
" Tok... tok... tok.... "
" Sebentar....."
Berdiri di dengan Kartika dua bidadari yang turun dari langit.
" Ada angin apa tiba-tiba kalian berada di depan rumahku ? "
" Kartika, saya mau tanya Wawan rumahnya dimana ya ? " tanya Rini
" Kalian itu aneh..... Rumahku yang ada di perkampungan aja tahu masak rumah Wawan yang di jalur utama malah ngga tahu. "
" Apa perlu apa dengan Wawan ? "
tanya kartika ketus. ( Kartika itu nama cowok. Dulu Wawan sering dimarahin sama mamahnya kalo sering main ke rumah Kartika dan pulangnya malam. )
" Kenapa Kartika sekarang jadi jahat ya ? " tanya Rina
" Setahuku Kartika itu baik dan lembut. "
tambah Rini
" Kalian berdua yang sebenarnya jahat. Hanya karena Persiapan ujian hingga tidak ada waktu meski sebentar buat anton dan Wawan. "
" Maaf, jika semua yang kita lakukan membuat sahabatmu Marah. " kata Rini dengan penuh penyesalan
" Sekarang mau kalian apa ? "
" Saya mohon Kartika menemani kita until bertemu dengan Wawan. "
" Hanya kamu yang paling dipercaya Wawan selain Anton dan Dwi "
" Baiklah, kalian tunggu sebentar. "
Rini dan Rina dipersilahkan duduk di ruang tamu untuk menunggu. Rumah Kartika tidak begitu besar akan tetapi ditata dengan rapih. Perabotan di dalamnya nampak tua dan usang. Justru memberikan nuansa klasik. Setiap dinding terdapat foto yang menggambarkan setiap moment dari pemiliknya.
" Sudah puas belum mengeksplorasi setiap sudut rumahku. " Mereka baru tersadar jika Kartika sudah cukup lama berdiri disana.
Rini dan Rina meminta Kartika untuk satu mobil dengan mereka akan tetapi ditolaknya. Kartika lebih nyaman jika bersepeda.
*****
" Ini rumah Wawan. " tanya Rini dan Rina bersamaan. Mereka pikir Wawan sama dengan Kartika berdasarkan pembawaannya yang sederhana dan mudah bergaul.
" Ada yang salah dengan rumah ini ? " tanya Kartika membuyarkan lamunan mereka saat berada di depan gerbang.
" Saya cuma heran saja dengan Wawan yang terkesan sederhana. " jawab Rini
" Owh kirain ada apa. "
" Sepertinya ada tamu. " kata Kartika saat dirinya melihat sebuah mobil sedan keluaran terbaru parkir di depan gerbang rumah Wawan. "
Kartika awalnya ragu untuk masuk ke dalam. Karena desakan Rini dan Rina terpaksa dia melanjutkan mengantar mereka untuk bertemu dengan Wawan.
Menyusuri jalan masuk yang cukup panjang akhirnya mereka tiba di teras rumah.
Terdengar dari luar pembicaraan antara mamah Wawan dengan seorang perempuan.
Kartika mengucapkan salam dan dibalas salam tersebut dari dalam. Muncul Wawan di depan pintu.
" Kirain siapa..... Ayo masuk.Wawan menghampiri Kartika dan segera memeluknya sambil berkata
" Untung kamu datang. Jadi ada teman ngobrol. "
Wawan terdiam sesaat dan berbisik di telinga Kartika
" Sebentar lagi perang Dunia ke tujuh akan terjadi. "
" Maksudmu..... "
" Di dalam lagi ada cewek lain. "
__ADS_1
" Selamat menikmati. "
" Kamu sahabat apaan.... ajak mereka pergi dulu. "
" Heh ngapain kalian berpelukan seperti itu.... Kayak di dunia ini sudah ngga ada cewek aja. " tegur Jessica yang sudah berdiri di belakang Wawan.
" Waduh, muncul masalah baru lagi. "
Saat matanya menangkap sepasang gadis muda dengan kecantikan khas masing-masing.
Jika dibandingkan dengan Sari nilainya sama.
" Pagi tante... maaf jika kami datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu. "
ucap Rini membungkuk hormat kemudian menghampiri Jessica dan mencium tangannya.
" Kalian siapa dan darimana ? "
" Saya Rini tante dan ini Rina adik saya. "
" Saya teman dekat nya Wawan di sekolah tante. "
" Kamu pake pelet cap apa tho Wan.... Ampuh banget. " ujar Jessica dalam hati antara jengkel dan heran akan polah anaknya.
" Siapa Mah ? " tanya Sari berdiri di samping Jessica.
" Teman Wawan ya. Kenalin saya Sari. "
" Senang bisa berkenalan dengan kalian. "
Pak Edi yang sedari awal hanya menjadi pendengar yang baik antara istrinya dan Sari kini tambah lagi dengan kedatangan dua bidadari.
" Ternyata begini ceritanya kalo calon menantu berkumpul jadi satu. Baru saja semalam dibahas. "
" Pengin lihat ach calon ibu mertua mengatur calon menantunya . " ucap papah gembira.
Awalnya nampak terjadi ketegangan dan berakhir dengan rumpian yang panjang.
*****
" Mamahmu hebat bisa mengakrabkan mereka. Tak pikir mau cakar-cakaran kayak di tivi. Kok akhirnya malah jadi arisan ibu-ibu. "
Wawan dan Kartika duduk di dekat kolam ikan bersama papah sambil memancing.
Suasana yang awalnya terang berubah temaram. Hadir di hadapan Wawan paman kumbang untuk memberi laporan.
" Den, saya sudah menemukan lokasi dimana segel tersebut dipasang. Kapan kita akan bergerak. Mengingat secara perhitungan saat ini segel tersebut sedang lemah. "
" Saya masih menunggu khabar dari Pak Nuruddin paman. Begitu beliau mendapatkan surat dari pengadilan kita langsung bergerak. "
" Saya selalu siap kapanpun. Saya pamit dulu. "
" Terima kasih. " dijawab dengan anggukan. Seketika suasana berubah normal kembali.
" Woy.... kamu dengar ngga yang tak omongin. " Kartika jengkel setelah diajak ngobrol panjang lebar ternyata Wawan sedang ngalamun.
" Maaf...Maaf....pikiran ku lagi ngga fokus. "
" Makanya jangan kebanyakan cewek. "
" Eh Wan tapi ngomong-ngomong kamu pake jurus apa sampai hebat begitu. "
" Ajarin donk. "
" Beres.... " Wawan mengacungkan jempolnya.
Obrolan terhenti manakala Pak Nuruddin datang bersama dua orang pria menghampiri mereka.
" Nak Wawan perkenalkan Ini Candra dan ini Yudi. "
" Mereka khusus didatangkan dari Jakarta untuk membantu kita. "
__ADS_1
" Skema selanjutnya kalian bahas sambil jalan. "
Wawan menghampiri sahabat nya.
" Aku tinggal dulu ya.... Titip mereka. " sambil matanya mengarah ke Sari dan Rini.
Wawan menghampiri mamahnya dan meminta doa restu dilanjutkan ke Sari dan Rini.
Tanpa diduga Sari masuk ke dalam pelukan Wawan
" Be carefull my love. "
Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut singa.
" Hati-hati Ay..... jaga hatimu. Cukup kami berdua saja yang ada di hatimu. "
Wawan mengangguk.
****
Sepanjang perjalanan semua terdiam. Semua rencana sudah disusun. Hingga Pak Nuruddin membuka suara :
" Nak Wawan.... apa kedua gadis tadi adalah wanitamu ? "
Wawan hanya tersenyum
" Wan, hebat juga kau..... ajari aku. "
pinta Chandra dengan logat Ambon
" Ajari aku dulu... ingat Chandra aku lebih senior dibanding kamu. "
" Oalah ternyata bujang lapuk semua ternyata. " ledek Wawan
Membuat semua yang di dalam mobil tertawa.
" Mantap kali kau Wan, bisa dapat cewek bening - bening gitu. "
" Ayolah kawan... ajari aku dulu. Biar mamakku senang jika aku pulang bawa menantu. " rengek Chandra membuat semua tertawa hingga perut terasa kram.
Mobil tepat berhenti di depan sebuah rumah mewah di daerah Semarang atas.
Berdiri tiga puluh polisi berpakaian dinas lengkap di depan gerbang setinggi tiga meter.
Segera mereka menempati posisi masing-masing.
" Bagaimana situasi saat ini ? " tanya Pak Nuruddin memimpin sendiri operasi kali ini.
"Target semua berkumpul di rumah ini Pak. " jawab komandan operasi.
" Tetap waspada... jangan lengah sedikitpun. "
Gerbang itu nampak normal awalnya sebelum beberapa polisi masuk ke dalamnya.
Nampak sebuah perisai bening melindungi nya.
Wawan bertanya kepada Mas Chandra dan Mas Yudi apakah mereka melihat fenomena itu dan mereka tidak melihatnya.
" Nis, kamu bersiap.... paman kumbang kalian bersiap. "
" Aku merasa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "
" Dor..... dor.... dor... " terdengar suara tembakan beruntun dari dalam meski pelan membuat semua petugas waspada.
Team sergap berjumlah dua belas orang bersenjata laras sedang bergegas menuju gerbang.
" Gubrak.... " Mereka terlempar cukup jauh. Seperti ada efek pantul dalam bermain trampolin.
Mas Chandra dan Mas Yudi beraksi. Baru setengah jalan media yang mereka buat hancur berantakan.
Pada percobaan ketiga tubuh mereka melayang setinggi dua meter dan dihempaskan ke arah mobil polisi.
__ADS_1
" Prak.... pyar......bruk... " Tubuh Mas Chandra dan Mas Yudi menghantam mobil kemudian jatuh ke jalan. Tidak berhenti disitu tubuh mereka diangkat dan dihantamkan ke batang pohon