Sahabat Yang Kunikahi

Sahabat Yang Kunikahi
Cuplikan eps 1 Rapa & Cleona + ucapan terima kasih


__ADS_3

Hallo reders, terima kasih sudah bersedia membaca ceritaku ini, apa lagi yang sudah baca dari mulai Menikah Muda hingga Sahabat yang Kunikahi ,Terima kasih banget guys 😳 mungkin tanpa dukungan kalian aku tidak akan sampai berada sejauh ini, aku tidak akan mampu ada di titik ini ... banyak-banyak terima kasih aku ucapkan untuk kalian yang sudah bersedia membaca ceritaku ini. Berharap bahwa kalian masih bersedia menunggu ceritaku selanjutnya, kembali mendukung ceritaku dan tak hentinya memberi semangat.


Untuk kalian yang selama ini memberikan masukan-masukan, juga ide-ide gilanya terima kasih banget, aku sangat-sangat menghargai itu, dan maaf mungkin ada masukan dari kalian yang tidak aku dengarkan, aku benar-benar mohon maaf 🙏🙏, semoga di lain kesempatan aku gunakan.


Untuk yang kurang puas dengan cerita ini, lagi-lagi mohon maaf, maaf karena telah mengecewakan kalian. mudah-mudahan di laim waktu ku bisa lebih baik lagi dalam memuaskan para pembaca.


Dan untuk kalian yang selalu meminta cerita Rapa, mohon bersabar, ya, akan ku usahakan untuk secepatnya buatkan cerita Bocah itu. Semoga kalian masih bersedia untuk menunggu.


\=\=\=\=\=Cuplikan Rapa & Cleona eps 1\=\=\=\=\=


Judul : Cleona & Rapa - Menjaga Hat



"Hey, Dek kenapa masih berdiri di situ? Upacara pembukaan sebentar lagi akan di mulai, cepat masuk!” tegur salah satu di antara osis yang menunggu di bagian gerbang.


Mendengus malas Cleona masuk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Melewati kedua orang osis itu begitu saja, bahkan mungkin terkesan sombong, tapi masa bodo dengan itu karena yang Cleona pikirkan adalah nasib hidupnya mulai dari hari ini.


Sepanjang kakinya melangkah Cleona mengamati bangunan sekolah yang akan menjadi tempatnya menuntut ilmu tiga tahun kedepan. Tidak buruk, bahkan terkesan mewah, modern dan yang pasti bagus. Pepohonan hijau yang sejuk, lapangan yang luas dan yang paling penting adalah kebersihannya yang begitu terjaga.


“Hey kamu! Kenapa masih berdiri di sana? Cepat ikut baris,” ucapan yang terdengar tegas itu menyadarkan Cleona dari sesi mengamati sekeliling. Tanpa menjawab ia turun dan berjalan santai, ikut berbaris dengan orang-orang lainnya. Tentu dirinya sadar bahwa banyak orang yang memperhatikan dan berbisik-bisik, tapi lagi-lagi Cleona lebih memilih bersikap masa bodo. Toh dirinya tidak mengenal mereka dan begitu pun sebaliknya.


Upacara pembukaan sudah di mulai, Cleona memutuskan untuk memperhatikan kedepan karena mau mengobrol pun jelas bahwa tidak ada teman yang ia kenal bahkan dirinya sendiri tidak tahu berada di barisan sekolah mana karena saking malasnya mencari orang-orang yang dari sekolah yang sama dengannya.


Di depan sana berjejer beberpa orang pengurus osis, guru kesiswaan dan kepala sekolah memberikan pidato secara bergiliran. Cleona tidak terlalu memeperhatikan apa yang tengah di sampaikan karena kini fokusnya tertuju pada seseorang yang berdiri diantara oang-orang itu, rahang Cleona mengeras, wajahnya memerah marah dan tangannya pun mengepal. Ia tidak pernah tahu sebelumnya bahwa laki-laki yang sangat ia hindari itu ternyata menjabat sebagai osis.

__ADS_1


Selesai dengan upacara pembukaan, kini satu persatu nama murid mulai di sebutkan untuk di bagi kelompok selama MOS dan Cleona pun mendengarkan dengan seksama karena tidak ingin terlewat kebagian kelompok mana dirinya masuk.


Kelompok demi kelompok mulai terbentuk dan nama Cleona belum juga di sebutkan membuat gadis cantik itu gerah sendiri karena jujur ia ingin segera masuk kelas, duduk dan mungkin menelungkupkan kepalanya di atas meja. Ia benci dengan panas-panasan dan ini sudah hampir dua jam dirinya di jemur dilapangan bersama entah berapa ratus orang lainnya.


“Amanda Cyndi, Bilda Melisya, … Cleona Queenisa … bla bla bla.”


Cleona dapat bernapas lega sekarang karena namanya yang sudah terpanggil. Kakak Pembina membawa mereka menuju kelas dan Cleona masuk kedalam kelompok X IPS C. senyum lebar menyungging di bibir Cleona saat bokongnya mendarat di kursi keras itu.


“Boleh gue duduk di sini?”


Cleona menoleh dan mendapati perempuan cantik seusianya tersenyum ramah. Sebuah anggukan Cleona berikan dan mengulurkan tangan untuk berkenalan. “Cleona.”


“Nirmala,” balas perempuan itu tak kalah ramahnya.


“Lo bukannya yang tadi di tegur kakak osis waktu upacara belum di mulai?” perempuan bernama Nirmala tersebut bertanya.


“Gak apa-apa sih cuma mastiin aja, hehe.” Jawabnya cengengesan. Cleona tidak merespon dan malah menghadap depan, jarinya mengetuk-ngetuk meja merasa bosan.


“Lesu banget muka lo?”


“Gue malas.” Jawaban singkat itu membuat Nirmala menaikan sebalah alisnya heran, tapi sebelum berhasil ia melayangkan tanya pada gadis yang baru di kenalnya itu, intrupsi kakak pembina yang meminta perhatian semua murid X IPS C mengurungkan niatnya.


Mirna dan Luis yang menjadi Pembina di kelas ini, dan sejauh ini Cleona merasa cukup nyaman dan mood yang sejak pagi berada di bawah pun berangsur naik. Seperti MOS pada umumnya, hari pertama di isi dengan perkenalan dimana satu persatu murid X IPS C yang berjumlah 40 ini maju kedepan untuk memperkenalkan diri.


Dari acara ini lah setidaknya Cleona tahu nama-nama teman sekelasnya. Tapi sayang, karena di kelas ini tidak ada satu pun yang berasal dari sekolah yang sama dengannya, membuat Cleona mendesah kecewa.

__ADS_1


Nirmala baru saja selesai memperkenalkan dirinya yang diakhiri dengan senyuman manis, membuat kelas menjadi riuh oleh suara suitan anak laki-laki. Kini giliran Cleona yang maju dan memeperkenalkan diri, berdiri di sisi Kak Luis dan mulai menyebutkan nama juga asal sekolahnya.


Cleona yang baru hendak kembali ke kursinya tertahan di depan, karena kedatangan laki-laki tampan yang melayangkan senyum manisnya membuat suara jerit tertahan dari para siswi meriuhkan keadaan. Dengusan kecil Cleona keluarkan saat sosok itu mulai berjalan so tampan dan itu mumbuatnya benci.


“Hallo adik-adik ku, maaf ya, gue telat, tadi ada problem dulu,” laki-laki itu berbicara seraya menebar senyum manisnya yang lagi-lagi membuat Cleona mengeluarkan dengusannya, bahkan dalam hati perempuan itu sudah mendumel. Berbeda dengan perempuan lainnya yang menatap terpesona.


Cleona berjalan hendak menuju bangkunya, tapi terpaksa urung karena sebuah tangan yang mencekal pergelangan tangannya hingga langkahnya terpaksa terhenti. Semua yang ada di ruang kelas itu menatap penasaran, ada juga yang nenatap tak suka dan tatapan lainnya, sedangkan Cleona berusaha keras melepasan cengkraman itu yang sayangnya begitu sulit.


“Lepas Rapa!” sentak Cleona yang cukup membuat semua orang di sana terkejut termasuk Mirna dan Luis yang berada di samping mereka. Rapa nyatanya tidak menghiraukan dan malah memberikan senyum manis pada gadis cantik di sampinya itu yang terlihat menyebalkan di matanya.


“Udah pada kenal gue belum nih?”


“Udah/belum.”


“Oke, karena ternyata masih ada yang belum kenal gue jadi, biar gue perkenalkan diri. Nama gue Rapa Pratama Dhikra, kelas XI IPS A dan gue di osis menjabat sebagai anggota, semoga aja sebentar lagi gue kepilih jadi ketua osisnya,” satu kedipan Rapa berikan di tengah perkenalannya membuat perempuan di kelas itu menjerit tertahan. Cleona tidak sedikit pun menyimak, karena yang dirinya lakukan sejak beberapa menit yang lalu adalah sama, yaitu berusaha membebaskan tangannya yang di cengkram Rapa.


“Berhenti Queen, nanti tangan lo malah sakit,” tegur Rapa lembut. Cleona jelas tidak perduli dengan teguran itu. Semua yang ada di sana masih menatap penasaran bertanya-tanya tentang hubungan diantara keduanya.


“Ya, makanya lepas dong, Rap gue mau duduk.”


“Jadi calon istri yang nurut kenapa sih, Queen ish!”


Mendengarnya dari mulut laki-laki tampan itu jelas membuat semua yang ada di sana terkejut terlebih lagi Mirna yang bahkan mulutnya menganga lebar. Bahkan Cleona sendiri terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki yang masih mencengkramnya.


“Calon istri apa sih, ah. Siapa juga yang mau nikah sama lo coba?” dengus Cleona yang sudah malu karena harus menjadi perhatian orang-orang di hari pertamanya. Padahal ia ingin sekolah dengan nyaman, tapi laki-laki menyebalkan ini sudah merusaknya. Kini Cleona hanya tinggal menunggu bagaimana hidupnya setelah ini.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sampai sini gimana, pada penasaran gak? Siapa ayok yang nunggu cerita mereka angkat kakinya 😁😁😁


__ADS_2