Sang Pendamping

Sang Pendamping
CH 9 Nasehat


__ADS_3

Muncul satu titik cahaya menjadi sebuah penerang dalam ruang berbentuk persegi saat tetesan air mata Citra membasahi pipi Wawan.


" Nak, bangun. Sudah cukup meditasimu."


Wawan membuka matanya. Nampak di depan matanya duduk Kakek Kencana.


" Sudah berapa lama Kakek duduk disitu...? "


Kakek Kencana tersenyum dan menjawab


" Sudah hampir satu tahun Nak. Tepatnya 360 hari disini. "


" Apa...????????? "


Tangan Wawan menghitung dengan jarinya sambil menggumam


" Satu jam disini sama dengan 1 hari disana. Kalo 360 hari dikali 24 hari sama dengan 8640 hari atau 720 tahun."


" Kakek apakah Wawan sudah mati....? "


" Hehehehe.... "


" Hitungan matematikamu hebat juga ya. Betul sekali. "


" Itu sebelum Nak Wawan belajar ilmu ruang dan waktu. Kalo sekarang berarti cuma 15 hari disana. "


" Alhamdulillah. "


" Kakek kenapa tiba-tiba Wawan ada disini.


Bukannya Wawan hanya donor darah...? "


" Darahmu sangat istimewa Nak. Jangan sampai orang tahu kamu memilikinya. "


" Beri Wawan penjelasan yang mudah Kek...!!! "


" Darahmu bisa menyembuhkan orang seberapapun tingkat keparahannya. Meskipun setetes. "


" Perbandingannya begini satu mili liter sama dengan satu hari. "


" Jika kamu mendonorkan darah sebanyak dua ratus lima puluh mili liter maka kamu akan tertidur selama Dua ratus lima puluh hari. "


" Paham. " Wawan mengangguk


" Berarti Wawan kelamaan disini ya Kek. Lebih seratus sepuluh hari. "


" Justru keuntungan buat kamu. Atas izin Allah beliau datang kesini dan langsung menempa tubuhmu langsung saat dirimu sedang meditasi. "

__ADS_1


" Jadi meskipun ragamu terluka parah dengan tingkatan latihanmu hanya membutuhkan waktu hanya dua jam. "


" Sering berlatihlah ilmu yang sudah diberikan padamu. Supaya regenerasi mu makin cepat. "


" *Sekarang kembalilah. "


" Tempa dirimu dengan serius. "


" Sudah menanti tugas-tugas yang harus diselesaikan*. "


Cahaya tersebut mulai redup dan menyisakan sedikit cahaya di ujung sana. Wawan berjalan dan menghampiri cahaya tersebut.


Wajah yang terlihat pertama kali saat mata Wawan terbuka adalah Mamah.


" Kamu sudah bangun Mas. " sambil menangis mengusap rambut diatas kepala Wawan.


" Mas Wawan haus. " menyodorkan segelas teh yang diberi sedotan kecil.


" Wawan dimana Mah...? "


" Di rumah sakit sayang. "


" Apa yang terjadi...? "


" Kamu pingsan saat mendonorkan darah. "


" Mba Citra gimana mah khabarnya....? "


" Lho kok cemburu sich Mah. Mba Citra ngga akan pernah menggantikan posisi Mamah dihati Wawan. "


" Makin hebat aja anak Mamah dalam merayu. "


" Hahahaha.... " Mamah tertawa lepas


" Like son like father. "


" Oh ya...tadi Mba Citra kesini. Dia sudah baikan. "


"🤔🤔🤔"


" Gimana caranya mah...? "


" Bukannya Mba Citra kaki, tangan dan kepalanya waktu itu terluka..." Wawan heran


" Sudah ach jangan bahas Citra mulu...Mulai sekarang belajar ya....Manakala ada orang didekat Wawan yang setia menemani jangan sekali sekali malah mikir orang lain. "


Mamah memberi pengertian ke anak nya bagaimana cara menghormati orang terutama kaum hawa.

__ADS_1


" Iya... iya Mah. Gitu aja ngambek. " gaya ngomong Wawan seperti orang dewasa.


Kedekatan ibu dan anak tersebut terjalin dengan sangat erat. Hubungan tersebut sengaja diciptakan oleh Mamah Wawan supaya anak-anak nya lebih mempercayai orang tuanya daripada ke orang lain.


Kenakalan remaja tercipta akibat ada keinginan anak yang tidak tersalurkan gara-gara tidak adanya komunikasi yang baik antara mereka.


Mereka saling bertukar kata dan informasi selama Wawan tidak sadarkan diri. Hingga pertanyaan kecil yang membuat Mamah Wawan harus berfikir ribuan kali.


" Mah, Wawan mau tanya... Kenapa kalo Wawan dipeluk sama Mba Citra dan Mba Indah dari belakang burung Wawan berdiri ya Mah. Padahal khan Wawan sering dipeluk sama Mamah, Tante biasa aja. "


" 😱😱😱😱😱.....Harus jawab apa ya...?????? "


" Sudah waktunya pendidikan s*xual mulai sekarang diajarkan ke Wawan bagaimana cara mengontrol hasrat nya." ujar Mamah dalam hati.


" Itu artinya Wawan sudah besar. "


" Harus hati-hati dalam pergaulan. "


" Mulai sekarang harus mulai menjaga jarak dengan perempuan. Karena kalo Wawan bersentuhan dengan sesuatu milik perempuan maka Wawan akan merasakan kenikmatan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata."


" Jika sering bersentuhan atau menyentuh milik perempuan maka Wawan akan ketagihan yang pada akhirnya merugikan Wawan sendiri."


" Ditambah lagi Wawan akan kehilangan konsentrasi dan fokus belajar. "


" Hal-hal yang bersifat candu itu ada beberapa macam Mas dan semuanya dilarang sama Allah... " Kata Mamah


" Pertama minuman keras, Obat-obatan terlarang, judi, rokok dan perempuan. "


Wawan mendengarkan dengan seksama dan berusaha mencerna setiap perkataan dari Mamahnya.


" Happy birthday..... selamat ulang tahun Mas. " Nanda tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dengan berlari.


" Lho Mah, sekarang tanggal berapa....? "


" 24 Juli. "


" Berarti Wawan lama ya ngga sadarkan diri... "


" Yang penting sekarang Wawan sudah siuman. " Selamat ulang tahun sayang. " sambil m ngecup kening anaknya


" Makasih Mas. "


" Selamat ulang tahun Mas. " sambil memeluk kakaknya setelah Nanda duduk diatas tempat tidur bangsal.


Papah datang dengan membawa satu kotak besar kue dengan lilin angka 10 diatasnya.


" Tiup lilinnya... tiup lilinnya.... " Mamah Papah dan Nanda bernyanyi

__ADS_1


Sebelum meniup lilin Wawan mengucapkan doa.


" Terima kasih Ya Allah atas segala nikmat MU "


__ADS_2