
" Sari perkenalkan ini Paramitha dan Paramitha kenalkan ini Sari. " Mereka saling berpandangan cukup lama.
" Betapa cantiknya Paramitha......Sangat pantas untuk mendampingi Wawan. " Batin Sari
" Pantas Wawan begitu mencintai gadis ini....Selain cantik dia juga keibuan. "
" Ehem. " Wawan pura-pura batuk dan menyadarkan mereka berdua.
" Sari......Paramitha....." Keduanya kembali terbangun dari lamunannya yang kemudian saling berjabat tangan dan berpelukan.
" Kamu sangat cocok dengan Wawan. " Bisik Sari memuji Paramitha
" Kamu yang lebih pantas berada disisinya. " Bisik Paramitha membalas pujian Sari
" Apa kalian akan terus berpelukan ? " Tanya Wawan dan berkata :
" Mitha, bisa minta tolong antarkan Sari ke kamar untuk beristirahat. Saya akan menemui Pak Arifin. "
" Okay. " Jawab Paramitha genit sambil menyatukan jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf O
****
" Pak Arifin..... Tolong latih anak buah Diego dan Michael untuk menjadi lebih kuat lagi untuk persiapan menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan. "
" Bapak tahu khan kekuatan organisasi itu mereka seperti apa.... Saya merasa mereka bukan organisasi biasa seperti yang bapak cerita kan padaku. "
" Bagaimana dengan kita...? " Tanya Diego memotong pembicaraan antara Pak Arifin dengan Wawan
" Apa kalian tidak memiliki metode sendiri untuk pelatihan ? " Tanya Wawan dan sebelum Diego ingin menjawab Pak Arifin langsung memotong pembicaraan mereka.
" Wan, kalo kamu ijinkan aku ingin mereka menguasai ilmu yang sedang ku pelajari. Kebetulan membutuhkan dua orang lagi untuk menyempurnakan jurus tersebut. "
" Kalo begitu latih mereka dengan serius. Saya akan membuat portal baru di sana untuk latihan dan waktunya akan saya percepat hingga lima tahun perhari karena saat ini waktunya sudah cukup mendesak. "
Segera Wawan membuat tempat khusus untuk pelatihan mereka di dunia batinnya dan tidak lupa memasang segel waktu di setiap sudutnya. Setelah usai Wawan menghampiri Pak Arifin.
" Kalo sudah tidak ada yang perlu dibicarakan saya akan pergi dulu. "
" Sebentar Wan. " Cegah Pak Arifin
" Ilmu yang akan aku ajarkan pada mereka menuntut seseorang memiliki tempat penyimpanan energi yang besar sedangkan melihat dari kondisi mereka sepertinya milik mereka sangat kecil dan biasa. "
" Baiklah kalo begitu...." Jawab Wawan sambil memeriksa fisik dan dantian milik Diego dan Michael.
" Pak Arifin bantu mereka menguatkan pondasi tubuh terlebih dahulu dan jika dirasa cukup nanti akan aku bantu untuk membentuk ulang dantian mereka."
" Saya pergi dulu. " Seketika Wawan menghilang dari tempat itu
" Kebiasaan.... " Batin Pak Arifin
" Kalian semua, latihan kali ini sangat berat.... Jika ada yang ingin mundur katakan sekarang karena jika putus di tengah jalan makan kalian akan cacat dan jika berhasil sampai akhir makan kekuatan kalian seperti sepuluh orang kuat yang pernah kalian hadapi. "
Melihat tidak ada yang bergeming Pak Arifin tersenyum
__ADS_1
" Mari kita berlatih dan menjadi orang terkuat di dunia. "
" Siap... " Jawab mereka kompak
" Kalian berdua bergabung lah untuk mempersiapkan pondasi memtal dan tubuh kalian. " Ucap Pak Arifin pada Diego dan Michael.
****
Wawan telah tiba di alam semesta tempat dimana dia biasa berlatih dengan Dewi Rengganis. Selanjutnya mengambil sikap lotus untuk menenangkan hati dan pikiran nya. Entah berapa lama dia telah berada di sana saat sebuah sapaan membuyarkan meditasi nya.
" Apa yang sedang kamu pikirkan Wan ? " Tanya Kakek Kencana
" Kek, apa benar kalo Wawan pergi meninggalkan mereka semua sudah lebih dari satu tahun lebih. Bukannya baru beberapa bulan. "
" Kenyataan nya memang seperti itu. Apa kamu masih ingat saat pergi meninggalkan negaramu beberapa waktu yang lalu ? "
" Masih Kek...... "
" Disitulah permasalahannya... Setiap kali kamu melakukan perpindahan tempat yang sangat jauh, apalagi antar benua pasti ada jarak dan waktu untuk menempuhnya Khan. "
" Sebagai contoh antara Semarang ke Jakarta jika ditempuh menggunakan kendaraan pasti akan memerlukan waktu sekitar enam jam untuk sampai di jakarta nya dan itu masih belum sampai tujuan ditambah lagi waktu yang diperlukan untuk mencapai alamat yang dituju. "
" Belum lagi alamat yang kamu tuju diambil dari memori seseorang maka akan terjadi masalah kecuali kamu pernah tempat tersebut. "
" Kelemahan dari koyakan waktu dan tempat seperti itu kecuali tingkatan kamu sudah memenuhi syarat."
" Jadi solusi terbaik apa Kek ? "
" Selain meningkatkan kemampuan kamu harus memasang array atau segel penanda atau titik koordinatnya. "
" Sedikit Kek..... " Ucap Wawan sambil cengengesan dan garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
" Selagi ada waktu sempurna kan ilmu tuang dan waktumu hingga batas akhir maka permasalahan itu tidak akan pernah terjadi lagi. "
" Oh ya Kek, bolehkah saya minta tolong ? "
" Katakan saja.... "
" Selagi saya berlatih tolong latih juga Paramitha dan Sari untuk menguasai beberapa ilmu. "
" Untuk Paramitha dia hanya tinggal mengembangkan saja karena beberapa bagian tubuhmu sudah masuk ke dalam tubuhnya mungkin Sari yang akan jadi prioritas utama. "
" Terima kasih Kek. " Ucap Wawan memberi hormat
" Berlatih lah...... Saya pergi dulu. " Setelah berkata Kakek Kencana menghilang
****
Jiwa polisi Paramitha tergelitik untuk mengetahui siapa Wawan dan bagaimana latar belakangnya. Baginya file yang pernah diberikan ayahnya hanya gambaran singkat namun dia membutuhkan informasi yang lebih mendalam dari orang yang paling dekat dengan nya selain orang tuanya.
Sari juga bukan orang bodoh, meskipun dia tahu maksud dan tujuan Paramitha, namun dia tidak keberatan untuk menjelaskan siapa Wawan dan bagaimana keseharian dan kisah cintanya.
" Jadi selain aku dan kamu masih banyak wanita yang hadir dalam kehidupan Wawan. " Tanya Paramitha saat mereka berdua sedang berbicara di kamar Sari.
__ADS_1
" Benar, bahkan ada dua wanita yang saat ini memiliki anak darinya. " Jawab Sari menambahi
" Dasar buaya darat.... " Ucap Paramitha geram sambil meremas tangannya
" Apakah wawan telah menipumu hingga kamu sampai se marah seperti ini. " Mendapat pertanyaan tersebut Paramitha hanya diam
" Atau kamu telah menyerah kan segalanya pada Wawan. " Tanya Sari dengan nada lembut menenangkan.
" Hmm.... " Jawab Paramitha singkat dengan kepala menunduk.
" Apakah kamu dipaksa melakukan nya ? " Paramitha hanya menggeleng
" Apakah sekarang kamu cemburu dan tidak terima dengan kehadiran ku dan takut akan diabaikan oleh dia ? "
" Iiii.. iya... " Jawab Paramitha mengangguk
Meskipun malu tapi dia mengakui bahwa dirinya cemburu.
" Kenapa harus cemburu ? "
" *Andai cemburu, harusnya aku yang cemburu dan berhak marah padamu karena telah mengambil calon suamiku. "
" Dan aku berhak karena aku adalah calon istrinya yang sah. "
" Keluarga Kita telah sepakat namun karena usia belum mencukupi saat itu maka kita berdua bersedia untuk menundanya*. "
" Setiap wanita yang hadir Wawan selalu bercerita dan hanya aku yang pertama yang belum pernah dia sentuh dan aku percaya dia memiliki alasan tersendiri yang mungkin dia sendiri belum tahu apa."
" Maafkan aku.... " Ucap Paramitha sambil menundukkan kepala dan meneteskan air mata.
" Jangan bersedih dan merasa bersalah..... Saya tidak akan marah padamu dan akan menganggap mu adalah saudariku. "
" Saya sangat bersyukur dan bahagia masih bisa bertemu dengan Wawan kembali dan saya berterima kasih pada mu karena telah menjaga Wawan selama ini. " Ucap Sari sambil memeluk tubuh Paramitha
" Hoek.... hoek... " Tiba-tiba Paramitha merasa mual dan segera melepaskan pelukan Sari dan berlari ke kamar mandi.
" Sudah berapa lama hal ini terjadi dan apakah Wawan tahu ? " Tanya Sari sambil memijat tengkuk Paramitha
" Aku belum cerita keadaanku saat ini karena Wawan sangat sibuk mengatasi beberapa permasalahan yang terjadi di luar sana. "
Sari meminta Paramitha untuk beristirahat sedangkan dia berjalan ke dapur untuk membuat kan makanan di bantu dengan bibik.
" Mba Sari, ada apa dengan Ibu Paramitha ? " Tanya bibik pada Sari karena sebelumnya melihat Paramitha muntah di kamar mandi
" Seperti nya Paramitha hamil.... " Jawab Sari
" Hamil......" Bibik sedikit terkejut mendengarnya
" Lantas Ibu Paramitha hamil dengan siapa ? "
" Karena setahu bibik, Ibu Paramitha kemana-mana sama Mas Wawan. "
Apakah hamil dengan Mas Wawan ? " Tanya bibik ingin tahu dan di jawab senyuman oleh Sari.
__ADS_1
****