
Kesibukan sebagai seorang ibu dan istri Luna geluti setiap harinya, mulai dari bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan, membantu sang putri mandi dan siap-siap untuk sekolah, menyiapkan pakaian kerja untuk suami, dan masih banyak lagi tugasnya untuk kedua orang tercintanya itu dari bangun tidur hingga kembali terlelap. Namun Luna menyukai kegiatannya itu, ia menyukai perannya sebagai istri juga seorang ibu, meskipun kadang terasa lelah, tapi bukan menjadi masalah besar untuknya selama apa yang di kerjakannya ia lakukan untuk suami dan anaknya.
Seperti pagi ini, Anak dan Ayah itu sama-sama tidak ingin kalah dalam mencari perhatian Luna. Leo yang ingin di pakaikan dasi dan Queen yang di kuncirkan rambutnya dalam waktu bersamaan, tidak ada yang ingin mengalah untuk menjadi yang utama, membuat Luna pusing dan kesal sendiri.
“Papi ngalah aja kenapa sih, Queen kan masih kecil belum bisa ngiket rambut sendiri, Papi tuh udah tua masa gak bisa pakai dasi sendiri, malu-maluin!”
“Queen Papi sejak dulu gak pernah belajar pakai dasi, Mami kamu juga gak pernah ngajarin, karena yang selalu di ajarin Mami sama Papi itu cara mencintai Mami setiap harinya jadi, yang Papi bisa ya mencintai Mami, bukan pasang dasi.”
“Ya berarti sekarang Papi harus mulai belajar pakai dasi sendiri …!”
“Queen yang seharusnya mulai belajar ikat rambut sendiri karena Mami itu punya Papi!”
“Enak aja! Pokoknya…”
“Udah Stop! Mami pusing dengar kalian berdebat. Kalau seperti itu terus yang ada nanti kesiangan berangkatnya. Sini biar Mami pasangin dasi Papi dulu biar langsung bisa panasin mobil,” ucap Luna menyudahi perdebatan antara anak dan suaminya.
Meraih kerah kemeja Leo dan memasangkan dasi berwarna merah bergaris hitam itu yang terlihat cocok dengan kemeja merah Leo dan jas hitam yang masih tersampir di sandaran sofa. Selesai dengan itu Luna meraih sisir juga ikat rambut milik Queen dan mulai menata rambut panjang lembut itu. Memang seperti ini lah pagi sibuk Luna setiap harinya.
“Queen Abang Rapa in here!” teriak dari arah depan.
“Tunggu sebentar Bang, Queennya masih di kuncir biar makin cantik.” Balas Queen berteriak pula, membuat Luna yang tengah mengepang rambut panjang anaknya menggelengkan kepala.
“Jangan cantik-cantik Queen nanti banyak yang suka, Abang gak rela!” ucapnya tak suka seraya duduk di sofa yang bersebrangan dengan Queen dan Luna.
“Bagus dong Bang kalau banyak yang suka Queen, nanti anaknya Mami jadi primadona,” kata Luna tersenyum kecil.
__ADS_1
Dengan cepat Rapa menggelengkan kepala. “Jangan Mi, Queen biar jadi primadonanya Abang seorang aja.”
“Jangan lo gombalin mulu anak gue Rap, nanti Queen terbang malah lo jatuhin. Nanti aja kalau udah nikah lo gombalinnya,” ucap Leo begitu masuk kembali kedalam rumah menghampiri sang istri yang sudah menenteng tas kerja miliknya.
“Kalau di jatuhin nanti sakit dong, Pi,” polos Queen berucap.
“Ya, makanya Papi larang Rapa nerbangin kamu,”
“Emang Bang Rapa punya sayap, Pi? Kok bisa nerbangin Queen?” dengan polosnya Queen bertanya.
“Udah-udah, lebih baik kalian segera berangkat, nanti kesiangan.” Lerai Luna dan langsung menggiring anak juga suaminya menuju teras depan.
Queen dan Rapa juga Ratu menyalami tangan sang Mami kemudian masuk kedalam mobil. Leo mendekati istrinya, mengulurkan tangan untuk istrinya itu cium, kemudian mengecup kening Luna dengan sayang dan tidak lupa mengelus juga melayangkan kecupan juga pada perut buncit Luna, setelah itu menyusul anak-anak naik ke mobil.
“Dadah Mami, hati-hati di rumah sama adik bayinya.” Teriak ketiga bocah itu.
Luna kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri Bi Nani yang ada di dapur membersihkan piring-piring kotor yang di gunakan mereka tadi. Luna membuka kulkasnya, juga lemari tempat penyimpanan bahan-bahan dapur.
“Bi, ke supermarket mau gak?”
“Mau ngapain Non?” heran Bi Atin menoleh pada sang majikan yang kini duduk di kursi pantry.
“Belanja lah Bi, masa piknik,” ucap Luna memutar bola matanya malas.
“Hehe, Bibi kira main congklak.”
__ADS_1
“Gimana, mau gak?” tanya Luna tak sabar, kadang gemas sekaligus kesal juga pada ARTnya itu.
“Boleh deh, sekalian Bibi juga pengen jalan-jalan Non, suntuk di rumah mulu,”
“Dih gayanya jalan-jalan kayak punya uang aja, si Bibi,” cibir Luna yang membuat ART nya itu cekikikan.
“Kan minta dulu dari Non,” ucapnya cengengesan. Luna memutar bola matanya malas kemudian mulai menuliskan apa saja yang harus di beli pada secarik kertas dan ia berikan pada Bi Atin.
“Banyak banget, Non?” tanya Bi Atin begitu membaca apa saja yang harus dirinya Beli.
“Iya sekalian buat bekal Piknik akhir minggu ini. Kasian aku sama yang selalu minta pengen piknik,” ucap Luna menyindir.
“Hihi, Bibi mah cuma becanda Non, tapi juga kepengen sih.”
“Huhh, dasar Bibi. Ya udah, akhir minggu ini kita piknik, kasian juga Queen udah lama gak di ajak main.”
“Kalau begitu Bibi berangkat sekarang aja non, mumpung masih pagi,”
“Bentar aku ambil uangnya dulu.”
“Jangan lupa di lebihin, Non!” teriak Bi Nani begitu melihat majikannya mulai meninggalkan dapur.
Sepeninggalnya Bi Nani, Luna hanya seorang diri di rumah, memilih untuk selonjoran di ruang televisi, menonton acara kartun kesukaan Queen yang selalu tayang di pagi hari. Luna lebih suka siaran anak-anak dari pada acara gosip dan sinetron yang alurnya itu-itu saja, menurutnya itu terlalu membuatnya pusing dan semakin bosan. Berbeda dengan kartun yang selalu ada saja tingkah lucu dan sanggup membuatnya tertawa walau kadang tidak masuk akal.
Luna begitu menikmati tontonannya sampai layar datar itu menampilkan sebuah iklan dan itu sukses membuat Luna yang tengah hamil tiba-tiba menginginkan sesuatu yang tengah di buat oleh orang dalam iklan itu. Bukan untuk dirinya, tapi ia ingin membuatkan itu untuk anak dan suaminya nanti.
__ADS_1
Diam sejenak sebelum akhir nya Luna menerbitkan senyum dan bangkit dari duduknya berlalu menuju dapur dan mengambil apa saja yang di butuhkannya yang kebetulan masih tersedia di lemari dapurnya.
Tak lama iya menyelesaikan olahannya dan Luna puas dengan hasilnya, lelahnya terbayarkan begitu melihat hasil buatannya yang akan ia hidangkan nanti saat kedua orang tersayangnya kembali dari aktivitas mereka masing-masing. Berharap bahwa Leo dan Queen menyukai apa yang dirinya siapkan.