
Gedung Parlemen
Terdengar suara keributan dibalik pintu antara asisten pribadi Gustavo dengan kepala Kepolisian
" Maaf Pak, jika anda belum membuat janji kami tidak bisa memberi ijin untuk bertemu. " Jawab Asisten tersebut saat belasan polisi hendak menerjang masuk kantor milik Gustavo
" Apakah surat ini bisa mewakili janji temu saya dengan Pak Gustavo ? "
Kepala polisi segera menyodorkan surat penangkapan yang telah ditandatangani oleh pihak pengadilan.
" Tok.... Tok... Tok..... "
Beberapa kali terdengar suara pintu diketuk namun tidak ada yang menjawab
" Cepat buka pintunya !! " Perintah kepala Polisi pada asisten Gustavo
Asisten tersebut segera memasukkan password pada kunci pintu dan ternyata ruangan tersebut kosong.
" Cepat geledah tempat ini. " Perintah kepala polisi pada bawahannya yang memang sengaja dia bawa untuk mengantisipasi hal ini. Setelah mencari kesana kemari namun ke berapaan Gustavo tidak di temukan.
Segera dihampiri nya asisten itu kembali.
" Apakah ada ruang rahasia ? " Asisten tersebut tidak berani membuka mulut
" Cepat katakan.... Jika tidak maka kamu juga akan saya tuntut melindungi tersangka. "
Mendengar ancaman tersebut asisten itu langsung berlari ke arah meja kerja Gustavo dan segera menekan tombol yang terdapat di dalam laci paling atas.
Sebuah pintu rahasia segera terbuka tepat di dekat jendela besar dan terdapat tangga di dalamnya.
" Perketat penjagaan, jangan biarkan siapapun bisa meninggalkan gedung ini !! " Perintah kepala Polisi sebelum masuk dalam ruang rahasia diikuti oleh anggotanya dan asisten dari Gustavo.
Mereka mulai memeriksa setiap sudut namun tidak menemukan keanehan bahkan tidak ada tanda-tanda pernah dimasukin orang dalam beberapa tahun. Terlihat dari debu yang menempel di lantai.
" Apakah ada jalan keluar lain selain disini? " Tanya Kepala Polisi pada asisten Gustavo
" Setahu saya hanya ini jalan satunya pergi dari tempat ini manakala terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Pak. "
*****
Di sebuah ruangan nampak Gustavo sedang terikat di sebuah kursi dalam keadaan terikat dengan sepasang kamera terpasang di depannya.
" Hei..... lepaskan aku. " Teriaknya sambil terus meronta dan berusaha mengendurkan ikatan ditangan nya.
Namun seberapa keras usahanya untuk segera terbebas dari ikatan tersebut bukan nya makin mengendur justru ikatan pada tangan dan tubuh Gustavo makin kencang.
__ADS_1
Usaha yang Gustavo lakukan nampak sia-sia belaka karena tali yang digunakan bukan jenis tali biasa namun tali yang terbuat dari usus binatang yang telah diberi mantra oleh Sengkulu.
" Tak ada yang bisa kamu lakukan kecuali kamu tenang. " Tiba-tiba Wawan muncul di depan Gustavo dengan menggenakan topeng.
" Ssssi... siapa kamu ? " Tanya Gustavo dengan penuh ketakutan.
" Aku adalah mimpi buruk mu. " Ucap Wawan sambil menempelkan telapak tangannya pada kening Gustavo.
Seketika dari samping tubuh Gustavo muncul sebuah layar.
Dari layar tersebut mulai menampilkan gambaran dimana kekejaman demi kekejaman Gustavo ditampilkan. Ibarat sebuah rekaman video yang diputar kembali.
Gustavo terkejut tidak percaya ketika melihat tayangan dalam layar tersebut.
Dia melihat seorang anak kecil yang nampak lusuh sedang membunuh pria dewasa yang kemudian merampoknya. Dia sangat mengenai pria tersebut karena tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Rahasia yang selama ini dia pendam sendiri bagaimana mungkin ada yang mengetahuinya.
" Dari mana kamu mendapatkan rekaman film ini ? " Tanya Gustavo mengingat lima puluh tahun yang lalu kualitas gambar belum sebagus ini. Ditambah lagi tidak ada saksi di tempat itu.
" Tidak ada yang tidak mungkin bisa kulakukan dan semua yang kamu lihat adalah memori yang kamu simpan dalam otakmu dan aku hanya menampilkan kembali. "
Layar kembali menampilkan gambaran di sebuah tempat dimana seorang pria menodongkan pistol pada seorang pejabat militer.
" Cepat kamu tanda tangani, jika tidak skandal hubungan mu akan ku ungkap dan karir militer mu akan berakhir. "
Dengan jabatan yang tinggi dalam kemiliteran setelah nya pemuda tersebut mulai banyak melakukan kekejaman dari mendatangi istri para prajurit yang berjuang di medan perang untuk menemaninya bersenang-senang dengan hadiah imbalan akan memulangkan suaminya.
Bahkan tidak sedikit dia sengaja mengumpankan mereka pada pejabat pemerintahan demi rencana yang dimilikinya.
Tayangan mulai berganti saat dia mulai masuk dalam kancah politik. Tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan sering dia lakukan dari membunuh lawan politik sampai aparat kepolisian. Bahkan mulai memasukkan orang-orang kepercayaan nya untuk duduk dalam pemerintahan.
Hingga pada akhir tayangan terlihat puluhan mobil sedang meninggalkan kediaman nya dan kejadian itu baru beberapa hari yang lalu.
" Apakah kamu tahu kemana perginya mobil-mobil itu ? " Tanya Wawan
Gustavo kini mulai menyadari kenapa dia di tangkap. Ternyata orang dihadapannya sedang mengincar hartanya.
" Hahaha..... Yang pasti sudah pergi meninggalkan negara ini dan tersimpan dengan aman. " Ucap Gustavo yakin bahwa kali ini dia yang menang.
" Apa kamu yakin ? " Layar mulai menayangkan sebuah film kembali.
" Kamu pikir rencana mu telah berhasil. "
Nampak dua mobil mewah sedang meninggalkan kediaman Gustavo namun anehnya di tengah perjalanan tiba-tiba kedua mobil tersebut menghilang dan muncul di ruang pertemuan polisi pusat.
__ADS_1
Kehebohan terjadi dan dengan sigap mobil tersebut dikepung dan penumpang di dalam nya segera diamankan oleh polisi. Gustavo begitu terkejut kala melihat istri dan ketiga anaknya di borgol.
Dari dalam mobil dan bagasi ditemukan belasan koper yang berisi emas batangan dan senjata.
Tayangan berpindah tempat saat puluhan mobil sedang menyeberangi jembatan sebuah kapal namun mobil tersebut sebenarnya tidak pernah masuk ke dalam kapal tersebut karena menghilang.
" Kemana perginya mobil-mobil itu ? "
" Pertanyaan bagus. " Jawab Wawan sambil tersenyum
" Coba kamu perhatikan lagi sebenarnya mobil-mobil itu parkir dimana ? "
Gustavo menajamkan pandangannya dan seketika tubuhnya lemas setelah tahu mobil-mobil yang mengangkut seluruh harta kekayaan berada dimana.
" Apa yang kamu merasa hebat setelah ini ? "
" Kamu bangkrut dan harta yang telah kamu kumpulkan seumur hidupmu telah kembali pada negara. " Ucap Wawan sambil melihat layar dimana mobil-mobil itu parkir di depan gedung kepresidenan.
" Selamat tinggal dan pertanggung jawabkan semua perbuatan mu. " Ucap Wawan sambil meletakkan rekaman video pada saku Gustavo.
" Apa yang akan kamu lakukan ? " Belum sempat mendapatkan jawaban tiba-tiba dirinya menghilang.
****
Di dalam ruangan kepala polisi
" Kurang ajar.... Bagaimana Gustavo bisa melarikan diri. " Ucap Kepala polisi geram
" Apakah ada yang membocorkan rencana kita ? " Ucap salah satu bawahan
" Mengingat akan jabatan Gustavo saya yakin pasti ada yang telah berhasil dia suap. "
Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh para petinggi polisi.
Puluhan pasukan khusus yang terlibat dalam aksi penangkapan pun juga merasakannya. Mereka semua nampak kecewa dan marah.
Kegagalan misi adalah kesalahan mutlak dari tim intelijen. Saat ini divisi mereka mendapat banyak hujatan dari semua orang saat ini.
Mereka saat ini sedang mempelajari kembali hal-hal yang telah terlewatkan Saat tiba-tiba sebuah pusaran angin muncul dan menerbangkan seluruh kertas dan benda lainnya ke segala arah. Tak perlu lama ruangan tersebut kini nampak berantakan.
Setelah pusaran tersebut mulai menghilang nampak seorang pria sedang duduk dalam kondisi terikat pada kursi. Mereka semua tertegun hingga salah satu orang berteriak dan membuyarkan lamunan mereka.
" Itu Gustavo. "
" Cekrek krek. " Beberapa polisi waspada dan segera mengarahkan laras senjatanya pada target.
__ADS_1
" Clear. " Teriak salah satu polisi setelah memeriksa tubuh Gustavo dan tidak ditemukan benda berbahaya. Petugas tersebut hanya menemukan sebuah kaset pita di saku bajunya.
Suasana yang tadinya penuh dengan kekecewaan kini berganti. Nampak Kepala Polisi berjalan dengan sedikit lari menuju ruang intelijen dimana Gustavo berada.