Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 63 Tanpa Jejak


__ADS_3

Wawan mulai membuat gambaran berikut nya dimana ratusan orang berdiri di depan pusat perbelanjaan.


" Mereka sedang mencari keberadaan kita terkait dengan pusaka yang saya miliki. "


" Seperti apa kekuatan dari pusaka tersebut ? "


" Dari cerita Kakek Kencana siapapun yang memiliki dan menguasai pedang pusaka negara akan bisa menguasai seluruh alam semesta. "


" Pedang pusaka negara bisa untuk membelah gunung, melakukan teleportasi ke masa depan dan masa lalu, terbang ke angkasa tanpa takut kekurangan oksigen, tubuhnya tidak bisa terluka dan bisa memiliki pandangan untuk melihat suatu benda sampai jarak ribuan kilometer. " Paramitha sangat terkejut mendengar cerita Wawan.


" Seumpama pusaka negara itu jatuh ke tangan orang jahat, apakah bisa di pastikan memasuki jaman kegelapan . " Wawan mengangguk sebagai jawaban.


Wawan kembali menampilkan kejadian berikutnya. Dimana orang dari organisasi membantai petugas keamanan di kediaman keluarga Rony.


Melihat kekejaman orang-orang itu Paramitha sampai menutup mata. Bagaimana tidak, orang dari organisasi tersebut menyembelih orang seperti menyembelih ayam.


" Sehebat apapun Bang Dicky dan Bang Yudi apakah mampu menghadapi mereka ? " Tampilan di layar menayangkan gambar dimana pengawal dari keluarga Rony yang ahli kungfu bertarung dengan orang dari organisasi dan berakhir dengan kepala terpisah dari tubuhnya.


Tampilan di layar berganti di saat Wawan menghadapi makhluk halus dan melihat Dimitri sedang memeluk anak istrinya. Nampak sebuah pedang tertancap di punggungnya.


" Kenapa kamu melarang ku berbicara saat itu ? "


" Mitha, coba kamu lihat di sudut sebelah kanan. "


Bola matanya segera mengikuti petunjuk dari Wawan dan terperanjat melihat belasan makhluk bertudung hitam yang mendekat kearah mereka.


" Kenapa saat itu aku tidak melihat nya Wan ? " Tanya Paramitha penasaran.


" Karena aku langsung menutup mata batin mu. Jika tidak mereka pasti akan menyadari bahwa kita bisa melihat keberadaan mereka dan yang pasti mereka akan menyingkirkan kita karena dianggap sebagai penghalang rencana yang sudah disusun dengan rapih. "


" Mereka bisa mengendalikan arwah untuk menyakiti orang. Jadi untuk saat ini sebaiknya kita tidak ikut campur urusan mereka. "


" Bagaimana caramu bisa berpindah-pindah tempat seperti tadi ? "


" Aku hanya menggunakan kemampuan teleportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. " Paramitha pernah mendengar tentang teleportasi dan baru hari ini dia baru mengalami nya sendiri.


" Sejak kapan kamu memiliki kemampuan teleportasi tersebut ? "


" Aku juga kurang tahu sejak kapan memiliki kemampuan ini tapi guruku yang mengajari cara berpindah tempat supaya tidak tersesat. Kamu sudah tahu caranya Khan. "


" Apakah aku sudah boleh istirahat sekarang ? " Wawan segera beranjak dari ruangan tersebut.


" Apakah kamu mau menemani ku tidur di kamar ?" Pinta Paramitha dengan penuh harap.


" Aku takut. "


" Baiklah. "


****


Di sudut lain kota Paris.


Seorang pria terbaring di atas tempat tidur dengan wajah pucat pasi dan terkulai lemah.

__ADS_1


" Tristan, apa yang terjadi ? "


" Maaf Tuan James, tadi ada yang berhasil menggagalkan sihir ku.Bahkan berhasil memusnahkan pengikut ku sekaligus. " Matanya menatap kosong ke arah meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya.


Nampak sebuah boneka jerami telah hangus terbakar.


" Apakah kamu tahu siapa yang berhasil melukai dan membatalkan sihirmu ? "


Tristan hanya menggeleng kan kepala


Tristan sendiri masih tidak percaya bahwa ada seseorang yang mempunyai kekuatan melebihi dirinya.


Dia adalah satu dari tiga penyihir terbaik di benua Eropa. Pihak gereja sendiri sudah sering kewalahan menghadapi sepak terjang Tristan dan dua penyihir lainnya yang notabene masih bersaudara dengan dirinya.


Membunuh seseorang tanpa jejak adalah salah satu bisnisnya. Sedangkan keahlian khusus yang dia kembangkan adalah mengendalikan orang dari jarak jauh.


Dalam tiga puluh tahun terakhir tidak pernah ada target yang lolos dari bidikannya.


Meskipun memasang tarif mahal tidak menyurutkan minat seseorang untuk memakai jasanya. Dari tingkat pengusaha, organisasi bawah tanah, bahkan para pejabat-pejabat dari berbagai negara sering meminta pertolongan dirinya untuk mengendalikan situasi.


Banyak pemimpin-pemimpin negara yang berhasil dijadikan boneka atas permintaan dari koleganya.


Tristan dan dua saudaranya sering diburu oleh tim anti sihir milik gereja. Namun upaya mereka berhasil digagalkan dan berakhir dengan kematian di pihak tim itu sendiri.


Menghadapi kegagalan tersebut Tristan penasaran dan segera melacak pelakunya.


Dengan media boneka jerami Tristan mengendalikan roh-roh jahat untuk melakukan investigasi. Namun kembali mengalami kegagalan yang sama ditambah lagi dia harus kehilangan sukma dari anak-anak yang berhasil dia tawan.


Sudah jatuh tertimpa tangga.


Kesialan yang menimpa dirinya masih terus berlanjut. Dia menemukan tongkat pengendali roh miliknya telah hancur berbagai macam kitab sihir raib tak berbekas.


Ibarat orang buta telah kehilangan tongkat. Tristan kehilangan pijakan.


" Jika kamu tidak tahu mereka sedangkan mereka tahu kamu maka sebentar lagi keberadaan kami akan segera terungkap." Ucap James dengan geram


" Tenang Tuan James, saya akan mengendalikan situasi nya. " Jawaban dari Tristan tidak memuaskan nya


" Baiklah aku percaya. Yang terpenting sekarang sembuhkan dirimu dulu. " ucapnya sambil memeluk Tristan


" Aaaargh.... Apppppa.... Yang kamu lakukan ? " Mata Tristan mendelik menatap sebuah pisau yang menancap di dadanya.


Dia mengenali pisau itu,


Itu adalah pisau mengunci arwah miliknya yang diberikan kepada James beberapa tahun yang lalu. Pisau magis yang pernah dia buat dan kini digunakan James untuk membunuh dirinya. Tristan masih tidak percaya jika James membunuh dirinya.


Mata Tristan ditutup kain oleh bawahan James sebelum hujaman berikutnya bersarang kembali ke dadanya berkali-kali hingga menghembuskan nafas terakhir. Dia segera menutup mata Tristan untuk menghilangkan rekam jejak peristiwa.


Langkah itu dia lakukan karena pernah ada cerita bahwa pelaku pembunuhan bisa tertangkap karena wajah pelaku tercetak jelas pada mata korban yang terbuka melalui cenayang.


" Bakar **s**emua. " Perintah James kepada bawahannya.


Api mulai membumbung tinggi kala semua orang meninggalkan kediaman Tristan. Keberadaan Tristan misteri begitu juga kematiannya.

__ADS_1


****


Belahan Eropa yang lain.


" Kak, lampu arwah Tristan padam. " Ucap Logan sambil berlari ke arah Hector kakak tertua dari Tristan


" Kurang ajar.... Siapa yang berani membunuh adikku ? " Ucap Hector geram sambil memukul meja.


Tanpa diperintah Logan segera menyalakan dupa di atas altar sesembahan untuk melihat siapa pembunuh adiknya.


Keningnya berkerut dan alisnya menyatu seakan tidak percaya.


" Ada apa ? " Tanya Hector


" Sangat aneh.... benar-benar sangat aneh. "


" Jejak pengikut Tristan tidak ditemukan seakan raib ditelan bumi, bahkan penyebab kematian Tristan pun tidak bisa kutemukan. " Jawab Logan


Tanpa mereka sadari di tempat kejadian tersebut masih ada Sengkulu yang sedang bersembunyi dan mengawasi setiap aktivitas yang ada. Tanpa di perintah Wawan dia segera menyuruh bawahannya untuk mengikuti dan memantau kegiatan James. Dan kini Sengkulu sedang mengikuti bawahan Logan dan bersembunyi di kegelapan untuk terus melakukan pengintaian


" Siapa yang sudah disinggung oleh Tristan hingga dirinya dibunuh termasuk bawahan nya tanpa sisa ? " Gumam Hector


" Kak, apa perlu kita bergerak ke sana ? "


" Jangan.... Sebaiknya kita tenang dulu. "


" Kita selidiki terlebih dahulu. " Logan mengangguk tanda setuju


" Sebaiknya kita menghadap guru untuk melaporkan keadaan. "


****


Kediaman Dimitri


Didalam sebuah ruang kerja yang besar berdiri dua orang pria mengenakan jas sedang memberikan laporan ke Dimitri.


" Maaf Tuan.... Setiap hotel dan penginapan sudah kami datangi tapi keberadaan mereka tidak ditemukan. "


Dimitri terdiam sesaat.


" Coba kamu datang ke balai kota dan periksa kamera pengawas. "


" Baik Tuan. "


" Siapa sebenarnya mereka ? "


" Kenapa bisa menghilang seperti ditelan bumi ? "


" Apakah mereka sudah ditemukan ? " Tanya Giselle pada suaminya setelah melihat orang kepercayaan keluarga pergi meninggalkan ruang kerja suaminya.


" Belum..... " Jawabnya


" Kita tunggu sampai besok saya yakin Gustav pasti sudah sudah ada khabar. "

__ADS_1


__ADS_2