Rindu Dari Bian

Rindu Dari Bian
Akhiri Keributan


__ADS_3

Sesampainya di unit, setelah ritual pelampiasan kekesalan selesai, aku masih terbaring di tempat tidur Nando. Seperti nasehat Risna tadi, aku memang harus gencatan senjata terkait masalah ini.


" Apa yang kamu lakukan kalau Renya datang lagi besok?" tanya ku pada Nando


" Kalau kamu izin kan, aku akan temui dia, dan menyelesaikan nya. Aku yakin, itu lebih baik daripada kita kucing-kucingan dengan nya saat ini "


" Memang nya apa yang kamu mau sampaikan ke dia? "


" Bi, aku gak larang kamu kemaren ketemu Dion kan? Karena aku tau, kamu kenal sekali dengan Dion. Kamu tau apa yang harus kamu lakukan agar Dion tidak lagi mengganggu mu. Dan aku percaya, kamu gak akan kembali ke Dion. Begitu juga untuk masalah ini. Aku tau Renya, kalau aku masih menghindar, dia gak akan berhenti mencoba temui aku. Kasih aku kesempatan menyelesaikan nya. Kalau kamu penasaran, kamu boleh kok mengikuti ku"


Yah, mungkin Nando benar, mau sampai kapan aku sembunyikan Nando dari Renya, Renya akan terus penasaran.


" Oke, besok kalau Renya datang, kamu boleh nemuin dia, dan aku ikut mendampingi kamu, kalau dia datang saat aku sedang tidak ada, kamu tidak boleh nemuin dia duluan. Harus bersama ku" ancam ku


" Baiklah... Apa pun itu, yang penting besok gak berantem lagi ya..."


" Gak janji... " aku menertawakan ekspresi Nando yang konyol...


Aku pun beranjak ke kamar ku. Mandi, lalu tidur. Sambil menatap langit-langit kamar ku, aku memikirkan hidup ku setelah ini. Juga kenapa aku bisa semarah dan secumburu itu kepada Nando? Perasaan yang gak pernah aku rasakan ke pacar-pacar ku sebelumnya.


Dulu, kalau pacar-pacar ku dekat dengan cewek, aku gak pernah ambil pusing, dan memang aku gak pernah di selingkuhin.


Apa karena gaya pacaran ku dengan Nando sudah melewati batas? Kami sudah melakukan dosa besar, dan karena itu aku takut Nando tidak bertanggung jawab.


Aku rasa benar, aku terlalu percaya di awal dengan Nando, sampai menyerahkan hal yang paling berharga di diriku, dan melanggar prinsip ku selama ini. Sampai kapan aku mau hidup seperti ini. Dan Nando tidak pernah menggunakan pengaman selama bersama ku. Apa yang di lakukan kedua orang tua ku kalau tau apa yang terjadi saat ini.


Seketika aku merasa sangat bersalah. Tapi apa yang mesti aku sesali. Nando tidak pernah memaksa ku. Aku melakukan nya dalam keadaan sadar, dan Nando selalu meminta izin saat melakukan nya. Sudah lah, semoga yang terjadi tidak seburuk yang aku bayangkan.


Lalu aku mentuskan untuk memejamkan mata ku. Aku berdoa, semoga besok berjalan wajar, dan lancar. Aku mencintai Nando.


*


*

__ADS_1


Pagi pun datang. Aku bangun dan langsung mandi untuk bersiap ke kantor. Kali ini aku menghias diri lebih maksimal daripada sebelumnya. Mengingat bahwa ada kemungkinan aku akan bertemu si hantu perempuan itu. Aku tidak mau terlihat lebih jelek, saat Nando memperkenalkan aku sebagai kekasih nya.


Setelah selesai sedikit lebih lama dari biasanya, aku keluar kamar, dan Nando sudah duduk di sofa menunggu ku. Gak ada reaksi darinya melihat dandanan ku yang lebih dari biasanya.


Di perjalanan pun kami hanya berdebat masalah sarapan, karena entah mengapa kami gak se ide hari ini untuk sarapan.


Setelah sampai kantor, dan akhirnya harus gambreng dulu untuk menetukan pemenang, Nando bahagia, bahwa sarapan hari ini adalah Nasi goreng thailand. Aku memesan dari aplikasi pengantar makanan.


Nando berangkat briefing, lalu sarapan, dan kami pun melanjutkan pekerjaan sehari-hari. Aku menyelesaikan laporan bulanan, dan setelah itu aku harus belajar untuk mengatur promo e commerce. Karena sekarang, tiap selesai makan siang, Nando harus ke ruangan pak Agung untuk belajar juga handover.


Saat sedang handover dengan Nando, tiba-tiba Salsa datang..


" Mba, Yang cari pak Nando kemaren datang lagi tu .." Ucapnya.


Aku dan Nando saling pandang, lalu Nando menjawab Salsa bahwa minta Renya untuk menunggu di coffee shop. Lalu Salsa kembali ke counter.


" Kamu udah siap? " tanya Nando


" Udah lah,,, udah siap dari kemaren juga"


Dari jauh aku bisa melihat mata semua waiter tertuju pada sosok cantik yang memang sangat mencolok. Baik dari penampilan maupun pakaian nya.


Nando lalu mendekatinya.


" Beb...... " Renya langsung berdiri dan menyongsong Nando ingin memeluk nya.


Seketika kondisi agak riuh di belakang, semua karyawan yang melihat terkaget, karena mereka tau bahwa aku dan Nando pacaran.


Nando lantas menolak pelukan Renya, malah agak mendorong Renya. Wajah nya serius, Aku gak pernah liat dia memasang wajah seserius itu.


" Duduk, silahkan.." ucapnya pada Renya.


Lantas Renya yang tampak kesal langsung duduk kembali dikursinya. Nando lantas menggeser kursi untuk ku. Renya agak heran melihat yang dilakukan Nando kepada ku.

__ADS_1


Saat kami berdua sudah duduk, mata Renya kembali kepada Nando.


" Sayang.... Aku kemaren datang, tapi di usir cewek ini " Gaya manja Renya membuat ku benar-benar muak.


" Kamu ngapain cari aku? " Ucap Nando sambil mengibaskan tangan Renya yang hendak menggenggam tangan Nando.


Nando lantas mengambil tangan ku dan menggenggam nya di atas meja.


" Siapa cewek ini?" tanya Renya, bukannya menjawab pertanyaan Nando.


" Dia calon istri ku, dan bukan urusan kamu "


" Beb, aku terpuruk, sejak kamu tinggalin aku, aku merasa hidup ku kacau. Aku selalu teringat kamu. Semua yang pernah kita lakukan terbayang-bayang bahkan terbawa mimpi, aku gak bisa melupakan kamu..." Luar biasa acting cewek ini pikir ku, sampai gampang banget air mata palsu nya keluar.


" Gak usah drama kamu. Seperti aku gak tau aja gimana sepak terjang kamu setelah sama aku. Kenapa kamu berhenti meneror ku? karena sudah dapat sponsor baru kan? Sugar dady mu kemana? Sudah pergi? Atau dapat mainan baru ninggalin kamu? "


Renya tertunduk mendengar statement Nando.


" Kamu nangis-nangis disini, minta aku bertanggung jawab berminggu-minggu. Tiba-tiba lenyap, setelah dapat mangsa baru, gak perduli umur nya berapa, anak nya berapa? Yang penting bisa membiayai hidup kamu. Iya kan?" Sambung Nando lagi.


" Tapi Beb, aku memang gak bisa melupakan kamu. Aku mencintai kamu" Renya kembali menatap Nando dengan mata berkaca-kaca. Haduuuuhh cewek ini memang muka tebal banget. Kalau aku udah di kata-katain gitu, langsung cari kolam buat nyelam karena malu.


" Gak usah banyak omong. Kamu cuma hari ini bisa masuk ke hotel ini, besok poto kamu aku pasang di security gerbang, kalau kamu masuk harus di usir. Biar kamu malu, coba aja kalau gak percaya" Nando mulai marah.


" Nando.... Jangan gitu.... Oke oke, aku gak akan datang lagi. Tapi bantu aku sekali ini. Sekali ini saja... " Renya memohon. Aku mulai curiga.


" Bantu bayarkan tunggakan apartemen ku... Aku sudah 3 bulan menunggak, aku gak punya uang untuk membayarnya,,, besok aku akan di usir kalau gak bisa bayar juga.. Sekitar 15 juta Ndo.... Bantu..." Mohon nya.


" Apa?? Kamu gak punya uang cuma 15juta? Kemana pelanggan kamu? itu cuma sepersekian dari tarif kamu sejam kan? Masa gak bisa kamu bayar? Semalam kamu biasa nya bisa dapat sepuluh kali lipat dari angka itu... Big No" Nando agak kasar kali ini. Wajah nya agak mengejek. Tapi gila juga tarif cewek ini,,, hihihi..semalam bisa 150jeti?? Wow...


" Nando... Cicilan ku banyak... Bantu aku sekali ini aja, aku gak akan ganggu kamu lagi"


" No, silahkan keluar, ini terakhir kali kamu datang kesini buat nemuin aku. Biar kamu tau bagaimana sakit nya aku, aku mau bilang ke kamu, bahwa aku menyesal kenal dan dekat dengan mu. Aku gak akan mau ingat-ingat lagi. Terimakasih..."

__ADS_1


Nando lalu beranjak menarik tangan ku untuk pergi. Lalu Nando menelpon chief security untuk menjemput Renya di Coffee Shop dan membawa nya keluar.


Wajah nya masih serius. Entah mau di bawa nya kemana aku sekarang. Aku ikut saja. Setelah mengarah ke lift aku membatin, dan sepertinya dugaan ku benar. Kamar OO (out of order).


__ADS_2