Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 76 Flamingo 4


__ADS_3

Satu demi satu anak buah Diego merasakan mulai dari telapak kaki menjalar ke atas menuju tubuh dan leher mereka mulai membeku akibat hawa dingin yang sangat ekstrim. Senjata yang mereka pegang mulai terlihat kembang es.


Mereka berusaha bergerak namun upaya tersebut gagal. Proses tersebut masih terus berjalan hingga satu demi satu wajah anak buah Diego mulai nampak membiru dan pucat. Yang bikin mereka keheranan adalah dalam kondisi seperti itu kesadaran mereka masih tetap ada.


Dari dua ratus orang yang dibawa hanya Michael dan Diego yang tidak mengalami perubahan tersebut.


" Ketua, bagaimana ini ? " Ucap Michael mulai gentar.


" Segera beri mereka wiski untuk menghangatkan tubuh. " Perintah Diego dengan cepat.


Michael segera berlari menuju mobil yang dia tumpangi bersama Diego. Saat tangan Michael memegang gagang pintu tubuhnya mengalami hal yang sama yang menimpa rekan-rekan yang lain.


Kini hanya Diego yang masih bisa bergerak ke sana kemari. Dia tidak berani menyentuh apapun. Hingga dari kejauhan dia melihat sepasang muda mudi berjalan ke arahnya dengan bergandengan tangan dengan mesra.


Diego segera menghampiri mereka.


" Tuan. " Sapa Diego namun sepasang muda mudi itu terus berjalan seperti tidak mendengar ucapannya.


Dengan jengkel Diego menghadang dan menodongkan senjata ke arah keduanya.


" Berhenti, jika tidak akan ku bunuh kalian. " Bentak nya.


" Ada urusan apa kamu menghentikan langkah kami. " Sambil melirik ke arah senjata yang ditodong kan padanya.


" Apa kamu tahu apa yang terjadi pada anak buah ku. " Ucap Diego memprovokasi


" Saya tahu apa yang terjadi pada anak buah mu. Karena aku yang melakukan nya. " Jawab Wawan datar


Mendengar jawaban seperti itu amarah Diego yang sudah sampai ke ubun-ubun segera menarik pelatuk senjatanya dan diarahkan pada wawan.


" Dor... dor... dor.... " Terdengar suara tembakan yang dilepaskan secara beruntun. Bau mesiu yang begitu menyesakkan di tambah asap tembakan membuat mata Diego sedikit terhalang.


" Klik.... klik. " Diego kehabisan peluru


Setelah asap mulai tipis Diego menatap Wawan tidak percaya pasalnya seluruh proyektil yang ditembakkan hanya berhenti satu jengkal dari Wawan dan Paramitha dan seolah menancap pada suatu benda yang transparan.


" Ssssi... siapa kamu ? " Sambil melangkah mundur saat Wawan berjalan menghampirinya.


" Aku adalah orang yang tidak boleh kamu singgung ? "


" Plok, plak plok....... Bruakkkkk. " Wawan melancarkan tendangan dan pukulan ke arah wajah dan perut Diego membuat tubuhnya terhuyung ke belakang dan tumbang.

__ADS_1


Diego tidak percaya dengan kejadian barusan, meski nampak lemah pukulan dan tendangan Wawan mampu merobohkan dirinya yang nota bene adalah juara tinju bebas di dunia hitam.


Wawan hendak menyerang kembali dan dihentikan oleh Diego.


" Ampun Tuan, sepertinya kita tidak pernah ada masalah. Kenapa Tuan menyerang kami. "


" Kamu memang tidak ada masalah denganku tapi kamu telah membuat masalah dengan teman-teman ku. "


" Siapa yang Tuan maksud ? " Tanya Diego penasaran.


" Kedua Pendeta itu. " Mendengar jawaban Wawan nyali Diego langsung menciut.


" Maafkan saya Tuan atas ketidaktahuan saya. Saya mohon ampuni saya dan saya berjanji tidak akan berurusan lagi dengan mereka. " Ucap Diego sambil menyembah. Dalam hatinya berkata


" Yang penting s lamat dulu besok aku akan membuat perhitungan dengan orang ini. "


" Tidak ada hari esok. " Dengan kejam Wawan mencengkeram leher Diego dan mengangkatnya.


" Krek..... " Wawan meremas leher Diego seperti meremas botol air minum kemasan yang kosong disaksikan ratusan pasang mata.


Paramitha tidak terkejut atas tindakan Wawan yang begitu kejam membunuh Diego.


Bagaimana tidak sosok yang sekarang sudah menjadi mayat masa hidupnya telah memperkosa ratusan remaja dan setelah selesai lalu menggorok lehernya dengan pisau serta meminum darahnya.


Wawan dengan santai berjalan menuju Michael.


Meskipun tidak bisa berbicara dan bergerak namun dari sorot matanya Michael nampak ketakutan.


" Apa kamu ingin bicara ? " Tepat setelah Wawan berdiri di samping Michael.


Wawan tahu meskipun Michael orang kepercayaan Diego dan Flamingo namun tugas dia hanya ahli di bidang telekomunikasi.


Bagi Wawan orang seperti ini masih bisa di manfaatkan meskipun kejahatan yang dilakukan sama yaitu kelainan seksual. Dia suka berhubungan dengan anak laki-laki dibawah umur yang kemudian mendokumentasikan lewat kamera video lalu digunakan untuk memeras orang tua korban.


" Ampun Tuan, jangan bunuh saya." Ucap Michael memelas


" Beri alasannya, kenapa kamu tidak layak untuk mati ? " Ucap Wawan datar


" Kenapa kamu berani mengkhianati Flamingo ? "


" Karena dia telah memaksa untuk menyerah kan adik perempuanku satu-satunya untuk menemani nya tidur."

__ADS_1


" Setelah itu Flamingo memberikan dia untuk dinikmati oleh seluruh bawahannya sebelum akhirnya adik perempuanku bunuh diri. " Michael menghentikan ceritanya.


Air matanya mulai mengalir tanpa mampu dia tahan.


Hatinya seperti teriris sembilu kala luka yang sudah terpendam sekian lama dibuka kembali.


Seketika matanya memerah, darahnya mendidih, dadanya terasa sesak menahan amarah akibat betapa lemah dirinya tidak bisa melindungi adik satu-satunya.


" Jika Tuan bersedia membantu saya untuk membalaskan dendam maka saya akan menyerah kan tubuh dan nyawaku untuk mengabdi pada Tuan dan akan selalu setia tanpa pernah sekalipun niat untuk berkhianat. "


" Baiklah akan ku kabulkan permintaan mu. Bagaimana dengan mereka ? " Ucap Wawan sambil memandang ke arah anak buah Diego.


Awalnya mereka terhanyut oleh cerita Michael, namun saat mendengar ucapan Wawan barusan membuat jantung mereka berdebar dengan kencang akibat ketakutan.


" Tuan, mereka sebenarnya adalah anak buah ku dan kesetiaan mereka sudah teruji. "


" Saya tidak membutuhkan mereka karena pasukan yang kumiliki lebih kuat. " Wawan segera memanggil Sengkulu lewat telepati untuk hadir bersama dengan pasukannya.


" Hamba siap menerima perintah. " Ucap Sengkulu dengan posisi menunduk diikuti ribuan pasukan iblis yang berdiri di belakangnya.


Melihat ribuan makhluk dengan wujud yang sangat menakutkan membuat anak buah Michael makin tidak berdaya.


" Kalian berbicaralah. " Ucap Wawan sambil menjentikkan jarinya guna membuka segel pada mulutt anak buah Michael


" Kami akan setia pada Tuan dan tidak akan pernah sedikitpun untuk mengkhianati Tuan. " Jawab mereka bersamaan tanpa ragu.


" Sengkulu pilihlah prajurit terkuat mu untuk mendampingi mereka dan jika mereka berkhianat langsung bunuh saja."


" Siap Tuan. " Seketika dua ratus pasukan Sengkulu berubah menjadi titik merah dan melesat masuk ke dalam tubuh anak buah Michael.


Anak buah Michael merasakan tubuhnya menjadi ringan dan tenaganya meningkat.


Secara kompak maju ke depan dan menyembah Wawan.


" Kami siap melayani dan melindungi Tuan Wawan dengan segenap jiwa dan raga kami. "


" Bagus.... Mari kita bergerak menuju ke markas kalian. "


Tanpa diperintah ulang mereka segera berlari memasuki mobil masing-masing.


*******

__ADS_1


__ADS_2