS_1