
Setelah mandi, walaupun ingin segera tidur, aku sempatkan untuk menelpon ibu.
"Hallo bu"
"Senaaa sudah pulang Nak?" tanya Ibu
" Sudah bu, jam 10 pagi sudah bubar, setelah sarapan, Ibu sudah makan? masak apa bu?"
"Masak urap, sama ikan goreng saja. Kamu sudah makan Nak?"
"Sudah bu, tadi beli di dekat kos waktu pulang, bapak ada di rumah bu?"
"Ada, Dion baru aja pulang, tadi pagi ngajakin Rori Car free day, terus dia makan dulu baru pulang"
"oh, Dion kesana tadi.."
" Gimana pekerjaan mu nak? lancar?"
" Lancar bu, aman, mungkin bulan Juli Sena pulang bu, udah dapat cuti, bisa pulang 2 minggu"
" Iya, nak Dion juga bolak balik nanya kamu kapan pulang, dia bilang mau atur jadwal ayah ibu nya, mau lamaran"
Deg…
Apa maksud Dion sekarang, jelas-jelas sudah gak ada hubungan lagi, kenapa dia bilang ke Bapak Ibu mau lamaran segala.
"Kapan Dion bilang gitu ke Ibu?"
"Udah seminggu lalu, memang dia gak ada ngomong ke kamu?"
" Gak bu, Dion gak bilang ke Sena"
" Nantilah kalau ketemu Ibu tanyain"
" Gak usah bu, jangan, biar nanti Sena tunggu dia ngomong sendiri, Bu sudah dulu ya, Sena ngantuk, Sena istirahat dulu ya bu "
" Ya, jangan lupa makan ya Nak, jaga kesehatan"
" Baik Bu"
__ADS_1
Lalu telpon di tutup.
Aku masih mikir, apa maksud Dion? sekarang masih mau lamaran, apa karena itu dia masih sering main ke rumah Ibu, tapi suatu kemajuan, kalau dia bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa padahal lagi marah besar. Biasanya, kalau marah semua orang di hardik nya.
Entah berapa lama aku tertidur, saat bangun sudah jam 10 malam. Perut ku keroncongan, kamar ku gelap gulita. Jendela kamar masih terbuka, lampu belum aku hidupkan.
Aku gapai hape ku, ku lihat chat dari Nando sudah masuk. Berarti Nando sudah bangun.
Aku bangkit dan menutup jendela, saat pintu di luar masih banyak anak-anak kos lain berkumpul nonton TV sambil makan dan ngobrol, aku ingin beli makan dan bergabung bersama mereka. Belum selesai jendela ku tertutup, aku lihat ada motor besar berhenti di depan pagar dan masuk.
Semua mata ciwi ciwi kos tertuju ke si cowok yang masuk dengan motor gagah nya. Yang nunggangin juga gagah sih, dan aku tahu siapa.
Nando membuka helm dan menyapa ciwi ciwi yang dari tadi memandangi nya dengan senyuman genit.
"Kok datang, gak ngabari?" Sapa ku saat membuka kan pintu
"Tadi aku keluar beli makan, sekalian aja aku belikan kamu. Ini, makan sendiri ya, aku langsung pulang, udah malam, Mama ku bentar lagi sampai"
Baru kali ini aku liat Nando pakai celana pendek. Aku termenung sambil melambai. dan alhamdulillah aku gak jadi repot keluar kos cari makan, Malaikat penyelamat udah datang ngasih makan.
Seperti niat awal ku, aku mau makan dengan anak2 malam ini.
"Iya mba, silahkan"
"Pacar mba keren banget mba,, dari kemarin aku perhatiin mobil nya ganti-ganti sekarang pakai motor besar" kata salah satu anak kos bernama Fera
"Hmmmm" jawab ku sambil senyum
" Teman kerja mba?" tanya satu nya lagi, bernama Clara
" Iya, satu kantor" jawab ku, masih dengan senyum
" Beruntung banget kamu mba, baru 3-4 bulan disini udah punya pacar, aku udah mau lulus kuliah mba, masih jomblo, hahahhaaa" tambah nya lagi dan disambut tawa semua anak kos yang ada di sana.
*
*
Aku bersiap pergi kantor agak pagi. Tadi malam Nando pesan untuk merapikan semua kantor, counter FO, back area FO, Concierge, dan kantor ku, karena akan ada kunjungan owner. Biasa nya owner sidak, jadi pagi ini aku dan anak-anak langsung goro sebentar sebelum briefing.
__ADS_1
Sampai di hotel, aku melihat wajah-wajah yang biasa datang saat angka di time keeper nyaris lewat, hari ini sudah hadir semua. Semua sibuk di kantor nya masing-masing, membuat kondisi kantor seolah-olah sempurna tanpa cela.
Aku sampai di kantor FO rupanya anak-anak sudah mulai mengangsur berberes kantor. Berburu waktu, katanya owner akan datang jam 9.30 ikut morning briefing bersama HOD.
Gak lama kemudian Nando datang, sudah rapi, sudah ganteng, lalu tersenyum genit ke aku. Tapi walau kemarin di perkemahan dia genit, di kantor dia tetap seperti biasa.
Jam 8.30 semua udah rapi. Anak-anak yang masuk malam, yang tadi nya diminta pulang agak telat untuk goro, sudah pulang semua. Aku pun sudah merapikan make up, pakaian, juga gak lupa menambahkan parfum.
"Bi ayuk, briefing, bawa agenda dan report harian kamu" ajak Nando
"Kok? biasanya kamu aja yang briefing"
"Aku lupa bilang, kalau owner datang, kita briefing nya HOD dan asisten, kasih report pekerjaan "
"Oh, gak mesti buat rekapan report dulu? "
" Gak, kamu kan baru, jadi fokus aja perkenalkan diri dulu, terus jelaskan saja apa yang sudah kamu training ke anak-anak, report-report kamu.. nanti aku bantu"
"Baik, semoga lancar hari ini ya, berdoa dulu deh"
Setelah itu, aku dan Nando berjalan beriringan menuju ruang meeting.
"Ini sebenernya meeting atau briefing Ndo?"
"Briefing, nanti meeting nya sore, cuma HOD aja, kalian gak ikut lagi, nanti ini ada Risna juga kok"
"Hmmm… owner nya galak gak sih? "
Nando tertawa mendengar pertanyaan ku
"Tergantung, kalau penghasilan nya banyak, seneng-seneng aja, banyakan bercanda daripada sharing nya, tapi kalau sedikit, ya sudahlah, siap-siap aja"
Kami pun sampai ke ruang meeting, di sana sudah ada Risna, Pak Reza, Pak Thomson, Eh, ada mas Dean juga. Seketika aku dapati mas Dean tersenyum kepada ku, dan gak sengaja, Nando pun melihat nya. Langsung Dean terdiam, dan menunduk. Setakut itukah dia dengan Nando? bersaing kek Mas, hahahhaaa
Aku dan Nando duduk bersebelahan, dan di sebelah ku lagi, ada Risna. Aman pikir ku, tapi aku masih belum bisa menghilangkan grogi ku, tangan ku dingin. Semoga owner nya baik, seperti owner ku di hotel sebelumnya, sangat baik dan ramah.
Eng Ing Eng….
Seorang bapak-bapak berusia sekitar 60an tahun dan Ibu yang aku rasa usia nya gak jauh berbeda, Si Bapak gagah nya bukan main, si Ibu cukup cantik untuk usia segitu. Semua nya berdiri menyambut kedatangan mereka, dan duduk kembali saat kedua nya duduk. Mata si Bapak menyapu seluruh peserta briefing, sampai selesai. Si Ibu ? mata nya hanya melihat Nando, dan Nando pun tersenyum, beliau lalu menyunggingkan bibirnya.
__ADS_1